Apa saja ciri-ciri orang yang tidak percaya diri atau minder?

Percaya diri

Percaya diri adalah yakin pada kemampuan-kemampuan sendiri, yakin pada tujuan hidupnya, dan percaya bahwa dengan akal budi orang akan mampu melaksanakan apa yang mereka inginkan. Orang yang percaya diri mempunyai harapan-harapan yang realistis, dan mampu menerima diri serta tetap positif meskipun sebagian dari harapan-harapan itu tidak terpenuhi.

Apa saja ciri-ciri orang yang tidak percaya diri, rendah diri atau minder ?

Setiap individu berbeda antara satu dengan yang lainnya, masing- masing memiliki ciri yang khas yang melekat pada dirinya, dengan perbedaan itulah dapat diketahui bahwa ada individu yang memiliki kepercayaan diri, namun ada pula individu yang tidak percaya diri.

Individu yang tidak percaya diri memiliki karakteristik yang berbeda dengan individu yang percaya diri.
Menurut Hakim, secara garis besar karakteristik atau ciri-ciri individu yang kurang percaya diri sebagai berikut:

  • Mudah cemas dalam menghadapi persoalan yang dianggap sulit
  • Memiliki kekurangan dan kelamahan dari segi fisik maupun non fisik
  • Sulit dalam mencegah ketegangan
  • Mudah gugup dan terkadang bicara tidak lancar
  • Kurang mengenal potensi yang dimiliki sehingga tidak dapat mengembangannya
  • Lebih suka menyendiri daripada bergabung dengan orang lain
  • Mudah menyerah
  • Tidak mandiri dalam menyelesaikan masalah
  • Tidak bertanggung jawab dan cenderung berpikiran negatif

Karakteristik individu yang tidak memiliki kepercayaan diri juga dipaparkan oleh Ade Syarifah (2012) bahwa individu yang tidak memiliki kepercayaan diri adalah:

  • Individu yang tidak yakin akan kemampuannya,
  • Sulit menerima kenyataan dalam dirinya,
  • Pesimis,
  • Tidak berani mengungkapkan pendapat,
  • Membuang-buang waktu dalam mengambil keputusan,
  • Selalu menyalahkan diri dan cenderung menyalahkan orang lain,
  • Selalu membandingkan dirinya dengan orang lain, dan
  • Kurang mengenali dirinya sendiri.

Karakteristik individu yang tidak memiliki kepercayaan diri merupakan suatu keadaan di mana individu sangat peduli dengan penilaian orang lain terhadap dirinya dan merasa cemas karena penilaian sosial tersebut, sehingga cenderung untuk menarik dirinya. Orang yang kurang percaya diri akan terlihat dari sikap dan tindakannya seperti, tidak yakin pada diri sendiri, selalu bergantung pada orang lain, dan tidak berani mengambil keputusan.

Pada intinya, seseorang yang tidak percaya diri pada dasarnya akan selalu merasa ragu dengan segala sesuatu yang ada pada dirinya, kemudian tidak akan melihat bahwa sebenarnya dirinya masih memiliki kelebihan-kelebihan yang dapat dikembangkan untuk kebaikan dirinya.

Ada beberapa tanda atau ciri orang kurang percaya diri, seperti selalu berpikir negatif pada sendiri dan suka menyendiri. Orang yang kurang percaya diri akan begitu susah membuka diri pada pergaulan, karena ia akan selalu waspada yang berlebihan saat berhadapan dengan orang lain. Ia akan tampak kaku dan salah tingkah, sehingga tampak aneh. Orang-orang yang kurang percaya diri akan merasa jika orang lainlah yang perlu diubah sikapnya.

Mereka akan selalu menaruh curiga pada orang lain dan berpikiran buruk sebelum menjalin hubungan. Bahkan mereka akan sering menolak ajakan untuk bertemu dan mengobrol ke beberapa tempat yang ramai orang. Orang-orang yang kurang rasa percaya dirinya akan membatasi gerak-geriknya, seolah-olah dia tidak ingin orang lain memandang kelemahan dan kekurangannya. Mereka tidak akan menyadari sisi positif dan keunggulan dari dirinya sendiri dan bertanggungjawab untuk mengubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

sumber : http://www.masonhq.org/2017/06/penyebab-kurang-percaya-diri-dan-tips-mengatasinya/

Ciri-ciri orang yang rendah diri atau minder, menurut Adler, adalah sebagai berikut:

  • Menarik diri dari kehidupan sosial. Individu yang merasa rendah diri akan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Menganggap dirinya tidak berharga dibanding orang lain yang mereka anggap lebih baik dalam setiap hal.

  • Kelainan fisik. Seperti kepincangan, lemah, kerdil, cacat, bagian wajah yang tidak proposional, ketidakmampuan dalam bicara maupun penglihatan, akan mengakibatkan reaksi emosional dan berhubungan dengan pengalaman yang tidak menyenangkan pada kejadian sebelumnya

  • Menyalahkan Dunia. Individu yang merasa rendah diri selalu menyalahkan faktor ekternal, misalnya nasib sial, perusahaannya, atau lingkungannya secara umum, setiap kali dia mengalami kegagalan yang disebabkan oleh dirinya sendiri. Individu tidak mampu untuk menerima bahwa kegagalannya mungkin terjadi karena kesalahannya sendiri. Karena itulah, individu menuntut bahwa seluruh dunia harus bertanggung jawab atas penderitaan dan kegagalannya.

  • Mencela. Salah satu ciri paling umum dari orang yang menderita rasa rendah diri adalah sikap yang suka mencela. Sebagai contoh, individu mungkin tidak mampu untuk melakukan suatu pekerjaan dengan benar, dan jika temannya bisa melakukannya dengan baik, maka dia mengaitkan kesuksesan temannya itu dengan faktor luar, misalnya bantuan dari orang lain, atau keberuntungan. Dia tidak pernah mengaitkan kesuksesan temannya itu dengan kemampuan yang dimiliki oleh temannya. Cara ini digunakannya sebagai jalan untuk menolak kebenaran atau fakta bahwa sebenarnya temannya tersebut memang lebih ahli dibanding dirinya.

  • Tidak Sportif. Orang yang rendah diri menolak untuk berpartisipasi dalam semua jenis kompetisi, dimana kemampuan individu akan diuji melawan orang lain. Meski individu melakukannya, sikapnya yang suka mencela akan muncul. Meski begitu, dia sangat menikmati kemenangan, walau itu mungkin bukan atas usahanya sendiri.

  • Sangat Sensitif. Orang yang punya rasa rendah diri sangat sensitif terhadap pujian dan kritikan. Jika dipuji, individu akan mempertanyakan ketulusan dari orang yang memuji, dan jika dikritik, individu akan segera mempertahankan diri. Individu tidak bisa merespon humor ringan dengan baik. Bila dilontarkan komentar secara tidak sengaja individu mungkin akan menanggapinya dengan serius.

  • Memancing Pujian. Orang yang rendah diri sangat suka memancing pujian dari orang lain. Akan tetapi, terkadang, meski ingin sekali dipuji, individu mungkin tidak mau menerimanya dan percaya bahwa orang yang memuji tersebut hanyalah karena dipancing.

  • Takut Membuat Kesalahan. Orang yang rendah diri juga takut untuk mencoba sesuatu yang baru, karena jauh di dalam hatinya dia sangat takut membuat kesalahan sehingga akan terus menerus teringat dengan kesalahannya tersebut.

  • Bersikap Kasar. Orang rendah diri, sering berbicara lantang, bahkan sampai bersikap kasar. Ini berasal dari keinginan untuk membuktikan pada dirinya dan orang lain bahwa dia juga mampu untuk melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang lain.

Adler menyebutkan bahwa ciri-ciri rendah diri ini akan terus menerus mengingat keterbatasan individu, sebagai hasil dari tindakan orang tua yang terlalu otoriter atau tekanan dari teman sebaya. Dengan terus-menerus mengingat keterbatasan ini, maka seseorang akan mulai menunjukkan ciri-ciri dari rasa rendah diri. Individu juga mengembangkan mekanisme pertahanan diri yang akan digunakan setiap kali mereka merasa rendah diri.

Selain itu, Adler juga menyebutkan gejala-gejala rendah diri atau inferioritas yang paling umum, diantaranya adalah :

  1. Perilaku mencari perhatian. Dengan berbagai cara, subjek inferior secara terus menerus berusaha mendapatkan perhatian.

  2. Dominasi, yaitu jika seseorang berbuah seolah-olah berkuasa atas sesuatu yang sebenarnya justru menyebabkan dirinya merasa minder.

  3. Eksklusif, yaitu perilaku tidak terlibat dalam aktifitas sosial dan lebih suka menyendiri akibat banyak kekurangan.

  4. Kompensasi, jika seseorang menyembunyikan perasaan inferiornya dengan mengembangkan diri, sehingga akhirnya mendatangkan respek dan perhatian dari orang lain.

  5. Kritis, yaitu jika seseorang memiliki kebiasaan mengkritik orang lain dalam upaya menciptakan dan memelihara citra bahwa dirinya lebih mampu dari orang lain.

Beberapa perilaku umum yang dapat diidentifikasi sebagai gejala rendah diri yang kompleks adalah sebagai berikut :

  1. Individu merindukan untuk mendapatkan pujian dan pengakuan dari orang lain sepanjang waktu. Jika Individu tidak mendapatkan pujian yang bagus, mereka merasa sedih.

  2. Individu selalu sibuk dalam menunjukkan kesalahan orang lain. Hal ini terjadi hanya karena individu tidak menyukai diri-sendiri sebagai pribadi dan tidak yakin tentang diri individu sendiri, individu merasa sulit untuk memiliki perasaan positif tentang orang lain.

  3. Individu takut kritik. Individu sepenuhnya menyadari kekurangan mereka tapi jika orang lain mengatakan hal itu maka individu merasa dipermalukan.

  4. Beberapa orang dapat berubah menjadi agresif dan mencoba untuk mendominasi orang lain. Individu mungkin terlibat dalam beberapa kompetisi yang tidak sehat. Ini adalah sebuah usaha di bagian individu untuk mendapatkan lebih dari tekanan psikologis individu sendiri.

  5. Beberapa orang, di sisi lain, dapat menjadi sangat pemalu dan penakut. Mereka menghindari pertemuan sosial dan mengisolasi diri dari masyarakat