Apa saja cara pemutihan gigi yang biasa dilakukan oleh dokter ?

pemutih_gigi

(Novia Fanny Salsabila) #1

pemtih gigi

Umumnya dokter gigi memiliki cara yang sesuai prosedur untuk memutihkan gigi. Apa saja cara pemutihan gigi yang biasa dilakukan oleh dokter ?


(jiminieyoo) #2

Umumnya, cara pemutihan gigi dilakukan dokter dengan dua cara utama:

  • Cetakan gigi: dokter akan membuat cetakan gigi Anda untuk dikenakan di rumah bersamaan dengan penggunaan gel pemutih pada gigi. Perawatan yang berlangsung selama kurang lebih sebulan ini mengharuskan Anda berkunjung rutin ke dokter untuk memeriksakan gigi. Beberapa jenis gel pemutih tertentu dapat digunakan selama delapan jam, sehingga periode perawatan dapat menjadi lebih singkat.

  • Laser pemutih: laser disorotkan ke jajaran gigi yang sudah diolesi produk pemutih. Sorotan yang dilakukan selama sekitar 60 menit ini berguna untuk mengaktifkan pemutih tersebut. Perawatan ini berharga lebih mahal dibanding metode yang menggunakan cetakan.

Hal yang patut diperhatikan, pemutihan gigi disarankan hanya diaplikasikan pada orang dengan gigi dan gusi yang sehat. Ini karena seperti prosedur lain, pemutihan gigi juga mengandung risiko tertentu.


(Arvind Zahair Akalanka) #3

Pewarnaan gigi dapat terjadi pada saat atau setelah terbentuknya email dan dentin. Sejumlah noda gigi tampak sebagai noda permukaan setelah erupsi, dan yang lain sebagai hasil prosedur perawatan dental. Noda alamiah (didapat), berada pada permukaan atau berikatan didalam struktur gigi.

Warna normal gigi sulung pada umumnya adalah putih kebiru- biruan. Warna normal gigi permanen adalah kuning keabu-abuan, putih keabu-abuan, atau putih kekuning-kuningan. Warna gigi ditentukan translusensi dan ketebalan email, warna pulpa, ketebalan dan warna dentin yang melapisi di bawahnya.

Perubahan warna pada gigi sulung dan gigi permanen dapat berlangsung secara fisiologik maupun patologik perubahan warna gigi secara fisiologik dapat terjadi seiring dengan bertambahnya umur. Reposisi dentin sekunder dan dentin reparatik membuat lapisan dentin menjadi lebh tebal sehingga menghasilkan perbahan warna pada gigi. Perubahan warna secara patologik dapat bersifat ekstrinsik dan intrinsik. Perubahan warna gigi tersebut dapat memberikan masalah estetika yang dapat mengakibatkan dampak psikologi yang cukup besar, terutama apabila terjadi pada gigi anterior.

Metode Pemutihan Gigi

1) Teknik Non Vital Bleaching (Internal)

Pemutihan gigi intra korona pada gigi non vital dipakai secara termokataliktik atau walking bleach yang digunakan untuk perawatan saluran akar pada pewarnaan pulp chamber (Hendari, 2009) . Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan bleaching internal, diantaranya kualitas pengisian saluran akar yang adekuat, penggunaan servical seal untuk mencegah masuknya bahan bleach ke dalam saluran pulpa dan kavitas harus bebas dari debris dan sisa bahan pengisi karena akan mempengaruhi keefektifan bahan bleaching (Robert dkk, 2005).

  • Teknik Walking Bleach
    Teknik walking bleach dilakukan dengan cara mengaplikasikan gel hydrogen peroksida 35% atau dengan campuran sodium perboran dan superoxol sampai berbentuk pasta lalu diaplikasikan kedalam kamar pulpa kemudian ditutup dengan tambalan sementara (Weine, 1996).

  • Teknik Termokatalitik
    Teknik ini dilakukan dengan bantuan cahaya dan panas. Caranya dengan meletakan bahan hidrogen peroksida dalam kamar pulpa dan dipanaskan dengan menggunakan lampu atau pemanas listrik hingga menghasilkan oksigen bebas yang aktif. Prosedur yang dilakukan meliputi, persiapan sama dengan teknik walking bleach, sepotong kapas diletakan pada labial dan lainya pada kamar pulpa, kapas dibasahi superoxol, diberi pencahayaan hingga 6,5 menit, larutan ditambahkan lagi kapas dengan superoxol/ sodium perborat, ditumpat sampai kunjungan lagi (Grossman, 1995).

  • Teknik Kombinasi
    Teknik kombinasi ialah cara pemutihan gigi yang menggabungkan teknik walking bleach dengan teknik termokatalitik secara bergantian, sehingga hasilnya lebih cepat dan memuaskan. Prosedur teknik kombinasi adalah sama dengan langkah pertama dalam teknik termokatalitik, setelah di lakukan pemanasan, kapas yang telah dibasahi hidrogen peroksida dalam kamar pulpa dikeluarkan lalu gigi dikeringkan. Pasta hasil pencampuran superoxol dengan bubuk natrium perborat diletakan dalam kamar pulpa. Tindakan selanjutnya seperti teknik walking bleach (Walton dan Torabinejad, 2008).

2) Teknik Vital Bleaching (Eksternal)

Teknik pemutihan eksternal dilakukan dengan cara aplikasi oksidator pada permukaan gigi. Teknik ini dibagi menjadi dua teknik, yaitu teknik home bleaching dan teknik in-office bleaching (Brenna dkk., 2012).

  • Mouthguard Bleaching
    Teknik ini biasanya dilakukan untuk kasus perubahan warna gigi yang ringan. Home bleaching sebagai teknik pemutihan gigi dirumah dan banyak sekali variasi dari jenis material, bahan pemutih frekuensi dan jarak waktu perawatanya. Alat yang dgunakan menyerupai protesa yang disebut tray atau night guard dengan konsentrasi karbamid peroksida 10%-15% yantg sebanding dengan hydrogen peroksida 3%. Perubahan warna akan terlihat setelah 2-3 minggu dan hasil akhir terlihat setelah 5-6 minggu teknik home bleaching mempunyai prognosis cukup baik dan efek samping yang minimal (Adang dkk, 2006)

  • Teknik Pumis Asam
    Teknik asam hidroklorik-pumis bukan teknik pemutihan murni (oksidasi) melainkan suatu teknik dekalsifikasi dan pembuangan selapis tipis email yang berubah warna. Cairan asam hidroklorik 36% dicampur air dengan volume yang sama untuk mendapatkan asam hidroklorik 18%, Sejumlah bubuk pumis ditambahkan agar membentuk pasta padat ditempat lain natrium bikarbonat dan air dicampur sampai berbentuk pasta padat yang nanti akan dipakai untuk menetralisir asam. Pasta asam hidroklorik pumis diletakan pada permukaan email dengan gerakan memutar selama 5 detik (Walton dan Torabinejad, 2008).