Apa saja bahaya dari syirik?

Syirik

Syirik adalah itikad ataupun perbuatan yang menyamakan sesuatu selain Allah dan disandarkan pada Allah dalam hal rububiyyah dan uluhiyyah.

Apa saja bahaya dari syirik?

Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah baik berupa perkataan atau perbuatan, yang lahir maupun yang batin. Ibadah disini meliputi do’a, sholat, nadzar, kurban, rasa takut, istighatsah (minta pertolongan) dan lain sebagainya. Ibadah ini harus ditujukan hanya kepada Allah tidak kepada selain-Nya, sebagaimana firman Allah -ta’ala-:

“Hanya kepada-Mu lah kami beribadah dan hanya kepadaMu lah kami minta pertolongan.” (QS.al-Fatihah: 5).

Barangsiapa yang menunjukan dan mempersembahkan salah satu ibadah tersebut kepada selain Allah maka inilah kesyirikan yang merupakan dosa paling berbahaya dan paling besar yang dilakukan oleh manusia.

Berikut bahaya dari syirik bagi manusia,

  1. Menimbulkan rasa khawatir dan hilangnya rasa aman di dunia dan akhirat
    Sebagaimana firman Allah:

    Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’am: 82).

  2. Tersesat di dunia dan akhirat.
    Allah ta’ala berfirman:

    “Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya” (QS. An Nisa’: 116).

  3. Dosa syirik akbar (besar) tidak akan diampuni oleh Allah jika mati dan belum bertaubat.
    Allah -ta’ala-berfirman:

    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dosa syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).

  4. Jika seseorang berbuat syirik akbar (besar), seluruh amalannya bisa terhapus.
    Allah -ta’ala- berfirman:

    “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

  5. Pelaku syirik akbar pantas masuk neraka dan diharamkan surga untuknya.
    Dari Jabir, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka” (HR. Muslim no. 93).

  6. Syirik akbar membuat pelakunya kekal dalam neraka.
    Allah -ta’ala- berfirman:

    “Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6).

  7. Syirik adalah sejelek-jelek perbuatan zhalim dan sejelek-jelek dosa.
    Allah -ta’ala- berfirman:

    “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Lukman: 13).

  8. Syirik menghapuskan cahaya fithrah seorang hamba.
    Karena seorang hamba pertama kali dijadikan dalam keadaan fithrah yaitu di atas tauhid dan ketaatan. Allah -ta’ala-berfirman:

    “(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Ar Rum: 30).

  9. Syirik khafi (yang samar) seperti riya’ akan menghapuskan amalan yang terkait dengannya.
    Syirik khafi ini lebih dikhawatirkan dari al-Masih Dajjal dan lebih dikhawatirkan akan menimpa umat Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Maukah kamu kuberitahu tentang sesuatau yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah) al-Masih ad-Dajjal? Para sahabat berkata, “Tentu saja”. Beliau bersabda, “Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika sesorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya “. (HR. Ahmad dalam musnadnya. Dihasankan oleh Syaikh Albani Shahiihul Jami’ no.2604)

  10. Allah dan Rasul-Nya-r-berlepas diri dari orang yang berbuat syirik.
    Allah -ta’ala-berfirman:

    “Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin”. (QS. At Taubah: 3).

Syirik merupakan perbuatan yang paling dibenci oleh Allah SWT karena orang yang berbuat syirik berarti mensejajarkan Allah dengan hal lain. Dengan kata lain, orang yang syirik tidak mengakui ke-Esa-an Allah SWT, sehingga dalam hidupnya ia bergantung pada apa selain Allah Yang Maha Esa. Syirik juga berarti menyamakan Allah SMW dengan hal-hal lain.

Orang yang berbuat syirik adalah benar-benar sudah buta mata hatinya. Padahal, Allah SWT memiliki tiga (3) kekhususan yang tidak boleh disetarakan, disejajarkan, ataupun dibandingkan dengan makhluk, benda, serta apapun yang ada di seluruh jagat raya ini. Tiga kekhususan tersebut adalah;

  • Kekhususan dalam Rububiyyah Allah
    Allah adalah pencipta dari seluruh yang ada di jagat raya, yang memberikan rezeki, menghidupkan dan mematikan makhluk. Allah adalah satu-satunya yang mengatur seluruh alam semesta.

  • Kekhususan dalam Uluhiyyah Allah
    Satu-satunya tujuan kita beribadah adalah hanya kepada Allah SWT. Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak dan wajib kita sembah. Tiada ada yang lain selain Allah SWT, Tuhan semesta alam. Oleh sebab itu, segala bentuk ibadaha yang kita lakukan baik itu shalat wajib lima waktu, puasa, zakat, shalat sunnat, sedekah, dzikir, doa, dan lain sebagainya hanya boleh kita tujukan ke hadirat Allah SWT saja.

  • Kekhususan dalam Asma’ dan Sifat Allah
    Ada 99 Asma’ Allah dan 20 sifat wajib yang harus kita ketahui, serta bahwasanya kesemua sifat itu tidaklah boleh kita persamakan dengan makhluk atau benda apapun di jagat raya ini.

Jenis – Jenis Syirik


1. Syirik Akbar

Hakikat daripada syirik akbar adalah menjadikan selain daripada Allah SWT sebagai tujuannya dalam beribadah, misalnya; memohon dan bernadzar sesuatu kepada selain Allah, takut kepada kuburan, jin, atau setan serta percaya bahwa semua itu bisa memberi bahaya. Syirik ini menyebabkan seseorang keluar daripada agama Islam sehingga jika ia meninggal dalam keadaan demikian maka akan kekal di dalam neraka.

Syirik ini menjadi penyebab keluarnya seseorang dari agama Islam, dan orang yang bersangkutan jika meninggal dalam keadaan demikian, akan kekal di dalam neraka. Macam-macam syirik akbar:

2. Syirik Ashghar
Merupakan semua perbuatan maupun ucapan yang oleh syara’ dinyatakan sebagai perbuatan syirik namun tidak sampai menyebabkan keluar daripada agama Islam, namun bisa menjadikan sebagai pengantar daripada dosa syirik akbar. Macam-macam syirik asghar:

  • Zhahir (nyata)
    Yakni ketika seseorang mengucap sumpah atas selain karena Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya;

    “Barangsiapa yang bersumpah dengan selain nama Allah, maka ia telah berbuat syirik”. (H. R. Ahmad, Shahih).

    Selain itu, menggunakan benda-benda atau jimat seperti gelang atau kalung yang dipakai dengan niatan sebagai penangkal bahaya atau penyakit juga termasuk dalam syirik asghar.

  • Khafi (tersembunyi)
    Syirik jenis ini sumbernya berada di dalam hati seseorang, bisa saja berupa niatan semata atau memang kepercayaan namun tak ditunjukkan oleh perbuatan (hanya di dalam hari), misalnya riya’ yang tersembunyi dalam hati.

Bahaya dari Perbuatan Syirik


1. Syirik Ashghar

Amal ibadahnya rusak ;Sungguh rugi orang yang berbuat syirik karena sesungguhnya amal ibadah yang telah ia kerjaan menjadi rusak akibat perbuatan syiriknya. Adapun firman Allah yang artinya;

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi) sebelummu jika kamu berbuat syirik niscaya akan terhapuslah amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. (Q. S. Az-Zumar : 65 ).

Syirik asghar atau bisa juga disebut syirik kecil tetap akan terkena dampak daripada dalil-dalil mengenai perbuatan syirik sehingga orang yang berbuat hanya akan terus menumpuk dosa jika tidak segera bertaubat. Menjadikan jembatan menuju perbuatan dosa besar yang tak akan termaafkan (syirik akbar).

2. Syirik Akbar

Merupakan perkara pertama yang diharamkan oleh Allah SWT. Firman Allah SWT yang artinya;

“Katakanlah: Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun ter-sembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menu-runkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. Al-Araaf : 33).

Merupakan sebuah tindakan zhalim yang teramat besar yang menghancurkan seluruh amal ibadah. Allah SWT berfirman yang artinya;

“Sesungguhnya syirik itu kezhaliman yang besar.” (Q. S. Luqman : 13).

Merupakan dosa besar yang tak terampuni oleh Allah SWT sehingga apabila meninggal dalam keadaan syirik besar, maka ia akan diharamkan untuk masuk surga. Allah SWT berfirman yang artinya;

“Sesungguhnya barang siapa menyekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan jannah (surga) baginya dan tempatnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” (Q. S. Al-Maidah : 72).

Orang yang berbuat syirik akbar akan kekal di neraka sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya;

“Sesungguhnya orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (Q. S. Al-Bayyinah: 6).

Yang melakukan perbuatan syirik akbar merupakan orang-orang yang termasuk ke dalam golongan yang kotor akidahnya. Allah SWT berfirman yang artinya;

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis.” (Q. S. At-Taubah : 28).

Sumber : https://muslim.or.id/18629-memahami-makna-syirik.html

Ada tulisan menarik, degan judul Berlindung dari Syirik, yang ditulis oleh Dra. Hj. Siti Faizah, selaku Ketua Umum PP Salimah 2015-2020

Syirik merupakan kemaksiatan dan kezholiman terbesar kepada Allah Ta’ala. Bias dalam bentuk ucapan dan perbuatan menduakan Allah Ta’ala dengan apapun dan siapapun. Ketika tersirat tujuan dan perilaku hidup seseorang, berupa benda, harta, tahta, manusia semata dan melupakan Allah, maka boleh jadi terperosok ke dalam syirik. Manusia diperbolehkan mencari nafkah, menikmati harta di duni ini, bersenang-senang dan berkelana sebagai sarana untuk beribadah dan ketaatan kepada-Nya.

Pelaku syirik disebut musyrik. Pelaku syirik ini sangat dibenci Allah Ta’ala, bahkan menjadi doa besar yang tidak terampuni, kecuali sebelum kematian tiba. Ia berkehendak bahwa tujuan penciptaan manusai dan jin tidak lain unuk menyembah-Nya semata, dzat satu-satunya yang Mahamenciptakan.

Syirik sering kali disebabkan oleh kekaguman seseorang kepada sesama manusia, bisa dalam bentuk suara, gaya bicara, gaya kepemimpinan, kecantikan, pemikiran, hasil penemuan, kepandaian, kehebatan, kelihaian, ketenaran, dan masih banyak lagi.

Sikap menduakan bisa pula muncul karena ketakutan dan keercayaan yang berlebihan terhadap seseorang atau benda yang tidk mendasar, akibat ketidaktahuan, kekerdilan, kelemahan, keterbatasan ilmu dan pengetahuan seseorang akan peluang yang sama, bahwa setiap makhluk bias langsung berkomunikasi dan memohon kepada Allah Ta’ala. Masih banyak hal yang membuat seseorang berlaku syirik yang dapat menghambat kemajuan dan kejayaan.

Dalam Al-Qur’an Surah Fush-shilat, ayat 37, Allah Ta’ala menyampaikan bahwa –Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari, dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika jika kalian hanya menyembah kepadanya–.

Pergantian siang dan malam, terbit dan terbenamnya matahari serta bulan yang penuh keteraturan ini hanya salah satu tanda bagi kekuasaan Allah semata. Jangan sampai kekaguman seseorang terhadap sesame atau pada benda ciptaan-Nya. Dibalik kehebatan seseorang atau benda tertentu, Allah Ta’ala hanya ingin memperkenalkan kehebatan Dzat-Nya dan Kemahakuasaan-Nya.

Syirik dilarang dan sangat dibenci Allah Ta’ala, menurut Ali Muhammad Ash Shalabi dalam Fikih Tamkin menyebut lima pengaruh buruk syirik.

  • Mematikan cahaya fitrah. Setiap ciptaan-Nya memiliki fitrah yang telah ditetapkan-Nya. Saat manusia menyalahi ketentuan fitrah, maka ia tidak bias lagi membedakan antara baik dan buruk. Standar baik dan buruknya sesuai hawa nafsu atau keinginan diri. Hal ini yang menyebabkan sesorang tidak mendapat petunjuk-Nya. Sebab ia yang bias member cahaya dan petunjuk kepada makhluk-Nya ( QS. Annur : 40).

  • Pengaruh syirik bisa meruka nila-nilai mulia dalam jiwa. Ketika Allah Ta’ala tidak lagi menjadi satu-satunya tujuan hidup, menjadi sirna kearifan, dan kemuliaan pada diri. Mudah runtuh dan terjerembab kedalam prilaku nista, hina, amoral, tidak bertanggung jawab dan tidak senonoh. Visi hidupnya pendek, merasa cukup dengan kenikmatan dunia, mudah patah semangat dan tidak berfikir untuk kepentingan akhirat (QS. Alhajj : 31).

  • Perbuatan syirik bisa meruntuhkan harga diri dan membuat seseorang menghamba pada sesuatu yang hina dan sementara. Terkesan seakan benar dan baik, ketika seseorang menyembah manusia dan meminta hukun dainya. Maka tidak ada yang tepat dan benar selain berhukum pada hukun Allah Ta’ala. Manusia dan kekuasaannya, ketenarannya, kekayaannya, kehebatannya hanyalah sementara dan sangat terbatas. Yang abadi hanya Allah Ta’ala, tidak bergantung kepada apapun dan siapapun. Justru ia tempat bergantung (Qs. Al munafiqun : 8).

  • Tercerai-berai dan tercabik-cabk kesatuan jiwanya. Bisa dibayangkan bagaimana saat manusia sholat, ia menyembah kepada satu Tuhan. Sementara ketika ia bekerja, berdagang, berjual beli, berkuasa, memimpin dan mencari rizki menghalalkan segala cara, mengambil keuntungan dengan cara riba, menipu, berbohong, dan melanggar aturan-Nya. Hal ini dapat menjadikan jiwa seseorang tercabik-cabik, karena hendak memenuhi berbagai tuntutan yang berbeda-beda, bahkan saling bertentangan satu dengan yang lain. Hal ini menyebabkan seseorang kehilangan rasa aman, tenteram dalam dirinya, sebelum kehilangan jati dirinya (Qs. Azzumar : 29).

  • Bisa merusak dan menghapus amal. Tanpa disadari terkadang ada rasa bangga dan cukup dengan kehiidupan dunia ini, lupa pada hakekat akhir kehidupan yang pasti. Kesibukan sering kali membuat manusia lupa dan hanyut dalam rutinitas, prestasi dan keuntungan, penghargaan, pencitraan yang ingin diraih. Maka kewaspadaan harus muncul, introspeksi dan evaluasi diri, terus memperbaharui niat karena-Nya, memohon ampunan-Nya. (Qs. Azzumar : 65).

Firman Allah SWT:

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa selain syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa besar” (QS An-Nisa:48).

Syirik merupakan dosa paling berbahaya, paling buruk, dan paling kejam siksaannya karena ia mengandung pengurangan terhadap kemaha sempurnaan Tuhan dan menyerupakan-Nya dengan makhluk-makhluk-Nya, maka dalam ayat ini Allah memberitahukan bahwa Dia tidak akan mengampuni orang yang berbuat/pelaku dosa syirik, yang mati dalam keadaan syirik. Dan adapun orang yang mati dalam keadaan bertauhid dan dia mempunyai dosa-dosa, maka Allah menjanjikan ampunan kepadanya sesuai dengan kehendak-Nya.

Kemudian Dia memberi alasan tidak ada ampunan bagi orang-orang musyrik, karena mereka dengan amalan mereka ini telah mendustakan Allah melalui peribadatan mereka kepada-Nya dengan kepada selain- Nya dan mereka melakukan dosa besar yang tiada bandingannya.

Firman Allah SWT:

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: YaTuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala” (QS Ibrahim: 35).

Allah SWT memberitahukan kepada kita bahwa Ibrahim AS berdo’a kepada Allah supaya Dia berkenan menjadikan kota Mekah sebagai kota yang aman dan tempat menetap. Hal itu karena ketakutan dan kekacauan dapat menghalangi umat manusia dari menunaikan ibadat haji mereka. Kemudian itu diiringi dengan permintaan lain, di dalamnya Nabi Ibrahim AS memohon kepada Tuhannya supaya dia dan anak cucunya dijauhkan dari menyembah berhala-berhala. Itu karena dia mengetahui bahaya penyembahan kepada berhala-berhala itu dan tergodanya umat manusia oleh berhala- berhala tadi.

Hadits Rasulullah SAW:

Perkara yang paling aku takutkan atas kamu adalah syirik asgar, lalu beliau ditanya tentang syirik asgar (kecil) itu. Maka jawabnya : Riya.

Nabi SAW memberitahukan kepada kita dalam hadits ini bahwa beliau khawatir atas kita. Dan yang paling banyak dikhawaitrkan oleh beliau atas kita adalah syirik asgar. Itu karena Nabi SAW mempunyai sifat penuh kasih sayang kepada umatnya; Nabi SAW sangat menginginkan apa yang dapat meperbaiki ihwal mereka; dan karena Nabi SAW mengetahui kekuatan penyebab-penyebab syirik asgar, yaitu riya dan banyak faktor pendorongnya. Maka barangkali riya itu mencampuri akidah kaum muslimin, di mana mereka tidak menyadarinya, maka riya itu merugikan mereka. Oleh karena itu, Nabi SAW memperingatkan mereka tentang bahaya riya itu.

Hadits Rasulullah SAW:

Dari Ibnu mas’ud RA sesunggunya Rasulullah telah bersabda: Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyembah selain Allah, maka ia masuk neraka.
(HR Bukhari).

Dalam hadits ini, Nabi SAW memberitahukan kepada kita bahwa orang yang memperlakukan sesuatu yang menjadi sifat khusus Allah kepada selain-Nya dan ia mati dalam keadaan terus-menerus demikian, maka tempat kembalinya adalah neraka.

Hadits Rasulullah SAW:

Barangsiapa yang bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mepersekutukan-Nya dengan sesuatu- pun, maka ia masuk surga. Dan barangsiapa yang bertemu dengan-Nya dalam keadaan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu (dalam keadaan musy- rik), maka ia masuk neraka (HR Muslim).

Dalam hadits ini Nabi SAW memberitahukan kepada kita bahwa orang yang mati dalam keadaan tidak musyrik dalam rububiyah-Nya, uluhiyah-Nya, asma-Nya, dan sifat-sifat-Nya, maka ia akan masuk surga. Dan jika ia mati dalam keadaan musyrik, maka ia akan masuk neraka.