Apa perbedaan film horor dan film thriller?

Terkadang para penonton sering merasa binggung membedakan antara film triller dan film horor, karena terkadang terdapat beberapa film yang digabungkan antara dua genre tersebut.

  1. Tema Cerita
    Ada satu perbedaan mendasar antara horor dan thriller, yakni temanya. Tema pada cerita ber-genre horor biasanya berkisar pada dunia supernatural, cerita mitos, atau urban legend. Lain halnya dengan thriller. Tema-tema cerita thriller biasanya seputar kehidupan yang lebih realistis, seperti kasus pembunuhan, gangguan kejiwaan, misteri, mata-mata, atau bahkan teori konspirasi. Perbedaan yang mendasar dari kedua film ini adalah temanya. Film horror biasanya memiliki tema-tema tentang dunia supernatural, atau bahkan monster-monster yang menjadi legenda di suatu tempat. Intinya, tujuan utama dari film horror adalah ketakutan para penonton ketika menyaksikan film ini. Lain halnya dengan thriller. Tujuan utama thriller adalah menghadirkan suasana tegang di antara para penonton. Oleh karena itu, tema yang disajikan kebanyakan adalah tema misteri, mata-mata, atau bahkan teori konspirasi. Nggak jarang kalo film thriller biasanya membawa kamu sebagai seorang detektif yang sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan

  2. Plot Cerita
    Dari segi plot, biasanya thriller cenderung lebih cerdas, twist, dan memiliki plot yang lebih baik dibanding horor. Akan tetapi, horor biasanya lebih mudah diprediksi ceritanya dibandingkan cerita dengan thriller. Dalam film horror, nggak ada yang namanya pertarungan antara protagonist dan antagonist. Yang ada cuma pertemuan di antara keduanya dalam situasi yang menakutkan. Antagonis, yang biasanya monster atau hantu, terkadang malah sering muncul pada waktu-waktu tertentu. Sedangkan dalam film thriller, pertarungan antara protagonist dan antagonist sangatlah penting adanya. Biasanya, peran antagonist dalam film thriller sering muncul sebagai seseorang yang lebih kuat atau pintar dari protagonist sehingga sulit untuk dikalahkan. Beberapa film bahkan membuat sang antagonist sangat kuat sehingga harus dikalahkan dengan cara-cara yang nggak terduga sebelumnya.

  3. Tujuan Cerita
    Jika genre horor akan membuatmu merasa merinding karena ketakutan akan kejadian-kejadian tak masuk akal, maka lain halnya dengan thriller. Thriller, dengan berbagai ketegangan yang disuguhkannya, mampu membuat kamu bergidik ngeri sekaligus tegang. Sederhananya, cerita dengan genre horor dibuat untuk menghadirkan rasa takut, sementara thriller bertujuan untuk membuat penontonnya tegang dan terpacu adrenalinnya.

  4. Pesan Film
    Genre horor pada umumnya memiliki cerita yang kurang realistis dibanding thriller. Oleh karena itu, unsur pesan pada cerita biasanya disajikan tidak begitu mendalam. Pasalnya, cerita dengan genre horor lebih menekankan pada ketakutan pada penontonnya. Sementara itu, dari sisi cerita thriller biasanya lebih berat. Umumnya lebih menekankan kepada pesan moral, seperti masalah ideologi atau bahkan kesadaran dan keadilan moral.
    Film horror biasanya nggak ada pesannya, alias pesannya nggak terlalu dalam. Hal ini dikarenakan film horror lebih menekankan pada ketakutan para penontonnya. Jadi, pesan moral dalam film nggak seberapa diperhatikan. Sedangkan film thriller biasanya lebih menekankan ke pesan moralnya. Terkadang sih masalah ideologi atau bahkan kesadaran akan keadilan dan moral. Jadi, isi dalam film thriller lebih berat dari film horror.

Referensi

http://loop.co.id/articles/ini-dia-bedanya-film-horror-sama-thriller

https://kumparan.com/tutur-literatur/horor-dan-thriller-apa-bedanya