Apa perbedaan antara Quantitative dan Qualitative Risk Analysis?

Quantitative Risk Analysisadalah proses memberikan perkiraan numerik dari efek keseluruhan risiko pada tujuan proyek ketika semua risiko dianggap secara bersamaan. Perkiraan numerik biasanya dalam hal jadwal dan biaya. Daftar risiko yang diprioritaskan yang dibuat dalam proses QLRA diperbarui lebih lanjut dalam proses QTRA, berdasarkan perkiraan numerik.

Quantitative Risk Analysis

Analisis risiko kuantitatif adalah analisis lebih lanjut dari risiko prioritas tertinggi selama penilaian numerik atau kuantitatif untuk mengembangkan analisis probabilistik proyek.

Analisis kuantitatif:

  • mengkuantifikasi hasil yang mungkin untuk proyek dan menilai kemungkinan mencapai tujuan proyek tertentu
  • memberikan pendekatan kuantitatif untuk membuat keputusan ketika ada ketidakpastian
  • Menciptakan biaya, jadwal atau cakupan target yang realistis dan dapat dicapai

Untuk melakukan analisis risiko kuantitatif, kita akan memerlukan data berkualitas tinggi, model proyek yang dikembangkan dengan baik, dan daftar risiko proyek yang diprioritaskan (biasanya dari melakukan analisis risiko kualitatif)

Qualitative Risk Analysis

Analisis risiko kualitatif memprioritaskan risiko proyek yang diidentifikasi menggunakan skala penilaian yang ditentukan sebelumnya. Risiko akan dinilai berdasarkan probabilitas atau kemungkinan terjadinya dan dampak pada tujuan proyek seandainya terjadi.

Probabilitas / kemungkinan biasanya peringkat pada skala nol ke satu (misalnya, 0,3 menyamakan dengan probabilitas 30% dari peristiwa risiko yang terjadi).

Skala dampak didefinisikan secara organisasional (misalnya, skala satu sampai lima, dengan lima menjadi dampak tertinggi pada tujuan proyek - seperti anggaran, jadwal, atau kualitas).

Analisis risiko kualitatif juga akan memasukkan kategorisasi risiko yang tepat, baik berbasis sumber atau berbasis efek.

(sumber : https://www.linkedin.com/pulse/20141031182605-36477877-qualitative-vs-quantitative-risk-analysis)

Analisis Risiko Kuantitatif adalah analisis lanjutan (setelah kualitatif) atas risiko-risiko dengan prioritas paling tinggi, dimana mereka diberikan peringkat numerik atau kuantitatif untuk mengembangkan analisis probabilitas dari proyek.

Dalam melakukan analisis risiko secara kuantitatif, dibutuhkan data dengan kualitas tinggi, model proyek yang baik dan daftar risiko proyek terprioritasisasi.

Adapun hal-hal yang dilakukan dalam analisis kuantitatif adalah :

  • Mengkuantifikasi keluaran yang mungkin untuk proyek dan menilai kemungkinan untuk mencapai objektif proyek yang spesifik
  • Menyediakan pendekatan kuantitatif untuk membuat keputusan ketika ada ketidakpastian
  • Membuat biaya, jadwal atau cakupan yang realistis dan dapat dicapai

Kemuian Penilaian Risiko Kuantitatif merupakan metodologi kuantitatif yang memperkirakan risiko, sesuai dengan parameternya masing-masing. Jika analisis risiko lebih berorientasi kepada proyek, maka penilaian risiko ini merujuk kepada keadaan keuangan.

Penilaian risiko kuantitatif merupakan penggunaan data yang terukur dan objektif untuk menentukan nilai aset, kemungkinan kerugian dan risiko-risiko lain yang masih berhubungan. Dimana perhitungannya melibatkan perhitungan single loss expectancy dari suatu nilai moneter dari suatu aset.

Referensi 1
Referensi 2
Referensi 3

Perbedaan mendasar antara kedua metode analisis risiko yaitu analisis risiko kualitatif menggunakan skala deskriptif atau relatif untuk mengukur kemungkinan terjadinya suatu risiko dalam proyek, sedangkan analisis risiko kuantitatif menggunakan skala numerik.

Jika analisis kualitatif akan menggunakan skala “Rendah, Sedang, Tinggi” untuk menunjukkan kemungkinan terjadinya risiko. Sedangkan untuk analisis kuantitatif akan menentukan kemungkinan setiap risiko yang terjadi. Misalnya, risiko A memiliki peluang 70% untuk terjadi, dan risiko B memiliki 17% peluang terjadi, dan seterusnya.

Referensi :

Berikut adalah yang terjadi pada proses analisis risiko kualitatif :

  • Melakukan proses analisis risiko kualitatif mempertimbangkan semua risiko yang diidentifikasi dalam proses mengidentifikasi risiko.
  • Melakukan proses analisis risiko kualitatif tidak menganalisis risiko secara matematis untuk mengidentifikasi probabilitas dan distribusi, tetapi input stakeholder yang digunakan untuk menilai probabilitas dan dampak.
  • Menilai risiko individu dengan menetapkan peringkat numerik probabilitas dan dampak, biasanya peringkat 0 hingga 1 digunakan di mana 1 menunjukkan tingat tertinggi.
  • Melakukan proses analisis risiko kualitatif biasanya diterapkan di sebagian besar proyek.

Sedangkan pada proses analisis kuantitatif risiko yaitu :

  • Melakukan proses analisis risiko kuantitatif hanya mempertimbangkan risiko yang ditandai untuk analisis lebih lanjut dalam melakukan proses analisis risiko kualitatif. Ini adalah risiko yang berdampak tinggi pada tujuan proyek.
  • Melakukan analisis risiko kuantitatif menggunakan distribusi probabilitas untuk mengkarakterisasi risiko probabilitas dan dampak, juga menggunakan model proyek (misalnya jadwal, perkiraan biaya), alat matematika dan simulasi untuk menghitung probabilitas dan dampak.
  • Memprediksi kemungkinan hasil proyek dalam bentuk uang atau waktu berdasarkan efek gabungan dari risiko, memperkirakan kemungkinan pencapaian target dan kemungkinan yang diperlukan untuk mencapai tingkat kenyamanan yang diinginkan.
  • Melakukan proses analisis risiko kuantitatif tidak dapat diterapkan pada banyak proyek yang sederhana atau cukup kompleks.

https://www.izenbridge.com/blog/differentiating-quantitative-risk-analysis-and-qualitative-risk-analysis/

Sebelum kita masuk ke perbedaan antara analisis risiko kuantitatif dan kualitatif, kita wajib memahami bagaimana analisis risiko dilakukan dalam proyek. Hal yang pertama dilakukan adalah menganalisis risiko pada daftar risiko yang diidentifikasi sebelumnya. Mungkin kita sadari bahwa tidak perlu memperhitungkan seluruh risiko karena beberapa risiko mungkin berdampak rendah. Hal ini mengarahkan kita pada risiko diurutkan berdasarkan dampak dan kemungkinannya dan dengan demikian Anda dapat mengurus yang memiliki risiko tinggi. Perbedaan qualitative dengan quantitative adalah cara melakukannya.

Dengan melakukan Analisis Risiko Kualitatif:

  1. Mengidentifikasi (atau menandai) risiko untuk analisis lebih lanjut.
  2. Mengidentifikasi tindakan untuk sisa risiko berdasarkan efek gabungan dari kemungkinan terjadinya dan berdampak pada tujuan proyek.

Sedangkan, dengan melakukan Analisis Risiko Kuantitatif:

  1. Analisis ini hanya dilakukan pada risiko yang ditandai untuk analisis lebih lanjut dengan melakukan proses Analisis Risiko Kualitatif
  2. Mengidentifikasi “efek dari risiko yang teridentifikasi pada keseluruhan tujuan proyek.”

Secara detail :

Sumber

https://www.izenbridge.com/blog/differentiating-quantitative-risk-analysis-and-qualitative-risk-analysis/

Faktor yang ada pada Qualitative Risk Management ialah harus dilakukan, Subjektif dan Cepat. Sedangkan pada Quantitative RIsk Management Optional, Subjektif, Membutuhkan waktu yang lama, Memberikan informasi yang lebih mendalam tentang kemungkinan menyelesaikan proyek sesuai jadwal dan sesuai anggaran, Perlu mengembangkan cadangan kontingensi.

Sumber:
http://projectriskcoach.com/perform-qualitative-risk-analysis/

Pertama-tama kita harus melakukan Qualitative Risk Analysis analisis terlebih dahulu, karena kita harus mengetahui tingkat probabilitas dan besar dampak dari risiko-risiko yang ada. Setelah diberikan peringkat, barulah kita lakukan Quantitative Risk Analysis dengan menghitung seberapa besar keuntungan/kerugian yang muncul akibat adanya risiko itu.

Singkatnya, Qualitative memberikan gambaran umum untuk risiko, sementara Quantitative memberikan data statistik mengenai dampak dari risiko tersebut.

Qualitative risk analysis adalah proses memprioritaskan risiko suatu proyek untuk melakukan analisis atau tindakan lebih lanjut dengan menilai kemungkinan terjadinya, dampaknya yang terjadi serta karakteristik lainnya.
Qualitative risk analysis digunakan untuk :

  1. Melakukan identifikasi risiko untuk melakukan analisis lebih lanjut
  2. Melakukan identifikasi risiko yang tersisa berdasarkann efek gabungan kejadian, kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang memiliki dampak terhadap tujuan proyek

Quantitative risk analysis adalah proses menganalisis yang dilakukan secara numerik dari risiko pada suatu proyek yang teridentifikasi pada suatu risiko dan sumber yang tidak pasti lainnya pada keseluruhan tujuan proyek.
Quantitative risk analysis digunakan untuk :

  1. Analisi ini hanya dilakukan terhadap risiko yang sudah ditandai untuk dilakukan analisis lebih lanjut setelah melakukann qualitative risk analysis
  2. Melakukan identifikasi risiko terhadap efek dari sebuah risiko yang teridentifikasi pada keseluruhan tujuan proyek

Sumber : https://www.izenbridge.com/blog/differentiating-quantitative-risk-analysis-and-qualitative-risk-analysis/

Aspek Kuantitatif

Metode analisis kuantitatif (quantitative analysis method), yaitu metode analisis risiko yang menggunakan angka numerik untuk menyatakan dampak dan probabilitas. Pada dokumen information assurance CS498SH (2006), menjelaskan bahwa pada pendekatan kuantitatif, dilakukan dengan enam proses penting, meliputi:

  1. Identifikasi nilai aset (asset value)
  2. Penentuan ancaman, kelemahan (vulnerability) dan dampak
  3. Perkiraan kecenderungan terjadi (likelihood of exploitation).
  4. Perhitungan Annual Loss Exposure (ALE)
  5. Peninjauan (survey) penggunaan kontrol dan biayanya
  6. Pelaksanaan project untuk implementasi kontrol

Berikut ini adalah penjelasan dari enam proses pada analisis risiko dengan pendekatan kuantitatif:

  • Identifikasi nilai aset: ialah nilai moneter yang dimiliki aset, berdasarkan actual cost, atau biaya pengganti dari aset tersebut. (asset value).

  • Penentuan ancaman, kelemahan dan dampak: ialah mengetahui frekuensi ancaman (threat frequency) yang pernah terjadi, analisis terhadap kelemahan (vulnerability analysis), dan perhitungan dampak (impact analysis).

    • Threat Frequency (ARO): mengetahui seberapa sering ancaman terjadi, yang disebut dengan Annual Rate Occurance (ARO), contoh: kebakaran besar 1 dalam 40 tahun, system crash 1 dalam 6 bulan.

    • Vulnerability Analysis (EF): mengetahui pontensi kehilangan aset, yang disebut Exposure factor (EF), yang merupakan presentase kehilangan akibat ancaman yang terjadi terhadap aset.

    • Impact Analysis (SLE dan ALE): melakukan perhitungan terhadap dampak dari kejadian gangguan keamanan, yang terkait dengan Single Loss Expectancy (SLE), yaitu nilai moneter yang akan hilang pada satu kali kejadian gangguan keamaan informasi.

  • Perhitungan Annual Loss Exposure (ALE), yaitu nilai moneter yang akan hilang karena gangguan keamanan terhadap aset, pada jangka waktu satu tahun.

Aspek Kualitatif

Metode analisis kualitatif (qualitative analysis method), yaitu metode analisis risiko yang menggunakan tabulasi berdasarkan penilaian deskriptif (tinggi, sedang atau rendah). Pendekatan kualitatif melakukan analisis terhadap potensi dampak yang dapat terjadi akibat ancaman dari gangguan dan kelemahan, yang akan dinilai dengan skala tinggi, menengah dan rendah.

Thomas R. Peltier (2001), dalam bukunya yang berjudul “Information Security Risk Anaysis”, menjelaskan tahapan pada analisis risiko secara kualitatif, dalam sepuluh proses, meliputi:

  1. Identifikasi batasan analisis (scope)
  2. Pembentukan tim.
  3. Identifikasi ancaman
  4. Prioritas ancaman berdasarkan aset
  5. Dampak kehilangan
  6. Rekapitulasi ancaman, dampak dan risiko
  7. Identifikasi kontrol dan pengamanan
  8. Analisis cost-benefit
  9. Level kontrol
  10. Sosialisasi hasil analisis

Penjelasan dari sepuluh proses analisis risiko kualitatif, sebagai berikut:

  • Identifikasi batasan analisis: proses ini akan dilakukan penentuan fokus masalah yang akan diselesaikan.

  • Pembentukan tim: pada proses ini akan dilakukan pembentukan tim yang bisa terdiri dari para ahli, pihak managemen dan pengguna.

  • Identifikasi ancaman: pada proses ini akan dilakukan pendaftaran beberapa ancaman, berdasarkan hasil observasi dan tanya jawab, sehingga dapat diketahui ancaman dan kelemahan yang menyebabkannya.

  • Prioritas ancaman berdasarkan aset: pada proses ini memperhatikan ancaman yang memiliki kecenderungan terjadi dinilai rendah, menengah atau tinggi.

  • Dampak kehilangan: berdasarkan identifikasi dampak kehilangan, maka dapat dinilai level dampaknya, yang dinilai dengan rendah, menengah dan tinggi.

  • Rekapitulasi ancaman, dampak dan risiko: pada proses ini akan dilakukan rekapitulasi level ancaman, dampak dan faktor risiko.

  • Identifikasi kontrol/pengamanan: pada proses ini akan dilakukan identifikasi kontrol dan alat pengamanan yang akan dipilih berdasarkan ancaman.

  • Sosialisasi hasil analisis: melakukan pembuatan executive summary, yang melaporkan keseluruhan hasil analisis risiko yang dilakukan.

Proses pada analisis risiko kualitatif memiliki fungsi yang sama seperti proses pada analisis risiko, sebagai contoh penilaian dampak kehilangan yang dilakukan pada analisis risiko kualitatif, sama dengan tahap analisis dampak pada penilain risiko, tetapi tahap analisis cost-benefit tidak terdapat pada analisis risiko, karena analisis tersebut ada pada tahapan risk mitigation

Analisis Risiko Kualitatif
Analisis risiko kualitatif memprioritaskan risiko proyek yang diidentifikasi menggunakan skala penilaian yang ditentukan sebelumnya. Risiko akan dinilai berdasarkan probabilitas atau kemungkinan terjadinya dan dampak pada tujuan proyek seandainya terjadi.

Probabilitas / kemungkinan biasanya peringkat pada skala nol ke satu (misalnya, 0,3 menyamakan dengan probabilitas 30% dari peristiwa risiko yang terjadi).

Skala dampak didefinisikan secara organisasional (misalnya, skala satu sampai lima, dengan lima menjadi dampak tertinggi pada tujuan proyek - seperti anggaran, jadwal, atau kualitas).

Analisis risiko kualitatif juga akan memasukkan kategorisasi risiko yang tepat, baik berbasis sumber atau berbasis efek.

Analisis Risiko Kuantitatif
Analisis risiko kuantitatif adalah analisis lebih lanjut dari risiko prioritas tertinggi selama penilaian numerik atau kuantitatif untuk mengembangkan analisis probabilistik proyek.

Analisis kuantitatif:

  • Mengkuantifikasi hasil yang mungkin untuk proyek dan menilai kemungkinan mencapai tujuan proyek tertentu
  • Menyediakan pendekatan kuantitatif untuk membuat keputusan ketika ada ketidakpastian
  • Menciptakan biaya, jadwal atau cakupan target yang realistis dan dapat dicapai
  • Untuk melakukan analisis risiko kuantitatif, Anda akan membutuhkan data berkualitas tinggi, model proyek yang dikembangkan dengan baik, dan daftar risiko proyek yang diprioritaskan (biasanya dari melakukan analisis risiko kualitatif)

  • Analisa Kualitatif : Qualitative Risk Analysis meliputi kemungkinan berdasarkan pengaruh dan risiko yang terjadi. Metode Analisis Kualitatif merupakan metode analisis risiko yang menggunakan tabulasi berdasarkan penilaian yang bersifat deskriptif (tinggi, sedang atau rendah). Pendekatan kualitatif melakukan analisis terhadap potensi dampak yang dapat terjadi akibat ancaman dari gangguan dan kelemahan, yang akan dinilai dengan skala tinggi, menengah dan rendah.

  • Analisa Kuantitatif : Quantitative Risk Analysis sebuah metode analisis risiko yang menggunakan angka numerik untuk menyatakan dampak dan probabilitas. Pada dokumen Information Assurance CS498SH (2006), menjelaskan bahwa pendekatan kuantitatif, dilakukan dengan enam buah proses penting, meliputi :

    1. Identifikasi Nilai aset (asset value)
    2. Penentuan ancaman, kelemahan vulnerability dan dampaknya
    3. Perkiraan kecenderungan terjadi (likehood of exploitation)
    4. Perhitungan Annual Loss Exposure (ALE)
    5. Peninjauan (survey) penggunaan kontrol dan biaya
    6. Pelaksanaan project untuk implementasi kontrol

Referensi : https://www.coursehero.com/file/p3sj7ngn/berpengaruh-terhadap-sumber-daya-dan-bisnis-yang-berjalan-sehingga-resiko-yang/

:herb: Qualitative risk analysis VS Quantitative risk analysis :herb:

Qualitative risk analysis
Analisis risiko kualitatif secara umum harus dilakukan pada semua risiko, untuk semua proyek, analisis risiko kuantitatif memiliki penggunaan yang lebih terbatas, berdasarkan jenis proyek, risiko proyek, dan ketersediaan data yang akan digunakan untuk melakukan analisis kuantitatif.

Analisis risiko kualitatif memprioritaskan risiko proyek yang diidentifikasi menggunakan skala penilaian yang ditentukan sebelumnya. Risiko akan dinilai berdasarkan probabilitas atau kemungkinan terjadinya dan dampak pada tujuan proyek seandainya terjadi.

Probabilitas / kemungkinan biasanya peringkat pada skala nol ke satu (misalnya, 0,3 menyamakan dengan probabilitas 30% dari peristiwa risiko yang terjadi).

Skala dampak didefinisikan secara organisasional (misalnya, skala satu sampai lima, dengan lima menjadi dampak tertinggi pada tujuan proyek - seperti anggaran, jadwal, atau kualitas).

Analisis risiko kualitatif juga akan memasukkan kategorisasi risiko yang tepat, baik berbasis sumber atau berbasis efek.

Quantitative risk analysis
Analisis risiko kuantitatif adalah analisis lebih lanjut dari risiko prioritas tertinggi selama penilaian numerik atau kuantitatif untuk mengembangkan analisis probabilistik proyek.

Analisis kuantitatif:

  • Mengkuantifikasi hasil yang mungkin untuk proyek dan menilai kemungkinan mencapai tujuan proyek tertentu
  • Menyediakan pendekatan kuantitatif untuk membuat keputusan ketika ada ketidakpastian
  • Menciptakan biaya, jadwal atau cakupan target yang realistis dan dapat dicapai

Untuk melakukan analisis risiko kuantitatif, Anda akan memerlukan data berkualitas tinggi, model proyek yang dikembangkan dengan baik, dan daftar risiko proyek yang diprioritaskan (biasanya dari melakukan analisis risiko kualitatif)

Berikut ini merupakan tabel perbedaan dari keduanya

Sumber:

Qualitative Risk Analysis:

  • Melakukan Proses Analisis Risiko Kualitatif mempertimbangkan semua risiko yang diidentifikasi dalam mengidentifikasi proses risiko.

  • Lakukan Proses Analisis Risiko Kualitatif tidak menganalisis risiko secara matematis untuk mengidentifikasi probabilitas dan distribusi, bukan input pemangku kepentingan (penilaian ahli) digunakan untuk menilai probabilitas dan dampak.

  • Menilai risiko individu dengan menetapkan peringkat probabilitas dan dampak numerik, biasanya peringkat 0 hingga 1 digunakan di mana 1 menunjukkan tinggi.

  • Lakukan proses Analisis Risiko Kualitatif yang diterapkan di sebagian besar proyek.

Quantitative Risk Analysis:

  • Lakukan proses Analisis Risiko Kuantitatif hanya mempertimbangkan risiko yang ditandai untuk analisis lebih lanjut dalam Melakukan Proses Analisis Risiko Kualitatif. Ini adalah risiko yang berdampak tinggi pada tujuan proyek.

  • Lakukan Analisis Risiko Kuantitatif menggunakan distribusi probabilitas untuk mengkarakterisasi probabilitas dan dampak risiko, dengan menggunakan model proyek (misalnya Jadwal, perkiraan biaya), alat matematika dan simulasi untuk menghitung probabilitas dan dampak.

  • Memprediksi kemungkinan hasil proyek dalam bentuk uang atau waktu berdasarkan efek gabungan dari risiko, ini memperkirakan kemungkinan pencapaian target dan kemungkinan yang diperlukan untuk mencapai tingkat kenyamanan yang diinginkan.

  • Lakukan Proses Analisis Risiko Kuantitatif tidak dapat diterapkan pada banyak proyek yang sederhana atau cukup kompleks.

Metode analisis kualitatif (qualitative analysis method), yaitu metode analisis risiko yang menggunakan tabulasi berdasarkan penilaian deskriptif (tinggi, sedang atau rendah). Pendekatan kualitatif melakukan analisis terhadap potensi dampak yang dapat terjadi akibat ancaman dari gangguan dan kelemahan, yang akan dinilai dengan skala tinggi, menengah dan rendah.

Thomas R. Peltier (2001), dalam bukunya yang berjudul “Information Security Risk Anaysis”, menjelaskan tahapan pada analisis risiko secara kualitatif, dalam sepuluh proses, meliputi :

  1. Identifikasi batasan analisis (scope)
  2. Pembentukan tim.
  3. Identifikasi ancaman
  4. Prioritas ancaman berdasarkan aset
  5. Dampak kehilangan
  6. Rekapitulasi ancaman, dampak dan risiko
  7. Identifikasi kontrol dan pengamanan
  8. Analisis cost-benefit
  9. Level kontrol
  10. Sosialisasi hasil analisis

Metode analisis kuantitatif (quantitative analysis method), yaitu metode analisis risiko yang menggunakan angka numerik untuk menyatakan dampak dan probabilitas. Pada dokumen information assurance CS498SH (2006), dijelaskan bahwa pada pendekatan kuantitatif, dilakukan dengan enam proses penting, meliputi :

  1. Identifikasi nilai aset (asset value)
  2. Penentuan ancaman, kelemahan (vulnerability) dan dampak
  3. Perkiraan kecenderungan terjadi (likelihood of exploitation).
  4. Perhitungan Annual Loss Exposure (ALE)
  5. Peninjauan (survey) penggunaan kontrol dan biayanya
  6. Pelaksanaan project untuk implementasi kontrol

Qualitative Risk Analysis
Memprioritaskan risiko proyek yang diidentifikasi menggunakan skala penilaian yang telah ditentukan sebelumnya. Risiko akan dinilai berdasarkan probabilitas atau kemungkinan terjadinya serta dampak pada tujuan proyek seandainya terjadi. Analisis risiko kualitatif juga akan memasukkan kategorisasi risiko yang tepat, baik berbasis sumber atau berbasis efek. Analisis risiko kualitatif secara umum harus dilakukan pada semua risiko dan untuk semua proyek.

Ciri dari Analisis Risiko menggunakan metode Kualitatif antara lain :

  1. Tingkat risiko
  2. Evaluasi subjektif kemungkinan dan dampak.
  3. Cepat dan mudah dilakukan.
  4. Tidak diperlukan perangkat lunak atau alat khusus.

Quantitative Risk Analysis

Untuk melakukan analisis risiko kuantitatif, membutuhkan data berkualitas tinggi, model proyek yang dikembangkan dengan baik, serta daftar risiko proyek yang diprioritaskan (biasanya dari melakukan analisis risiko kualitatif). Analisis risiko kuantitatif memiliki penggunaan yang lebih terbatas, berdasarkan jenis proyek, risiko proyek, dan ketersediaan data yang akan digunakan untuk melakukan analisis kuantitatif.

Ciri dari Analisis Risiko menggunakan metode Kuantitatif antara lain :

  1. Tingkat proyek.
  2. Perkiraan waktu dan biaya probabilistik.
  3. Memakan waktu.
  4. Mungkin memerlukan alat khusus.

Sumber :
https://www.linkedin.com/pulse/20141031182605-36477877-qualitative-vs-quantitative-risk-analysis

PMBOK® Guide Sixth Edition mendefinisikan Perform Qualitative Risk sebagai “Proses memprioritaskan risiko proyek individu untuk analisis atau tindakan lebih lanjut dengan menilai kemungkinan terjadinya dan dampaknya serta karakteristik lainnya.”. Sehingga, dengan melakukan Analisis Risiko Kualitatif, kita dapat :

  • Mengidentifikasi (atau menandai) risiko untuk analisis lebih lanjut.

  • Mengidentifikasi tindakan untuk sisa risiko berdasarkan efek gabungan dari kemungkinan terjadinya dan berdampak pada tujuan proyek.

Sedangkan untuk kuantitatif, PMBOK® Guide Sixth Edition mendefinisikan Analisis Kuantitatif kuantitatif sebagai “Proses menganalisis secara numerik efek gabungan dari risiko proyek individu yang teridentifikasi dan sumber ketidakpastian lainnya pada keseluruhan tujuan proyek.”. Dengan Melakukan Analisis Risiko Kuantitatif :

  • Analisis ini hanya dilakukan pada risiko yang ditandai untuk analisis lebih lanjut dengan melakukan proses Analisis Risiko Kualitatif

  • Mengidentifikasi “efek dari risiko yang teridentifikasi pada keseluruhan tujuan proyek.”

Untuk perbedaan lebih detailnya, sebagai berikut :

  1. Melakukan Proses Analisis Risiko Kualitatif mempertimbangkan semua risiko yang diidentifikasi dalam mengidentifikasi proses risiko. Sedangkan pada metode Kuantitatif hanya mempertimbangkan risiko yang ditandai untuk analisis lebih lanjut dalam Perform Qualitative Risk. Ini adalah risiko yang berdampak tinggi pada tujuan proyek.

  2. Melakukan Perform Qualitative Risk Analysis tidak menganalisis risiko secara matematis untuk mengidentifikasi probabilitas dan distribusi, bukan input stakeholder (penilaian ahli) digunakan untuk menilai probabilitas dan dampak. Sedangkan Analisis Risiko Kuantitatif menggunakan distribusi probabilitas untuk mengkarakterisasi probabilitas dan dampak risiko, juga menggunakan model proyek (misalnya Jadwal, perkiraan biaya), alat matematika dan simulasi untuk menghitung probabilitas dan dampak.

  3. metode kualitatif menilai risiko individu dengan menetapkan peringkat probabilitas dan dampak numerik, biasanya peringkat 0 hingga 1 digunakan di mana 1 menunjukkan tinggi. Sedangkan kuantitatif memprediksi kemungkinan hasil proyek dalam bentuk uang atau waktu berdasarkan efek gabungan dari risiko, ini memperkirakan kemungkinan pencapaian target dan kemungkinan yang diperlukan untuk mencapai tingkat kenyamanan yang diinginkan.

  4. Proses Analisis Risiko Kualitatif biasanya diterapkan di sebagian besar proyek. Sedangkan Proses Analisis Risiko Kuantitatif tidak dapat diterapkan pada banyak proyek yang sederhana atau cukup kompleks. Kita mungkin tidak menemukan penggunaannya dalam proyek perangkat lunak.

Sumber : Izenbridge