Apa perbedaan antara Al-Qur'an dan Injil?

Ditinjau dari bahasa, Al Qur’an berasal dari bahasa arab, yaitu bentuk jamak dari kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a - yaqra’u - qur’anan yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca berulang-ulang. Apa perbedannya dengan kitab injil?

ALKITAB

  • Allah tidak pernah menurunkan perintah kepada para Nabi Alkitab untuk menulis hasil pembicaraan diriNya dengan para Nabi, di dalam media apapun.

  • Oleh karena itu pun para Nabi (baik Nabi-Nabi Perjanjian Lama mau pun Perjanjian Baru) itu tidak pernah menulis ayat-ayat Alkitab.

  • Maka dengan demikian, terjadi penulisan Alkitab dilakukan oleh orang-orang yang sampai sekarang pun dunia tidak mengetahuinya. Sampai sekarang, Dunia tidak pernah mengetahui siapa yang menulis ayat-ayat Alkitab tersebut.

  • Dan pada akhirnya, penulisan ayat-ayat Alkitab itu pun terjadinya ratusan tahun setelah wafatnya Nabi-Nabi Tuhan.

  • Setelah menjadi TERTULIS dan berbentuk kitab suci, Alkitab mendapat perlakuan yang amat keji, di mana mushaf Alkitab ini di-eksklusif-kan, yaitu bahwa hanya orang tertentu dan sedikit orang yang diijinkan untuk menyentuh mushaf Alkitab ini. Demikian juga, hanya orang-orang dengan ijin khusus saja yang diperbolehkan melantunkan ayat-ayat Alkitab ini. Manusia awam SUNGGUH TERLARANG untuk memegang dan melantunkan ayat-ayat dari Alkitab. Singkat kata, sirkulasi mushaf Alkitab terbatas di kalangan kuil saja. Kenyataan ini, tentunya membawa konsekwensi logis lainnya yaitu munculnya peluang besar untuk terjadinya korupsi atau pun pemelintiran ayat / ajaran. Sempitnya sirkulasi akan selalu berarti telah TERJADI KETIDAK-TRANSPARAN atas suatu objek yang nilainya hanya dilihat dari keotentikannya.

AL QURAN

  • Ketika Allah menurunkan firmanNya kepada Nabi Muhammad Saw, Allah juga menurunkan perintah kepada Nabi Muhammad untuk menuliskan ayat tersebut ke atas media mana saja. Allah sendirilah Yang perintahkan Nabi Muhammad saw untuk menuliskan ayat-ayat Alquran, disaksikan oleh para sahabat. Dunia pun mengakui hal itu.

  • Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw sendirilah yang menulis ayat-ayat Alquran. Sejarah pun mengakuinya. Itulah sebabnya Muhammad mempunyai sekretaris untuk menuliskan ayat-ayat Alquran.

  • Maka dengan demikian, yang menulis semua ayat Alquran, adalah orang-orang / nama-nama yang kita semua mengetahuinya. Mereka adalah Nabi Muhammad sendiri, dan para sahabatnya.

  • Terakhir, jelaslah, bahwa Alquran itu sendiri ditulis pada masa kenabian Muhammad sendiri, bukan ratusan tahun setelah wafatnya sang Nabi Muhammad saw ….

  • Dan setelah Alquran menjadi suatu benda visual berbentuk mushaf, Alquran segera memiliki sirkulasi yang luas. Alquran tidak saja dikhususkan untuk satu kelompok sosial saja, melainkan dicairkan kepada semua lapisan masyarakat. Di luar itu, semua umat kala itu memang sudah di-desain untuk menghafal seluruh surah di dalam Alquran.Kenyataan ini, pada akhirnya membuat Alquran tidak dapat dikorupsi atau dipelintir oleh siapa pun, karena ayat demi ayat sudah dihafal oleh ribuan manusia. Artinya, setiap manusia penghafal ini secara alamiah akan bertindak sebagai PENGKOREKSI jika terdapat ayat yang tidak semestinya berada di sana.

Sumber : https://islamquranhadist.wordpress.com/2015/05/20/perbedaan-mendasar-al-kitab-dengan-al-quran/