© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa penyebab terjadinya Revolusi Perancis ?

Revolusi Perancis

Revolusi Perancis merupakan suatu periode sosial radikal dan pergolakan politik di Perancis yang memiliki dampak abadi terhadap sejarah Perancis, dan lebih luas lagi, terhadap Eropa secara keseluruhan. Monarki absolut yang telah memerintah Perancis selama berabad-abad runtuh dalam waktu tiga tahun. Rakyat Perancis mengalami transformasi sosial politik yang epik, dimana feodalisme, aristokrasi, dan monarki mutlak diruntuhkan oleh kelompok politik radikal sayap kiri, oleh massa di jalan-jalan, dan oleh masyarakat petani di perdesaan. Ide-ide lama yang berhubungan dengan tradisi dan hierarki monarki, aristokrat, dan Gereja Katolik digulingkan secara tiba-tiba dan digantikan oleh prinsip-prinsip baru; Liberté, égalité, fraternité (kebebasan, persamaan, dan persaudaraan).

Revolusi Perancis merupkaan sebuah masa peralihan politik dan sosial dalam sejarah Perancis. Peristiwa ini merupakan masa dalam sejarah Perancis antara tahun 1789 dan 1799 dimana golongan demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa gereja Katolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal.

Revolusi Perancis tidak terjadi begitu saja, tetapi mempunyai faktor-faktor penyebabnya yaitu sebab umum dan khusus.

Revolusi-Perancis1

Sebab UMUM


Ketidakadilan dalam bidang politik dan ekonomi

Masyarakat Perancis pada waktu itu terbagi atas 3 golongan. Golongan I terdiri atas kaum bangsawan dan raja yang bebas pajak bahkan berhak memungut pajak. Golongan II terdiri atas kaum agama (pendeta dan cendikiawan) yang bebas pajak dan mendapat uang (gaji) dari hasil pajak. Golongan III adalah rakyat biasa yang hanya menjadi objek pajak. Akibat pembagian golongan tersebut menjadikan rakyat Perancis tidak mendapatkan keadilan dalam berpolitik dan pelaksanaan perekonomian.

Kekuasaan Absolut Raja

Pemerintah Louis XIV bersifat monarki absolut, dimana raja dianggap selalu benar.
Semboyan Louis XIV adalah i’etat c’est moi (negara adalah saya).
Untuk mempertahankan seabsolutannya itu, ia mendirikan penjara Bastille. Penjara ini diperuntukan bagi siapa saja yang berani menentang keingianan raja. Penahanan juga dilakukan terhadap orang-orang yang tidak disenang raja. Mereka ditahan dengan surat penahanan tanpa sebab (Lettre du cas). Absolutisme Louis XIV tidak terkendali karena kekuasaan raja tidak dibatasi undang-undang.

Timbul Paham Baru

Revolusi-Perancis-400x316

Menjelang revolusi Perancis muncul ide-ide atau paham-paham baru yang intinya adalah memperjuangkan kebebasan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia. Paham-paham ini muncul akibat berbagai tekanan yang menyengsarakan rakyat mulai menimbulkan keinginan-keinginan untuk mencapai kebebasan.

Pengaruh Perang Kemerdekaan Amerika

Dalam perang kemerdekaannya dari inggris, Amerika dibantu oleh tentara sukarelawan Perancis yang dipimpin Lafayette. Mereka kemudian terpengaruh oleh napas kemerdekaan Amerika. Nilai-nilai perjuangan kemerdekaan Amerika seperti yang terangkum dalam naskah proklamasinya, Declaration of Independence (disampaikan oleh Thomas Jefferson), yaitu pengakuan atas hak-hak manusia. Akibat nilai-nilai perjuangan tersebut segera menjalar menjadi paham baru di Perancis.

Sebab KHUSUS


Sebab khusus terjadinya Revolusi Perancis adalah krisis keuangan yang melanda Negara Perancis. Krisis ini disebabkan karena pola hidup mewah Raja Louis XVI dan permaisurinya yang bernama Maria Antoinette yang menghambur-hamburkan keuangan negara. Akibat sikap tersebut permaisuri Maria Antoinette dikenal sebagai Madame Deficit. Selain itu juga krisis keuangan terjadi karena ternyata pada pemerintahan Raja Louis XVI mendapatkan warisan hutang dari Raja Louis XIV dan Louis XV yang menjadikan hutang negara menjadi menumpuk. Satu-satunya cara untuk mengatasi krisis keuangan ini adalah dengan cara memungut pajak dari kaum bangsawan, tetapi golongan bangsawan menolak dan menyatakan bahwa yang berhak menentukan pajak adalah rakyat. Akhirnya Raja memanggil Dewan Perwakilan Rakyat (Estat Generaux) untuk mengatasi masalah keuangan tersebut. Pada kenyataannya, Estat Generaux pun tidak dapat memecahkan permasalahan keuangan negara. Hal itu karena dalam persidangan terjadi pertentangan antara masing-masing golongan yang semuannya selalu berbicara untuk kepentingan golongannya masing-masing.

1 Like

Revolusi Prancis

  • Revolusi Perancis merupakan awal terwujudnya demokrasi di barat, dimana kebebasan hak individu dapat diraih. Dari masa kegelapan dimana sebuah otoritas tertinggi dipegang oleh para pejabat negara di gereja, yang memiliki kekuasaan dan hak-hak istimewa untuk menikmati jerih payah kaum kelas bawah, dimana banyak menimbulkan kekacauan terutama dari sektor perekonomian. Terkekangnya masyarakat kelas bawah atau yang disebut sebagai orang kelas tiga pada sebelum masa Revolusi Perancis, membuat berbagai pemberontakan yang menimbulkan jatuhnya korban jiwa akibat tidak adanya kebebasan yang dirasakan pada masa itu.

  • Pecahnya Revolusi Perancis pada 1879, mengobarkan imajinasi orang eropa. Baik pengikut maupun pengamat merasa bahwa mereka sedang hidup dalam suatu masa yang sangat penting. Diatas reruntuhan tatanan lama yang didirikan berlandaskan hak istimewa dan depotisme, suatu era baru sedang terbentuk yang berjanji mewujudkan cita-cita Pencerahan. Pembebasan ini membebaskan pemikiranmanusia dari takhayul dan tradisi, kemenangan kebebasan atas tirani dan pembentukan lembaga-lembaga keadilan. Tampak hak-hak dasar individu yang saat itu merupakan hal yang tabu, sekarang akan berkuasa di bumi, dan masa depan tampak begitu penuh harapan.

  • Revolusi Perancis merupakan sebuah masa peralihan politik dan sosial dalam sejarah Perancis. Pada saat itu, kaum demokrat dan para pendukung republikanisme bersatu menjatuhkan sistem pemerintahan monarki abosolut, yang dianggap terlalu kaku dan memberikan keistimewaan berlebih pada keluarga kerajaan dan golongan bangsawan. Hal tersebut di karenakan raja Louis XVI , hidup mewah dan memboroskan investasi atau harta kerajaan ketika sebagian besar rakyatnya hidup dalam kemiskinan. Lalu rakyat menghendaki pemerintahan yang memerhatikan hak-hak mereka. Dalam Revolusi Perancis, mereka menggunakan slogan *Persamaan, kebebasan, dan Persaudaraan atau Liberte, Egalite, Fraternite. Revolusi Perancis berakhir pada 1 november dengan dibubarkannya monarki absolut Perancis, yang diganti dengan bentuk negara monarkis terbatas dan selanjutnya menjadi republik.

hhh

Faktor-Faktor Revolusi

  • Sebab umum ( Kondisi politik yang semakin memburuk)
  1. Sistem pemerintahan monarki absolut yang diusung oleh Raja Louis menjadikan raja merasa berkuasa atas segalanya. Tak cukup sampai disitu kehidupan Raja Louis XVI yang dikenal akan royal terhadap gaya hidup serta wanita membuat rakyat selalu was-was dan curiga. Raja Louis XVI. Di lain sisi guna mempertahankan kekuasaan dan kehendaknya Raja Louis XVI mempersiapkan penjara bagi penentang kebijakan dan kehendak raja. Pada masa tersebut penjari dipenuhi oleh orang-orang yang berusaha mencari keadilan serta orang-orang yang tidak disenangi oleh raja. Anehnya lagi, mereka ditangkap dan dijerumuskan ke penjara tanpa adanya surat penahanan yang jelas. Kondisi politik ini yang nantinya akan memicu terjadinya revolusi perancis.

  2. Keadaan ekonomi dan kesewenang-wenangan raja
    Siapa yang tidak mengetahui bahwa gaya hidup mewah serta berfoya-foya dilingkungan kerajaan tidak membutuhkan dana dan pemasukan yang besar. Guna menanggung semua
    beban pengeluaran kerajaan tentu yang dilakukan adalah menarik pajak atau upeti tinggi kepada rakyat. Dilain sisi rakyat bawah yang merupakan tonggak dari seluruh kekuatan pemerintahan Perancis tengah mengalami krisis serta kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terlebih sistem pajak yang diterapkan oleh Raja Louis XVI
    sangat buruk bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi rakyat. Dalam sejarah Perancis disebutkan bahwa pada masa kekuasaan Raja Louis XVI pajak yang dibebankan kepada rakyat sangat besar dan banyak, diantaranya adalah pajak harus dibawayarkan kepada kerajaan, kaum bangsawan, serta kepada pihak gereja. Kondisi seperti ini diyakini menjadi salah satu pemicu terjadinya revolusi Perancis

  3. Kehidupan sosial
    Pada masa kekuasaan Raja Louis XVI kehidupan sosial masyarakat terbagi dalam beberapa strata atau golongan yakni golongan bangsawan, golongan ulama gereja, dan golongan rakyat biasa. Golongan bangsawan terdiri dari raja dan para pejabat kerajaan, mereka memiliki hak yang istimewa dibandingkan dengan golongan lain. Golongan bangsawan pajak atas pajak, yang lebih parah lagi mereka berhak memungut pajak atau upeti dari rakyat jelata.
    o Golongan ulama gereja atau pendeta cukup memiliki keistimewaan pula dalam stratifikasi sosial.
    o Golongan ulama gereja atau pendeta tidak dikenakan pajak serta memiliki hak atas dari
    penghasilan pajak, gaji serta kebutuhan mereka dibebankan terhadap pajak rakyat.
    o Golongan rakyat biasa atau rakyat jelata terdiri dari para petani dan kaum borjuis.

Mereka jelas menjadi tumpu dari semua beban yang ada di negara Perancis. Mereka harus menyetor pajak atau upeti sesuai dengan kehendak raja. Bagi mereka yang membangkang dan menolak membayar pajak, maka sanksi telah disediakan dan penjara telah dibuatkan. Perlu digaris bawahi bahwa kaum borjuis merupakan para pedagangn kaya raya serta berpendidikan akan tetapi mereka tidak memiliki stratifikasi sosial tinggi, sehingga tidak mampu memberikan kontribusi bagi sistem pemerintahan Perancis. Kaum borjuis inilah yang nantinya akan mengawali revolusi perancis dengan jalan mereka sendiri.

  1. Kemunculan dan Perkembangan Paham Baru
    Salah satu penyebab umum terjadinya revolusi perancis adalah munculnya paham baru yang diusung oleh beberapa tokoh, adapun paham baru yang muncul dan berkembang menjelang terjadinya revolusi perancis antara lain sebagai berikut:
    o Aufklarung
    Dalam bahsa Jerman Aufklarung memiliki arti pencerahan, tak heran jika beberapa sumber menyatakan bahwa periode ini merupakan periode pencerahan. Paham aufklarung dalam revolusi perancis merupaka suatu paham yang dipelopori Immanuel Kant di eropa tepatnya di negara Jerman. Kemunculan paham Aufklarung sendiri diyakini akibat dampak dari adanya gerakan renaisans dan humanisme dalam menentang kebijakan pendeta pada khususnya dan geraja pada umumnya yang terjadi di Eropa pada abat XVIII. Paham ini memiliki semboyan berani berfikir sendiri, yang dalam bahasa jermannya berarti “Sapere Aude”.
    o Rasionalisme
    Rasionalisme adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. Dampak pemikiran ini sangat luas termasuk pendorong terjadinya revolusi perancis.
    o Romantisme
    Romantisme adalah suatu paham yang menitikberatkan pada perasaan serta mengharga hati nurani tiap-tiap manusia. Pahan yang lahir pada tahun 1750-an ini disinyalir merupakan paham yang muncul mengikuti paham rasionalisme. J.J. Rousseau merupakan salah satu tokoh terpenting dalam perkembangan paham Romantisme khususnya dalam peristiwa revolusi Perancis. Dalam sejarah revolusi perancis paham romantisme memiliki peran yang sangat penting, dimana perjuangan kaum rasionalisme mendapat benturan sehingga perannya digantikan oleh kaum romantisem.
    o Kemerdekaan Amerika
    Meskipun kemerdekaan amerika tidak memberikan dampak secara langsung dalam revolusi Perancis, namun semangat dan usaha Amerika dalam merebut kemerdekaan menumbuhkan semangat bagi rakyat Perancis yang mengetahui akan kabar berita ini. Terlebih kaum borjuis Perancis yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi menjadikan kemerdekaan Amerika sebagai motivator dalam revolusi Perancis. Mereka menginginkan negara Perancis dirubah sebagaimana negara Amerika yang dibentuk serta dipimpin oleh rakyatnya. Dengan kata lain, kemerdekaan Amerika menimbulkan pemikiran dan keinginan baru dalam kalangan borjuis Perancis untuk mengubah sistem pemerintahan absolute menjadi demokratis dengan jalan
    revolusi Perancis.
  • Sebab khusus terjadinya Revolusi Prancis
    Pada pemerintahan Raja Louis XVI Perancis mengalami keterpurukan ekonomi akibat kesalahan gaya hidup Raja dan pejabat di lingkungannya. Pada tahun 5 Juni 1789 Guna mencari jalan keluar dari krisis ekonomi tersebut Lous XVI mengundang Etats Generaux (jika di Indonesia dikenal dengan sebutan Dewan Perwakilan Rakyat). Anggota yang berjumlah 1200 dan terbagi dari tiga strata yakni kalangan bangsawan 291 anggota, kalangan ulama gereja/ pendeta 300 anggota, dan golongan rakyat jelata 610 anggota tersebut dalam bermusyawarah tidak juga menemukan titik temu guna mencari solusi dalam mengatasi krisis ekonomi yang semakin buruk di Perancis. Rapat besar yang sedari ditujukan guna mencari solusi dalam mengatasi krisis yang terjadi justru berujung perdebatan dan pertentangan dalam menentukan suara. Anggota golonga bangsawan dan pendeta berpendapat bahwa masing-masing golongan memiliki 1 suara dalam menentukan keputusan, hal ini ditentang oleh anggota perwakilan kaum jelata yang menuntut agar suara diberikan oleh setiap anggota perwakilan rakyat, hal ini karena secara jelas golongan bangsawan dan pendeta tidak menginginkan kemenangan berada pada kubu perwakilan rakyat jelata. Hal ini menjadi pemicu utama terjadinya revolusi Perancis.
Referensi

Perry, Marvin. 2013. Peradaban Barat: Dari Revolusi Perancis Hingga Zaman global, kreasi wacana, Bantul.

Godechot, Jacques. 1989. Revolusi di Dunia Barat 1770-1799. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press.