Apa penyebab penyakit blackleg pada hewan?

Blackleg

Blackleg disebut juga Radang paha merupakan penyakit infeksi, tidak menular secara kontak, menyerang hewan ruminansia yang ditandai dengan gangrene otot dan miositis emphysematosa terbatas,penyebabnya adalah clostridium Chauvoei.Penyakit Randang paha ditemukan di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Clostridium Chauvoei bisa membentuk sporan sehingga tahan terhadap pengaruh fisisk maupun kimiawi.

Apa penyebab penyakit blackleg pada hewan ?

Penyebab penyakit blackleg biasanya akibat luka pada kulit yang menyebabkan pendarahan yang dapat menjadi sarang bakteri clostridium chauvoei. Perilaku sapi maupun domba sendiri sering berbaring di lantai kandang dan sering digembalakan pada tanah lapang sehingga bakteri mudah masuk dan berkembang dengan cepat untuk menginfeksi. Sedangkan sumber utama munculnya bakteri clostridium chauvoei sendiri berasal dari tanah, air, pakan, yang membentuk spora dan mencemari lingkungan. Biasanyanya penyakit ini sering muncul setelah banjir. Di Indonesia setidaknya di pulau Jawa, Kejadian penyakit radang paha pada sapi sering ditemukan terutama pada than 1960.

Pencegahan adalah hal utama untuk terhindar dari penyakit ini dengan jalan melakukan pembakaran atau semprot dengan desinfektan terhadap permukaan lantai atau tanah yang terindikasi adanya bakteri clostridium chauvoei. Jaga selalu kandang dalam keadaan bersih dan juga pakan dan air minum harus dalam keadaan bersih.

Lakukan pemisahan sapi dan domba yang sakit ke kandang karantina. Berikan vaksinasi berupa formol vaksi tiap 10 ml tiap sapi dengan cara di suntik. Selain itu berikan imunisasi pasif berupa antiserum disuntikkan ke dalam pembuluh darah vena. Jika ditemukan sapi atau domba mati mendadak segera dilakukan pembakaran dan jangan dikubur, karena bisa menyebarkan bakteri melalui tanah.