© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa penyebab mata kering?

Mata memiliki kelenjar khusus yang berfungsi untuk memproduksi air mata. Jika mata terasa kering, kemungkinan terdapat masalah pada sistem produksinya. Apa penyebab mata kering?

Hal pertama yang harus dicurigai ketika seseorang mengalami mata kering adalah kualitas atau kuantitas air mata yang tidak semestinya. Adapun kondisi air mata yang mungkin menjadi penyebab mata kering, antara lain:

Jumlah Air Mata Tidak Memadai
Jika produksi air mata tidak sesuai dengan kebutuhan, hal ini tentu dapat mengganggu kelembapan organ penglihatan. Alhasil, mata yang kering pun akan dengan mudah muncul.

Penurunan produksi air mata sendiri umumnya akan terjadi seiring dengan makin meningkatnya usia. Adapun penyebab lainnya seperti penggunaan obat atau karena faktor lingkungan.

Kualitas Air Mata yang Buruk
Tiap komponen air mata memiliki tugas masing-masing, terutama dalam memberikan perlindungan dan nutrisi pada lapisan terluar mata. Jika salah satu komponen tidak melakukan fungsinya dengan baik, kekeringan pada mata amat mungkin terjadi.

Jumlah air mata yang tidak semestinya atau kualitasnya yang buruk bisa disebabkan oleh beragam faktor. Beberapa faktor risiko tersebut meliputi:

Usia
Sebagaimana disinggung sebelumnya, semakin meningkatnya usia seseorang, risikonya untuk mengalami mata kering akan makin besar. Jangan heran jika lanjut usia (lansia) berumur 65 tahun ke atas cenderung mengalami mata yang kering.

Jenis Kelamin
Risiko yang lebih besar juga mungkin menimpa para wanita karena mereka lebih cenderung mengalami perubahan hormon. Seperti yang kita ketahui, perubahan hormon pada wanita dapat dipicu oleh kehamilan, penggunaan alat KB, maupun menopause.

Gangguan Medis
Kondisi medis tertentu, seperti rheumatoid arthritis, diabetes, dan gangguan tiroid cenderung meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gejala mata kering.

Masalah kesehatan pada mata bisa pula menjadi penyebab mata kering pada penderitanya. Contohnya, peradangan pada kelopak mata (blefaritis) atau peradangan pada permukaan mata.

Obat-obatan
Mengonsumsi obat-obatan tertentu pun dapat memberikan efek samping, seperti mata kering. Hal Ini terjadi karena konsumsi obat-obatan tersebut bisa menurunkan produksi air mata. Contoh obat-obatan yang memiliki mata kering sebagai efek samping adalah antihistamin, dekongestan, obat pengatur tekanan darah, dan antidepresan.

Pengaruh Lingkungan
Paparan asap, angin, atau iklim yang kering dapat meningkatkan penguapan air mata sehingga menimbulkan gejala mata yang kering. Menahan mata untuk berkedip secara teratur, seperti saat menatap layar komputer dalam jangka waktu yang lama, pun dapat berperan dalam membuat mata kering.

Penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang dan operasi mata (seperti LASIK) bisa turut menurunkan produksi air mata. Kondisi ini mungkin akhirnya berujung pada kondisi mata kering.

Mata kering dapat terjadi karena perubahan hormon, gaya hidupsepertipada orang yang membaca buku, menonton televisi dan komputer terlalu lama akan beresiko terkena mata kering .Penelitian yang telah dilakukan di Osaka menunjukkan hasil yaitu pada orang yang menatap komputer lebih dari 5 jam sebanyak 57% mengeluhkan rasa tidak nyaman pada mata. Memakai komputer dalam jangka waktu lama dapat menurunkan kadar musin yang berfungsi untuk melindungi mata dari iritasi (Uchino et al ., 2014).

Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya pada tahun 2008 Oleh Lemp menyatakan adanya hubungan antara kondisi hiperglikemia kronis dengan dis fungsi air mata. Keadaan hiperglikemia kronis menyebabkan terjadinya keadaan hipertonik intraseluler yang mempengaruhi sensitivitas kornea menjadi turun. Sensitivitas kornea yang menurun akan mengurangi reflek lakrimasi sehingga menurunkan produksi air mata(Lemp, 2008).

Obat beta blocker menurunkankadar immunoglobulin A pada kelenjar lakrimal sehingga memudahkan terjadinya inflamasi pada permukaan bola mata dan menurunkan kualitas air mata, Sedangkan obat antihistamin memberikan efek anti muskarinik dengan menurunkan produksi aqueous oleh sel goblet (Askeroglu, Alleyne dan Guyuron, 2012). Pemakaiankontaklensa, khususnya yang bertipe soft-lens, menyerap air yang ada di permukaan bola mata sehingga menyebabkan mata terasa tidak nyaman karena kekurangan air mata (Williams dan Wilkins, 2012).

Penyakit infeksi mata menyebabkan sitokin pro-inflamasi keluar sebagai respon dari inflamasi. Penyakit infeksi mata yang tidak cepat diobati lama-kelamaan akan menyebabkan penurunan kualitas air mata disebabkan oleh reaksi inflamasi (Williams dan Wilkins, 2012). Dari hasil penelitian meta-analisis dijelaskan bahwa konsumsi alkohol menyebabkan penurunan kualitas air mata, diketahui terdapat zat etanol pada air mata setelah konsumsi alkohol yang membuatpermukaan bola matamenjadi hyperosmolar sehingga menurunkan volume air mata secara signifikan dan merusak struktur lapisan air mata (You, Qu dan Yu, 2016). Merokok menyebabkan penurunan kualitas air mata dengan cara peroksidasi lipid pada lapisan luar air mata prekornea sehingga menyebabkan kerusakan permukaan pada lapisan lipid air mata yang mencegah penyebaran air mata pada permukaan kornea. Operasi Laser-Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK)

Memotong beberapa syaraf pada kornea yang menyebabkan sensitivitas kornea menurun dan mata tidak memerlukan lubrikasi sebagai reaksinya sehingga tubuh menghasilkan sedikit air mata (Thomas et al ., 2012).

Beberapa tahun terakhir, telah dilaporkan bahwa migrain menjadi salah satu penyebab dari penurunan kualitas air mata. Hal ini terjadi karena pada orang migrain terjadi disfungsi sel endotel yang dipicu oleh inflamasi di lapisan vaskuler. Inflamasi neurogenik yang terjadi pada migrain melibatkan proses dari mediator inflamasi, termasuk neuropeptide, dilepaskan dari pangkal nervus afferen yang kemudian menyebabkan inflamasi dengan extravasasi plasma dan hipersensitivitas di ganglion syaraf trigeminal. Letak syaraf trigeminal dan kelenjar lakrimal sangat dekat, maka ada kemungkinan inflamasi neurogenik dari migrain dapat menyebabkan penurunan kualitas air mata (Yang et al ., 2017).

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan sekresi air mata tidak menurun, antara lain :

  • Gaya hidup seseorang seperti sering mengkonsumsi ikan tuna yang kaya omega-3, dimana eicosapentaenoic acid(EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) dalam asam lemak omega-3 mempunyai fungsi sebagai agen anti-inflamasi, rutin meminum air putih 1,5 – 2 liter sehari dapat membantu mata untuk memproduksi lebih banyak air mata (National Eye Institute, 2013).

  • Orang yang jarang terpapar oleh angin dan melindungi matanya ketika melakukan aktivitas di luar ruangan cenderung tidak mengalami penurunan* kualitas *air mata, hal ini dikarenakan permukaan bola mataterlindungidaribendaasingsepertidebu yang dapatmenyebabkaninflamasi di bola mata terutama pada kelenjar lakrimal (American Academy of Ophthalmology, 2012).