Apa penyebab kematian Munir ?

Munir Said Thalib atau akrab disapa dengan sebutan Munir adalah seorang pria keturunan Arab yang lahir pada tanggal 8 Desember 1965 di Malang. Munir menamatkan pendidikan tingginya di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya pada tahun 1990. Sedari dulu Munir memang sudah terkenal sebagai seorang aktivis kampus.

Beliau pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Hukum Indonesia pada tahun 1989, anggota Forum Studi Mahasiswa untuk Pengembangan Berpikir di Universitas Brawijaya pada tahun 1988, Sekretaris Dewan Perwakilan Mahasiswa Hukum Universitas Brawijaya pada tahun 1988, Sekretaris Al Irsyad Kabupaten Malang di tahun yang sama dan juga pernah menjadi anggota HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia).

Sekilas tentang biografi Munir , tahukah kalian penyebab kematian munir ?

Setiap keberhasilan seseorang pasti terdapat mereka yang akan senantiasa mendukung dan melindungi, tapi jangan lupakan pula mereka yang tidak menyukai dan merasa terancam. Itu pulalah yang dihadapi oleh Munir Salid Thalib. Di balik kesuksesan dan keberhasilan dalam memecahkan dan memperjuangkan kasus HAM, ternyata banyak pihak-pihak yang merasa terancam dengan keberadaannya.

Buruknya adalah ketika perasaan itu menimbulkan tindakan yang keji seperti membunuh. Benar. Tokoh Nasional kita meninggal dengan cara diracun zat arsenik. Beliau meninggal ketika sedang dalam perjalanan menuju Amsterdam menaiki pesawat. Pada saat itu penerbangan yang dilakukan adalah untuk mengantarkan Munir melanjutkan studi di Universitas Ultrecht.

Siapa sangka ternyata penerbangan itu justru mengantarkan dirinya menuju akhir hidupnya. Banyak yang menyangka bahwa kematian Munir adalah sesuatu yang telah direncanakan, terungkap dari tertangkapnya Pollycarpus Budihari Priyanto seorang pilot maskapai Garuda Indonesia yang saat itu menerbangkan pesawat yang ditumpangi oleh Munir.

Walaupun sudah ada tersangka yang tertangkap, motif di balik pembunuhan tersebut masih belum jelas yang mengakibatkan ketidakjelasan pada kasus ini. Hingga kini Pollycarpus telah dibebaskan bersyarat dari penjara, tapi masih belum ada kepuasan dan kejelasan yang ditemukan dari kasus ini. Entah mengapa kasus ini menghilang secara tiba-tiba dari perbincangan masyarakat.

Hanya sedikit dari masyarakat yang masih mengingatnya dan mungkin berusaha untuk memperjuangkannya. Tanggal kematian Munir, yaitu 7 September 2004 kemudian dijadikan tanggal peringatan Hari Pembela HAM Indonesia.

Nah Quipperian, itulah salah seorang tokoh nasional dari almamater Universitas Brawijaya, seorang Aktivis HAM, Munir Said Thalib. Dia adalah seseorang yang berpegang teguh pada keyakinannya mengenai Hak Asasi Manusia yang harus diperjuangkan dengan serius.

Beliau meninggal karena keberaniannya dalam memperjuangkan HAM. Bagaimana denganmu? Dengan mengetahui dan mengenang jasa-jasa beliau saja sudahlah cukup, tapi akan lebih bagus lagi jika kamu dapat menyebarkan dan mempergunakan ilmu kamu untuk hal yang berguna bagi bangsa dan negara. Sama seperti yang dilakukan oleh Munir.

Setiap keberhasilan seseorang pasti terdapat mereka yang akan senantiasa mendukung dan melindungi, tapi jangan lupakan pula mereka yang tidak menyukai dan merasa terancam. Itu pulalah yang dihadapi oleh Munir Salid Thalib. Di balik kesuksesan dan keberhasilan dalam memecahkan dan memperjuangkan kasus HAM, ternyata banyak pihak-pihak yang merasa terancam dengan keberadaannya.

Buruknya adalah ketika perasaan itu menimbulkan tindakan yang keji seperti membunuh. Benar. Tokoh Nasional kita meninggal dengan cara diracun zat arsenik. Beliau meninggal ketika sedang dalam perjalanan menuju Amsterdam menaiki pesawat. Pada saat itu penerbangan yang dilakukan adalah untuk mengantarkan Munir melanjutkan studi di Universitas Ultrecht.

Siapa sangka ternyata penerbangan itu justru mengantarkan dirinya menuju akhir hidupnya. Banyak yang menyangka bahwa kematian Munir adalah sesuatu yang telah direncanakan, terungkap dari tertangkapnya Pollycarpus Budihari Priyanto seorang pilot maskapai Garuda Indonesia yang saat itu menerbangkan pesawat yang ditumpangi oleh Munir.

Walaupun sudah ada tersangka yang tertangkap, motif di balik pembunuhan tersebut masih belum jelas yang mengakibatkan ketidakjelasan pada kasus ini. Hingga kini Pollycarpus telah dibebaskan bersyarat dari penjara, tapi masih belum ada kepuasan dan kejelasan yang ditemukan dari kasus ini. Entah mengapa kasus ini menghilang secara tiba-tiba dari perbincangan masyarakat.

Hanya sedikit dari masyarakat yang masih mengingatnya dan mungkin berusaha untuk memperjuangkannya. Tanggal kematian Munir, yaitu 7 September 2004 kemudian dijadikan tanggal peringatan Hari Pembela HAM Indonesia.

Nah Quipperian, itulah salah seorang tokoh nasional dari almamater Universitas Brawijaya, seorang Aktivis HAM, Munir Said Thalib. Dia adalah seseorang yang berpegang teguh pada keyakinannya mengenai Hak Asasi Manusia yang harus diperjuangkan dengan serius.

Beliau meninggal karena keberaniannya dalam memperjuangkan HAM. Bagaimana denganmu? Dengan mengetahui dan mengenang jasa-jasa beliau saja sudahlah cukup, tapi akan lebih bagus lagi jika kamu dapat menyebarkan dan mempergunakan ilmu kamu untuk hal yang berguna bagi bangsa dan negara. Sama seperti yang dilakukan oleh Munir.