Apa pentingnya memberi salam menurut Rasulullah Saw ?

Salam adalah cara bagi seseorang (juga binatang) untuk secara sengaja mengkomunikasikan kesadaran akan kehadiran orang lain, untuk menunjukkan perhatian, dan/atau untuk menegaskan atau menyarankan jenis hubungan atau status sosial antar individu atau kelompok orang yang berhubungan satu sama lain.

Apa pentingnya memberi salam menurut Rasulullah Saw?

Manusia adalah entitas sosial yang membutuhkan hubungan, persahabatan dan kecintaan terhadap sesamanya. Memberikan salam merupakan langkah pertama untuk membina hubungan baik antara dua manusia yang membawa beragam pesan seperti persahabatan, ketulusan, kecintaan, kerendahan hati, doa kebaikan, memberikan jaminan kepada pihak lawan bicara dan lain sebagainya.

Lafaz salam merupakan sebuah kata yang sangat indah dan sarat makna yang dengannya kita menyampaikan doa kebaikan dan harapan keselamatan kepada lawan bicara kita dan pada saat yang sama kita memberikan jaminan kepadanya bahwa ia tidak akan menjumpai bahaya dan kerugian dari sisi kita yang memberikan salam.

Dalam beberapa riwayat dari Rasulullah Saw disebutkan bahwa memberikan salam sebagai salah satu faktor bertambahnya persahabatan dan kecintaan. Atas dasar itu, dalam Islam sangat dianjurkan supaya seseorang memberikan salam kepada orang lain dan memandang perbuatan tersebut sebagai sebuah amalan yang dianjurkan mengingat ganjaran pahala yang diberikan dari sisi Allah Swt.

Imam Husain As bersabda, “Memberikan salam memiliki tujuh puluh ganjaran dimana enam puluh sembilan bagi orang yang menyampaikan salam dan satu bagian bagi orang yang menjawabnya.” Lantaran memberikan salam merupakan sebuah amalan yang dianjurkan namun wajib menjawabnya.

Demikian juga Imam Husain As bersabda, “Orang bakhil adalah orang yang enggan memberikan salam.” Karena itu, apa yang disebutkan dalam riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah Saw senantiasa terlebih dahulu memberikan salam kepada orang lain dan tiada seorang pun yang berhasil mendahului beliau dalam memberikan salam. Hal ini bukan merupakan sebuah hal yang aneh. Karena Rasulullah Saw memiliki keyakinan sempurna dan luar biasa terhadap kebenaran Islam dan hukum-hukum agama Ilahi. Beliau pasrah sepenuh hati di hadapan instruksi-instruksi Allah Swt. Dari sisi lain, beliau adalah teladan dan panutan bagi kaum Muslimin.

Oleh karena itu, mengamalkan apa yang disampaikannya dan mengingat dengan amalannya beliau mengajak masyarakat untuk menjalankan perintah-perintah Islam sehingga masyarakat Islam memperoleh manfaat dari hasil-hasil yang diperoleh. Buah dari perintah-perintah ini adalah persahabatan dan kecintaan yang tersebar di kalangan kaum Muslimin.

Kata as-Salam terambil dari akar kata Salima yang maknanya berkisar pada keselamatan dan keterhindaran dari segala yang tercela.

Ucapan yang dianjurkan Islam bila bertemu dengan sesama bukan sekedar Assalamua’alaikum, tetapi di tambah dengan wa rahmatullahi wabarakatuh, rahmat dan berkah ini, untuk menunjukkan bahwa bukan hanya keselamatan dari kekurangan aib yang diharapkan kepada mitra salam, tetapi juga rahmat Allah dan berkah, yaitu aneka kebajikan-Nya juga kiranya tercurah.

Dalam syarah kitab Riyadhus Shalihin, Al-Utsaimin mengungkapkan bahwa as-Salam mempunyai makna ad-do’a atau do’a yaitu do’a keselamatan dari segala sesuatu yang membahayakan, karena merugikan, atau merusakkan sekedar contoh , apabila kalian mengucap As-slamu’alaikum kepada seseorang, hal ini maksudnya bahwa kalian berdo’a kepada allah swt agar allah swt senantiasa menyelamatkannya dari sakit , gila, keburukan manusia, bermacam kemaksiatan, penyakit hati dan diselamatkan dari api neraka.

Syeikh Ahmad Asy-Shawy dalam kitab tafsir Ash-Shawy ketika menafsirkan waiza huyyitum bitahiyyati pada QS. 4 :86 beliau mengatakan bahwa as-Salam maknanya keselamatan dari segala marabahaya baik di dunia maupun di akhirat.

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. Surat An-Nisa’ Ayat 86

Berdasarkan uraian di atas ucapan salam ini mengandung do’a keselamatan dari segala perkara yang membahayakan atau merugikan baik di masa yang akan datang. Do’a yang terkandung dalam ucapan ini jangkauannya cukup luas dibandingkan dengan ucapan selamat pagi atau selamat siang dengan demikian ucapan selamat ini pada akhirnya tidak biasa di setarakan dengan ucapan-ucapan selamat lainnya.

Dalam pendekatan lain, kata As-Salam termasuk sifat Allah. Ketika salam ini dinisbahkan kepada Allah berarti zat salamah yang dimiliki keselamatan keterhindaran. Itulah pendapat ulama seperti yang telah dikutip oleh Qurais Shihab hanya saja lanjut beliau beberapa ulama tersebut berbeda dalam memahami istilah ini.

Ada yang memahaminya dalam arti Allah terhindar dari segala aib dan kekurangan, ada juga yang berpendapat bahwa Allah yang menghindarkan semua makhluk dari penganiayaanNya, dan ada juga yang berpendapat bahwa as-Salam yang dinisbahkan kepada Allah itu berarti yang memberi salam kepada hamba-hambaNya di surga kelak.

Dalam al-Qur’an, kata as-Salam, memiliki lebih dari satu arti, al- Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, dan kemukjizatan bahasa al-Qur’an adalah sebuah keniscayaan. Kata salam memiliki banyak arti, sesuai dengan perbedaan bentuk huruf-hurufnya.kata sallama berarti “ mengucapkan salam penghormatan kepada orang lain”, sebagaimana halnya juga bermakna “tunduk dan patuh”. Ia juga bermakna menyelamatkan”.

Salam adalah salah satu Al Asmaul Husnah yang artinya bahwa Allah yang maha selamat dari segala kekurangan dan sifat-sifat tertentu salah satu dari rukun Shalat, yaitu ketika mengucapkan salam ketika menoleh ke kanan dan ke kiri.

Sering kali kalimat ini kita ucapkan, ketika dijalan bertemu dengan teman, ketika meninggalkan rumah, masuk rumah, kita selalu mengucapkan kalimat salam, Assalamua’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, yang artinya adalah” semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah padamu.

Salam sekilas seperti ucapan yang biasa saja. Namun, sebenarnya terdapat makna yang besar. Salam biasa dijadikan identitas orang muslim ketika bertemu dengan saudara yang seiman, salam bisa menjadikan identitas suatu kelompok perkumpulan dalam Islam. Salam pun juga identik dengan jabat tangan, dengan maksud agar silaturahmi lebih terjalin dengan baik.

Salam merupakan amal yang di syariatkan. Telah disebutkan dalam al- Kitab maupun as-Sunnah dalil-dalil dan nash-nash menjelaskan disyariatkannya salam, disunnahkannya hal itu, serta dorongan untuk melaksanakannya. Menyebarkan salam termasuk perkara yang diperintahkan oleh Rasulullah, menyebarkan salam juga termasuk amal yang dapat memasukkan pelakunya kedalam surga dan selamat dunia akhirat.

Menyebarkan salam, menebarkannya ditengah masyarakat, mengucapkannya kepada manusia termasuk ajaran Islam terbaik, menyebarkan salam ini termasuk didalamnya memulai mengucapkan salam maupun menjawab salam orang yang mengucapkannya. Menyebarkan salam termasuk perkara yang dapat menyebabkan tersebarnya cinta kasih sayang ditegah-tengah masyarakat Muslim.

Memulai salam termasuk hak orang muslim atas muslim lainya, hendaknya setiap muslim menggunakan lafazh salam yang disyari’atkan Allah kepada para hambaNya dan termasuk syi’ar kaum muslimin. Lafazh tesebut juga merupakan salam para Malaikat dan salam penghuni surga. Yaitu ucapan: “assalamu’alikum warahmatullaahi wabarakatuhu” (semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkahNya bagimu).

Mengucapkan salam dengan sempurna pahalanya lebih besar, lebih sempurna dan lebih bagus. Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw dan berkata :” Assalamualikum “ Nabi berkata : “sepuluh” lalu datanglah laki-laki dan mengucap “ Assalamualaikum warahmatullaah” Nabi berkata: “dua puluh” dan datanglah laki-laki yang ketiga dan mengucapkan
:”Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuhu.”Nabi berkata:” tiga puluh”.

Wajib atas seorang muslim jika diucapkan salam padanya salam untuk membalasnya. Rasulullah bersabda :

Hak muslim atas muslim yang lainya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang yang sakit mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendo’akan orang yang bersin.

Menebarkan salam dapat menambah kasih saying, sebagaimana yang telah disebutkan, tidak seperti yang dianggap oleh orang-orang yang jahil, bahwasanya dapat mengurangi kasih sayang, hendaklah kita tidak melalaikan perintah ini.

Adab Mengucapkan Salam

Jika seseorang bertemu dengan beberapa orang, hendaklah ia mengucapkan salam kepada mereka. Jika sekelompok orang betemu dengan sekelompok orang banyak, hendaknya kelompok yang lebih sedikit memulai mengucapkan salam. Jika orang yang muda bertemu dengan yng lebih tua, hendaklah yang muda memulai mengucapkan salam.

Jika orang yang berkenderaan bertemu dengan orang yang berjalan, hendaklah orang yang berkendaraan memulai mengucapkan salam. Orang yang berjalan hendaklah mengucapkan salam kepada orang yang berdiri. Orang yang berdiri hendaklah mengucapkan salam kepada orang yang duduk. Orang yang mengendarai mobil atu sepeda motor hendaklah mengucapkan salam kepada orang yang berjalan atau duduk.

Jika seorang laki-laki yang tua melewati sekelompok anak-anak, hendaklah ia mengucapkan salam kepada mereka, demikian juga apabila yang berkenderaan itu tua dan yang berjalan itu muda, maka yang berkenderaan mengucapkan salam kepada yang berjalan. Jika yang berjalan itu tua dan yang duduk itu muda, maka yang berjalan mengucapkan salam yang duduk.

Dan apabila memasuki majelis ia mengucapkan salam, namun apabila meninggalkan mejelis karena suatu keperluan, ia tidak mengucapkan salam, lebih baik baginya mengulangi salam ketika ia kembali ke majelis tersebut.

Referensi :

  • M. Quraish Shihab, tafsir al-Misbah: pesan, kesan dan keseharian al-Qur’an : Jakarta:
  • lentera hati, 2008
  • Muhammad Kamil Hasan al-Mahami, Al-Mausu’ Al-Qur’aniyah, Jakarta.
  • Nogarsyah mode gayo, kamus istilah agama islam ,Jakarta: progress, 2004).

Salam

Salam merupakan salah satu sebab yang mengantarkan kita kepada keimanan, cinta dan surga, terkait hal ini, Abu Hurairah berkata bahwa Rasalullah saw. Pernah bersabda,

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, kemudian kalian tidak akan mampu beriman sampiai kalian dapat saling mencintai, yaitu tebarkan salam antara kalian.” (HR Muslim)

Abdullah bin salam meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Saw. Pernah bersabda,

“Wahai umat manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makanan, kuatkan tali silaturrahmi, shalatlah ketika orang lain lelap tertidur. Dengan begitu kalian akan masuk surga dengan selamat (HR Al-Tirmizi)

Salam merupakan bentuk sikap ramah, upaya menghilangkan kesedihan dan menenangkan hati. Sementara itu, dalamber doa kita harus menyebutkan kepada siapa kita berdoa, yaitu A-Salam (Zat yang Maha Menyelamatkan) dengan bentuk makrifat.

Salam dalam Al-Qur’an

Berikut adalah ayat-ayat Al Quran yang membahas terkait dengan salam,

  1. Allah Swt mengucapkan salam kepada Nabi Yahya As dan Nabi Isa As sebagai berikut

    Kesejahteraan atas dirinya pada hari lainnya, pada hari wafatnya dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali. ( Qs Maryam:15 )

    Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”, (QS Maryam 19:33)

    Pada ayat pertama, Allah menggunakan kata salam dengan bentuk nakirah (indefinite), sementara pada ayat kedua Allah menggunakan kata salam dengan bentk ma’rifat (defenitif). Selain itu, Allah mengaitkan kedua kata salam tersebut dengan hari kelahiran, hari kematian, dan hari kebangkitan.

    Kemudian ketika surga disebut dengan Dar Al-Salam yakni tempat yang terhindar dari cela, keburukan, penyakit, dan dapat memberi keselamatan, maka penghormatan bagi penghuninya adalah ucapan salam. Hal ini seperti yang ditunjukkan oleh firman Allah Swt QS Ibrahim:23,

    Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah “salaam”.

  2. Penghormatan Allah terhadap hamba-hambaNya yang beriman pada hari Kiamat adalah salam, itulah yang telah ditetapkan Allah dalam firmanNya sebagai berikut :

    “Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah salam, dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka”, (QS Al-Ahzab:44)

  3. Merupakan salam penghormatan Allah pada saat para hamba bertemu dengan-Nya. Tidak beda seperti seseorang yang mengucap salam untuk kekasihnya. Allah Swt berfirman sebagai berikut:

    (kepada mereka dikatakan), “salam” sebagai ucapan selamat dari Tuhan yang maha penyayang,” (QS Yasin:58)

    Seandainya tidak ada firman Allah Swt, tersebut, maka kemungkinan salam tersebut datang dari malaikat. Salam para malaikat ini seperti pada ayat, (sambil mengucapkan) berikut:

    (yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
    (sambil mengucapkan): “Salamun 'alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. ( QS Ar-Ra’ad: 23-24)

    Oleh karena agama islam merupakan agama keselamatan dan kata salam itu sendiri menghimpun dua makna berzikir kepada Allah dan memohon keselamatan maka Allah menjadikan salam sebagai penghormatan.

    Dan dengan salam penghormatan ini , Allah member karunia kepada umat Muslim berupa keberkahan yang baik dariNya hal ini seperti yang ditunjukkan dalam firmanNya

    ” Apabila kalian masuk rumah-rumah hendaklah kalian memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti member salam) kepada diri kalian sendiri dengan salam yang penuh berkah dan baik di sisi Allah” (QS An-Nur : 61)

  4. Allah telah memerintahkan Rasulnya agar memperlakukan orang yang menentang dan memusuhi dengan mengucapkan salam ini, dalam firmanNya disebutkan sebagai berikut:

    Maka berpalinglah dari mereka dan katakanlah, “Salam (selamat tinggal)”. Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk)”. (QS Az-Zuhruf : 89).

Referensi :

  • Dr.Magdy shehab, kemukjizatan al-Qur’an dan Sunnah, ( Jakarta : Naylal Moon, 2011).
  • Djohan Effendi, pesan-pesan al-Quran, jilid I, (Jakarta 2012).

Salam bisa menjadi jembatan kita untuk mempererat tali silahrutahmi pada sesama muslim. Salam juga bisa bermakna sebagai bentuk saling menghormati, mendoakan kepada sesama muslim, hingga berserah diri kepada Allah.

dalam sebuah hadis oleh Abdullah bin Amr’ bahwasanya ada seorang yang bertanya kepada rasulullah SAW:

Blok Kutipan
"Apa amalan islam yang paling baik? Beliau rasulullah lantas menjawab: “memberi makan (pada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan pada orang yang tidak engkau kenali.” (HR.Muslim No.6236)

Dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah SAW Bersabda:

Blok Kutipan
" Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan. Orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk. Dan rombongan yang sedikit memberi salam kepada rombongan yang banyak." (HR.Bukhori No.6233 dan Muslim No.2160)

hendaklah kita memberi salam kepada sesama muslim disetiap kesempatan seperti yang dianjurkan baginda rasulullah SAW. Ketika itu dilaksanakan, insyaallah kita akan semakin mendekatkan diri kepada Allah serta semakin menambah keimanan dan ketaqwaan kita pepada-Nya.

Blok Kutipan
Sumber: https://trimelive.com/assalamualaikum-warahmatullahi-wabarakatuh/