Apa Pengaruh Determinasi Diri Terhadap Work Engagement?

Pengaruh Determinasi Diri Terhadap Work Engagement

Apa Pengaruh Determinasi Diri Terhadap Work Engagement ?

Dinamika Pengaruh Determinasi Diri Terhadap Work Engagement


Istilah engagement pertama kali digunakan dalam setting pekerjaan. (Bakker, Schaufeli dan Taris, 2008) menyatakan bahwa work engagement merupakan aspek yang meliputi emosi positif, keterlibatan penuh dalam melakukan pekerjaan dan dikarakteristikkan oleh tiga dimensi utama yaitu semangat, dedikasi, serta penyerapan terhadap pekerjaan. Work engagement memiliki kaitan dengan perilaku seseorang untuk mengikatkan diri pada suatu pekerjaan.

Menurut (Bakker dan Demerouti, 2008) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi work engagement yaitu job resources, salience of job resources dan personal resources . Work engagement dapat juga dipengaruhi oleh personal resources yaitu evaluasi diri positif yang terkait dengan ketahanan dan mengacu pada rasa individu dari kemampuan mereka untuk mengendalikan dan memberikan dampak yang baik pada lingkungan mereka (Hobfoll et al., 2003).

Personal resources merupakan aspek diri dan pada umumnya dihubungkan dengan kegembiraan dan perasaan bahwa diri mampu memanipulasi, mengontrol dan memberikan dampak pada lingkungan sesuai dengan keinginan dan kemampuannya (Demerouti et al., 2001).

Determinasi diri memiliki hubungan dengan personal resources yang mempengaruhi work engagement , karena menurut (Bakker, (2007) personal resources adalah aspek diri yang mengatur dan memberikan dampak pada lingkungan sesuai dengan keinginan dan kemampuan. Determinasi diri berhubungan dengan bagaimana seseorang bekerja dengan menentukan cara mereka sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka (Wehmeyeer, 1997). Seseorang yang memiliki kebebasan dalam menentukan bagaimana ia bekerja sesuai dengan cara yang ia yakini maka ia akan lebih bersemangat, berdedikasi dan merasa terserap terhadap pekerjaannya (Bakker, 2007). Hal ini menunjukkan apabila seseorang yang sudah memiliki determinasi diri maka ia cenderung akan memiliki keterikatan yang tinggi terhadap pekerjaannya.

Dimensi dari determinasi diri oleh (Deci & Ryan, 2000) yaitu kompetensi, kemandirian dan keterhubungan dapat berhubungan langsung dengan work engagement . Saat seseorang memiliki determinasi diri, mereka akan mencurahkan seluruh usaha mereka untuk pekerjaan, dari hal tersebut cenderung para karyawan yang sudah memiliki determinasi diri akan lebih berkonsentrasi dalam bekerja dan merasa pekerjaan mereka merupakan bagian dari hidup mereka yang tidak terpisahkan. Determinasi diri adalah keyakinan seseorang bahwa orang tersebut mempunyai kebebasan atau otonomi dan kendali tentang bagaimana mengerjakan pekerjaannya sendiri (Wehmeyer, 1992). Determinasi diri berkaitan dengan kontrol atas cara kerja yang dilakukan oleh karyawan. Determinasi diri adalah perasaan individu yang berkaitan dengan bagaimana seseorang memulai dan mengatur suatu tindakan (Deci et al., 1989).

Determinasi diri merefleksikan otonomi dalam mengawali dan melaksanakan perilaku dan proses kerja, misalnya mengenai pembuatan keputusan tentang metode kerja, kecepatan dan usaha yang dilaksanakan (Spreitzer, 1995). (Ryan dan Deci, 2002) menyatakan bahwa determinasi diri berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan mendasar terhadap kompetensi, kemandirian dan keterhubungan.

Determinasi diri mempresentasikan tingkatan dimana seseorang merasakan tanggung jawab yang timbal balik untuk tindakan-tindakan yang berhubungan dengan pekerjaan, pada perasaan memiliki pilihan dalam memulai dan mengatur perilaku (Spreitzer, 1996). Karyawan yang merasa memiliki determinasi diri tinggi dapat memilih metode terbaik untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam pekerjaannya.