Apa manfaati berkomunikasi dengan diri sendiri?

Komunikasi intrapribadi atau Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara diri sendiri dengan suatu subyek yang tidak tampak (misalkan Tuhan). Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam proses simbolik dari pesan-pesan.

Apa manfaati berkomunikasi dengan diri sendiri?

Berbicara dengan diri sendiri sebaiknya dilakukan untuk tujuan merefleksikan diri.

Refleksi diri adalah kemampuan manusia untuk melakukan introspeksi dan kemauan untuk belajar lebih dalam mengenai sifat dasar manusia, tujuan dan esensi hidup. Refleksi diri meliputi proses pengujian, pengolahan terhadap nilai-nilai, keyakinan pribadi, dan pengalaman .

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Anantasari (2010), ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika kita melakukan refleksi diri. Keuntungan tersebut antara lain :

  • Mengingatkan diri pada Pencipta.

  • Kita lebih dapat mengenali dan memahami diri sendiri baik dari segi karakter maupun kecenderungan perilaku.

  • Mendapatkan pemahaman baru tentang suatu hal/peristiwa dari kacamata pandang negatif menjadi positif.

  • Mampu menemukan hambatan-hambatan pribadi yang selama ini tidak disadari.

  • Dapat menarik hikmah atau mendapatkan pembelajaran kehidupan.

  • Mendapatkan motivasi untuk mencoba sesuatu yang lebih baik dan dapat memunculkan ide atau insight.

intropeksi diri

Dalam menjalani kehidupan ini, setiap manusia pasti menemukan lika-liku yang membuatnya merasakan kebahagian dan kesedihan secara bergantian. Ketika jalan hidup membawa kita ke puncak kesuksesan, maka hanya kebahagiaan yang memenuhi diri kita. Seakan-akan semua hal yang ada di semesta ini mendukung semua rencana dan mengabulkan semua keinginan kita. Tapi akan ada masanya jalan hidup membawa kita jatuh jauh ke bawah. Pada saat itulah, semua kebahagiaan akan lenyap dan diri kita pun merasa jika semua yang terjadi di dunia ini tampak selalu buruk. Semua rencana kita seakan digagalkan, semua mimpi kita seakan sirna.

Perubahan hidup yang sedemikian dinamis ini seharusnya bisa kita tanggapi dengan bijak. Tidak dengan menyepelekan, namun tidak juga dengan berlebihan. Salah satu cara untuk bisa terus tegar menjalani kehidupan dengan segala dinamika yang ada di dalamnya adalah dengan melakukan introspeksi diri. Introspeksi diri merupakan sebuah proses di mana seseorang melakukan pengamatan terhadap dirinya sendiri. Melalui introspeksi diri, seseorang akan mampu mengungkap segala pemikiran yang ia sadari secara penuh. Introspeksi diri juga membantu manusia mengungkap keinginan, hingga kelemahan dan kelebihan yang dimilikinya.

Introspeksi diri dapat membantu seseorang untuk bercermin tentang diri dan kehidupannya selama ini. Hal apa yang telah dilakukannya selama ini yang ternyata mampu membawanya ke puncak kesuksesan. Serta hal apa yang selama ini telah dilakukan yang baik secara langsung atau pun tidak langsung membuatnya jatuh ke dalam lubang kegagalan.

Melalui introspeksi diri, kita akan lebih mudah menentukan tujuan hidup ke depan. Tentunya, tujuan hidup yang kita dapatkan melalui introspeksi diri ini akan mampu membawa kita sebagai manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.

CARA MELAKUKAN INTROSPEKSI

1. Sadarilah kelemahan diri sendiri ketika melakukan introspeksi

Untuk bisa melakukan introspeksi diri, maka seseorang harus menempatkan diri pada posisi yang paling rendah. Dengan kerendahan hati, kita akan lebih mampu untuk menyadari kesalahan yang telah kita lakukan. Introspeksi diri yang dilakukan dengan kerendahan hati dapat memberikan hasil yang lebih mendalam karena kita tidak akan melewatkan banyak hal.

Berkebalikan dengan kerendahan hati, introspeksi yang dilakukan tanpa menyingkirkan rasa sombong tidak akan mungkin bisa dilakukan. Orang yang sombong tidak mau melakukan evaluasi diri saat melakukan introspeksi karena selalu merasa benar. Sebagai akibatnya, introspeksi yang dilakukan tidak akan berguna karena introspeksi yang dilakukan tidak akan membawa pertumbuhan pribadi.

Orang yang sombong dalam introspeksi diri hanya akan terus menerus menyalahkan orang lain, situasi, bahkan Tuhan. Karenanya, selalu rendahkan hati kita ketika hendak melakukan introspeksi diri.

2. Introspeksi dalam setiap aspek kehidupan

Banyak orang yang melakukan introspeksi diri setelah mengalami sebuah kegagalan. Hal ini tentunya tidak salah, karena introspeksi diharapkan mampu membuat seseorang menyadari kesalahan yang telah dilakukannya dan agar mampu menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Sebenarnya, introspeksi diri dapat dilakuakn dalam setiap aspek kehidupan.

Introspeksi dapat dilakukan sebelum kita merencanakan untuk melakukan sesuatu. Dengan melakukan introspeksi di awal, kita akan mampu mengkaji apa saja hal yang menjadi kelemahan dan kelebihan diri kita, sehingga kita dapat meminimalisir kemungkinan kegagalan yang dapat terjadi.

Introspeksi diri dapat pula dilakukan pada saat kita sedang mewujudkan rencana kita. Introspeksi ini diperlukan supaya kita dapat menelaah hal-hal yang telah kita lakukan selama ini. Jika pada introspeksi ini kita menemukan adanya kesalahan, maka kita dapat dengan segera memperbaikinya. Hal ini tentunya mampu mencegah terjadinya kegagalan dalam rencana kita. Introspeksi diri juga perlu kita lakukan pada akhir masa setelah kita selesai melakukan sesuatu.

Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Karenanya, introspeksi yang dilakukan setelah kita selesai melakukan sesuatu akan berguna untuk memperbaiki hal yang telah terjadi. Introspeksi di akhir rencana juga berguna untuk menjadi pembelajaran agar ke depannya tidak mengulang pengalaman yang sama.

3. Introspeksi adalah proses menuju pribadi yang lebih baik.

Introspeksi diri bukan berarti bersikap menghakimi atau menyalahkan diri sendiri. Introspeksi diri merupakan bentuk kebesaran hati untuk memperbaiki dan mengembangkan diri sendiri. Bagi beberapa orang, introspeksi diri adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Sebenarnya, introspeksi diri merupakan sebuah hal yang sangat penting dilakukan, khususnya untuk orang-orang dewasa.

Orang yang sulit melakukan introspeksi diri cenderung bersikap kekanak-kanakan. Karena kedewasaan dan kematangan pribadi lahir dari keterbukaan untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri sendiri.