© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa Manfaat Teori untuk Memahami Hubungan Internasional?

teori hubungan internasional

Seperti yang sudah diketahui, ada berbagai macam teori yang berkembang dalam memahami suatu hubungan internasional.

Apa manfaat dari teori-teori tersebut?

1 Like

Wight yang mengatakan bahwa,

Teori dalam Hubungan Internasional (HI) adalah tradisi pemikiran mengenai hubungan antara negara-negara.

Waltz yang menjelaskan teori dalam HI adalah,

Hukum yang mengidentifikasi hubungan yang serupa atau yang dimungkinkan terjadi.

Hollis & Smith yang mendeskripsikan teori dalam HI berfungsi untuk mengihtisarkan, menggeneralisasikan dan menghubungkan.

Teori HI berniat untuk menjawab berbagai pertanyaan seperti: mengapa suatu negara membuat senjata dan mengancam satu sama lain selama masa damai?; Mengapa suatu negara melakukan perang?; dan mengapa, banyak terjadi konflik dalam sistem internasional secara umum? (Chernoff, 2007) Terdapat tiga pembagian sifat dari teori dalam HI. Ketiganya terus
berkembang menurut perkembangan kehidupan internasional. Ketiga pembagian tersebut adalah teori empiris, teori normatif dan teori kritis.

1. Teori empiris, artinya teori dalam HI digunakan dalam kerangka observasi atau uji hipotesis dari kehidupan dunia.

2. Teori normatif, artinya teori dalam HI yang membahas pemikiran tentang bagaimana perwujudan dunia yang seharusnya.

3. Teori kritis, artinya teori dalam HI yang merupakan kritik dari ideologi masa kini yang berkarakter lebih bebas, memungkinkan perubahan dan lebih bertitik berat pada otonomi manusia. (Linklater, 1996). Teori kritis muncul dalam perkembangan Studi HI kekinian. Kekuatan dasar menurut HI kekinian adalah kapasitas aktor untuk berkerjasama dan perkembangan teknologi untuk mengatasi permasalahan global. (Griffiths, O’challagan & Roach, 2007)

Teori dalam HI dapat digunakan oleh negara sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam menghadapi perkembangan dunia yang begitu cepat berubah. (Saeri, 2012)

Berkembangnya realasi negara sebagai aktor mula-mula dalam ilmu HI mengakibatkan perkembangan fungsi dari Ilmu HI. Ilmu HI yang pada mulanya memiliki fungsi terbatas pada bagaimana mencegah atau mengakhiri terjadinya perang antar negara di lingkungan international kemudian berkembang menjadi banyak fungsi. Diantaranya untuk memahami perilaku negara, melakukan refleksi atau kritik terhadap pemikiran Ilmu HI sebelumnya, dan memahami kehidupan dalam lingkungan internasional yang tidak terbatas pada hubungan antar negara namun juga factor lain yang mempengaruhinya.