Apa makna toleransi dalam sila ketiga pancasila?

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

1. Pengertian Persatuan Indonesia

Persatuan Indonesia merupakan sila ke-3 dalam Pancasila. Sudah kita ketahui pula bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultural dimana terdapat banyak sekali kebudayaan, suku, dan ras di dalamnya. Semua perbedaan tersebut hanya bisa bergabung mengunakan Persatuan.

Persatuan sendiri pengertianya adalah mengabung menjadi satu dan mutlak tidak dapat dipisahkan. Contohnya sendiri banyak sekali pulau di Indonesia, apabila berpecah atau memisah membentuk negara baru akan menimbulkan perpecahan atau disintegrasi di Indonesia, konflik pun akan terjadi antara kelompok pro dan kontra. Maka sangantlah dibutuhkan persatuan di Indonesia agar hal tersebut tidak terjadi.

Makna “ Persatuan Indonesia “dibentuk dalam proses sejarah yang cukup panjang sehingga seluruh bangsa Indonesia memiliki suatu persamaan nasib, satu kesatuan kebudayaan, kesatuan wilayah serta satu kesatuan asas kerokhanian Pancasila yang terwujud dalam persatuan bangsa, wilayah, dan susunan negara.
Persatuan adalah hal yang terbentuk tidak secara instan begitu saja, melainkan dengan proses yang panjang.

2. Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Indonesia

Sudah dikatakan di atas bahwa negara Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya, bahasa, agama, dan ras. Semua perbedaan tersebut harus memiliki wadah untuk bergabung menjadi satu yaitu persatuan. Maka dari itu sangatlah penting sebuah persatuan di dalam Negara agar terwujud kesatuan dan persamaan.

Negara Indonesia sendiri sangatlah besar dan luas sehingga sangatlah sulit untuk mengaturnya apabila tidak ada persatuan. Bahkan sudah di sebutkan di dalam Sumpah Pemuda yang berbunyi,

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sudah sangatlah jelas makna dari sumpah pemuda yang berisi cita-cita para pendiri negara di atas. Mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia maksudnya mau membela bangsa Indonesia yang masuk ke dalam kategori bela negara.

Mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia maksudnya kita hanya mengakui bahwa kita hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dan berani menjunjung tinggi negara Indonesia ini.
Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia maksudnya kita memiliki bahasa persatuan untuk memudahkan berkomunikasi antar banyak ras suku di Indonesia yaitu bahasa nasional bahasa Indonesia. Maka dari itu kita harus menjunjung tinggi persatuan di Indonesia.

3. Cara mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

Agar persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dapat terwujud maka haruslah ada rasa toleransi diantara setiap warga msayarakat di Indonesia. Sikap dan rasa toleransi inilah yang membawa sebuah negara menjadi sejahtera dan damai. Dalam kenyataanya sangatlah berbeda dengan harapan yang diinginkan. Banyak orang malah merasa benar meskipun belum tentu benar. Jadi kalau begitu semua hal tersebut berasal dari dalam diri sendiri.

Kita satukan banyak orang yang memiliki latar dan sifat yang beragam untuk menraih persatuan. Perasaan senasib, serasa, sependeritaan pun dapat mempererat persatuan. Dengan kesamaan rasa orang akan berfikir orang lain adalah bagian dari hidupnya dan muncul rasa untuk saling menolong.
Persatuan juga akan muncul jika kita memiliki rasa saling memiliki, contohnya saja kita merasa memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apabila negara kita direbut atau diancam pastinya sebagai warga negara tidak terima dan akan bersatu melawannya.

Apakah bangsa Indonesia sudah bersatu?

Jawabanya belum, masih banyak orang yang belum sadar tentang arti persatuan dan kesatuan. Banyak orang yang masih berkonflik, tawuran, perang suku, dan sebagainya. Bukti inilah yang melatarbelakangi Indonesia belum bersatu. Maka dari itu marilah kita sadar tentang hal tersebut dan bentuk persatuan di bumi Indonesia tercinta ini.