Apa Makna Rujuk Dalam Agama Islam?

Dalam hubungan berumah tangga, pastilah kita mengharapkan hubungan yang langgeng, bahagia dan terus bersama hingga maut memisahkan. Masalah dalam kehidupan berumah tangga memang pasti ada. Namun, sebagai pasangan suami istri yang telah berkomitmen di hadapan Allah haruslah berusaha untuk menyelesaikan segala permasalahan rumah tangga bersama-sama. Lalu apa makna rujuk dalam agama Islam ?

Rujuk berasal dari bahasa arab bentuk masdar (kata kerja yang dibendakan) dari kata رجع- يرجع- رجوع yang maknanya kembali. Dalam istilah fiqh rujuk berarti kembali kepada ikatan pernikahan dari talak raj’i yang dilakukan dalam masa iddah dengan cara-cara tertentu. Rujuk dikatakan sebagian kembali kepada ikatan pernikahan karena rujuk bukan pernikahan baru tetapi melanjutkan ikatan pernikahan lama yang sempat terputus. Rujuk tidak memerlukan akad nikah baru karena akad nikah lama belum terputus selagi belum habis masa iddah. Istri yang ditalak dengan talak satu atau dua setelah habis masa iddahnya tidak dapat rujuk lagi kecuali melakukan akad nikah baru karena sudah jatuh talak bain, seperti diterangkan dalam bab sebelumnya.

Artinya: Dari Ibnu Umar ra diriwayatkan katika ia menceraikan istrinya, Nabi SAW bersabda kepada Umar (ayah Ibnu Umar) suruhlah ia merujuk istrinya. (mutafaqun ‘alaih)

Rujuk berarti kembali, yaitu kembalinya suami kepada ikatan nikah dengan istrinya sebagaimana semula, selama istrinya masih berada dalam masa ‘iddah raj’iyah.
Hukum rujuk asalnya mubah, artinya bolehrujuk boleh pula tidak. Akan tetapi hukum rujuk bisa berubah, sebagai berikut:

  1. Sunah, misalnya apabila rujuknya suami kepada istrinya dengan niat karena Allah, untuk memperbaiki sikap dan perilaku serta bertekad untuk menjadikan rumah tangganyasebagai rumah tangga bahagia.
  2. Wajib, misalnya bagi suami yang mentalak salah seorang istrinya, sedangkan sebelum mentalaknya, ia belum menyempurnakan pembagian waktunya.
  3. Makruh (dibenci), apabila meneruskan perceraian lebih bermanfaat daripada rujuk
  4. Haram, misalnya jika maksud rujuknya suami adalah untuk menyakiti istri atau mendurhakai Allah SWT.

Rukun rujuk ada empat macam, yaitu:

  1. Istri sudah bercampur dengan suami yang mentalaknya dan masih berada pada masa ‘iddah raj’iyah.
  2. Keinginan rujuk suami atas kehendak sendiri, bukan karena dipaksa.
  3. Ada dua orang saksi, yaitu dua orang laki-laki yang adil.
  4. Ada sigat atau ucapan rujuk.

Referensi :