© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa makna kabah bagi umat Islam?

Ka’bah Baitullah

Ka’bah Baitullah yang terletak di kota Mekkah al Mukarramah adalah tempat suci utama bagi umat Islam. Dalam surat Ali Imran Ayat 96 disebutkan:

“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia ialah (Baitullah) di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam”.

Suatu ketika nabi Ibrahim as mendapatkan petunjuk untuk menyembelih ismail as, maka ibrahim as pun dipenuhi keraguan, sampai mimpi itu datang berulang-ulang. Akhirnya nabi Ibrahim as, memutuskan untuk memenuhi perintah dari Allah tersebut.

Ibrahim as pun mengadakan perjalanan dari kanaan (Israel) menuju ke mekkah, tempatnya dahulu membuang nabi Ismail as dan hajar. Mekkah yang dulu tempat tanpa penghuni, ketika Ismail as dibuang, telah tumbuh menjadi sebuah perkampungan. Disini, Ibrahim as menjadi murung, karena tidak tahan hati ketika hendak menyampaikan perintah Allah yang diterimanya. Anak yang sudah dibuang sejak kecil, dan datang-datang hanya mau menyembelihnya.

Ibrahim as sulit sekali menyampaikannya pada Ismail as, sampai dia menguatkan hati menyampaikannya pada Ismail as, dan diluar dugaan, Ismail as menerima dengan sabar, serta menguatkan hati bapaknya. Singkat cerita, setelah peristiwa itu maka turun perintah baru untuk mendirikan ka’bah dan mengajarkan kepada penduduk setempat tentang monoteisme dan untuk beribadah pada Allah.

Ditempat berdirinya ka’bah itulah dahulu juga tempat menaruh persembahan, ketika habil dan qobil memperebutkan iqlima. Dengan demikian, ka’bah adalah bangunan tempat ibadah tertua dimuka bumi, jika dihitung sebagai tempat menaruh persembahan masa Adam as.

Ka’bah, makna takwilnya adalah sebagai berikut,

  1. Kaf ك : kemuliaan
  2. Ain ع : sesuatu yang tinggi
  3. Ba ب : beserta
  4. Ta ة : Tuhan yang maha lemah lembut

Jadi ka’bah itu maksudnya adalah “Bahwasannya suatu kemuliaan yang tinggi itu hanyalah beserta Allah yang maha lemah lembut.”

Beserta Allah/billah” itu hanya bisa terjadi jika kamu sudah tidak beserta apapun dan siapapun, termasuk dirimu sendiri. Beserta Allah itu pelenyapan ego diri, dimana engkau hanya memandang Allah disebalik segala sesuatu.

Mursyid syekh Muhammad Zuhri (Abah FK)