Apa kelebihan teknik Expected monetary value analysis dalam Quantitative Risk Analysis?

image

Tools & techniques yang dapat digunakan dalam Quantitative Risk Analysis tidak hanya satu saja, melainkan terdapat 3 teknik dalam proses ini diantaranya Data gathering and representation techniques, Quantitative risk analysis and modeling techniques, Expert judgment. Berbicara teknik Quantitative risk analysis and modeling techniques, teknik ini berdasarkan pada event-oriented dan project oriented analysis, salah satunya Expected monetary value analysis. Ketika seorang project manager memilih untuk menerapkan teknik ini apa kelebihan yang akan didapatkan dari teknik Expected monetary value analysis dalam Quantitative Risk Analysis?

Expected monetary value merupakan konsep statistik yang menghitung nilai rata-rata terhadap skenario risiko dimasa depan yang mungkin terjadi dengan menetapkan cadangan kontingensi anggaran dan jadwal proyek. Skenario ini dapat diartikan sebagai potensi yang terjadi secara individual atau dalam beberapa anggota tim proyek. EMV dapat menjadi peluang apabila dinyatakan sebagai nilai positif. Peluang ini berupa manfaat yang dapat mengurangi biaya proyek. Lalu bagaimana dengan nilai negatif pada biaya? Maka hasil dari EVM dinyatakan sebagai ancaman. Kelebihan singkat dari teknik ini, EMV menggunakan asumsi netral terhadap risiko, lebih baik tidak mengambil risiko demi tercapainya kesuksesan proyek. Hal ini dapat dilakukan kapan saja selama dalam siklus suatu proyek dan harus dilakukan sedini mungkin agar dapat meminimalisir risiko yang terjadi. Penggunaan teknik ini bahwa nilai proyek akan dihitung dengan mengalikan nilai dari hasil setiap kemungkinan terjadinya risiko dengan dampak risiko dan umumnya menggunakan pendekatan tree analysis. Perlu diingat bahwa risiko yang dimaksudkan mencakup ancaman dan peluang.

Sebagai contoh sederhana dari Total EVM yang diharapkan dinyatakan nilai positif berarti hal ini EMV sebagai peluang:

Jika disimpulkan apa kelebihan teknik Expected monetary value analysis dalam perencanaan manajemen proyek?

  • EVM dapat membantu dalam menghitung jumlah yang diperlukan untuk mengelola semua risiko yang telaj teridentifikasi
  • Membantu dalam memilih pilihan yang melibatkan lebih seminiminalnya uang untuk mengelola risiko
  • Analisis yang dilakukan sangat sederhana dengan memperhatikan peluang dan ancaman risiko. Serta teknik analisis ini tidak memerlukan sumber daya yang mahal, cukup pendapat para ahli saja
  • Analisis ini dapat mengetahui nilai EMV yang akan diharapkan sehingga dapat meminimalisir nilai negatif biaya yang besar dalam keberlangsungan proyek
  • Total EVM memakili eksposur risiko proyek dan menetapkan cadangan kontingensi anggaran dan jadwal proyek
  • EVM memberikan hasil nilai rata-rata dari semua kejadian tidak pasti yang telah teridentifikasi
  • Membantu project manager dalam memilih keputusan terbaik dengan cadangan data obyektif
  • Dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang berdasar pada tree analysis, diagram grafis yang memudahkan dalam memahami masalah dan solusi

Sumber:

  1. Project Management Institute, 2013. A Guide to the PROJECT MANAGEMENT BODY OF KNOWLEDGE. Project Management Institute, Inc.

  2. PMI-certified Project Manager. Expected Monetary Value Analysis. [online] Project Management Knowledge. Tersedia di: https://project-management-knowledge.com/definitions/e/expected-monetary-value-analysis/ [Diakses 25 Maret 2018]

  3. Hall, Harry. Evaluating Risks Using Quantitative Risk Analysis [online] Project risk coach. Tersedia di: http://projectriskcoach.com/evaluating-risks-using-quantitative-risk-analysis/ [Diakses 25 Maret 2018]

  4. Usmani, Fahad, 2015. A Short Guide to Expected Monetary Value (EMV). [online] PMP Study Circle. Tersedia di: https://pmstudycircle.com/2015/01/a-short-guide-to-expected-monetary-value-emv/ [Diakses 25 Maret 2018]