Apa itu penyakit Heartwater?

Heartwater adalah penyakit yang disebabkan oleh Cowdria ruminantum, dan ditularkan melalui caplak. Gejala akut ditandai dengan demam tinggi, hydropericardium, hydrothorax dan hydroperitonium yang menyerang domba, kambing, sapi dan kerbau.

PENGENALAN PENYAKIT
1. Gejala Klinis
Gejala klinis yang dapat ditemukan adalah adanya hydrothorax, hydropericardium, oedema paru-paru, limpa membengkak, dan kadang- kadang ditemukan gastroenteritis hemorhagica. Masa inkubasi antara 7- 14 hari setelah ternak terinfeksi. Dalam kasus perakut timbuI demam, kolap (collapses) dan mati dalam keadaan konvulsi, disertai pengeluaran lendir berbusa dari hidung dan mulut. Kasus yang akut lebih sering terjadi, dengan gejala demam, makan dan memamah biak masih terus berlangsung untuk beberapa saat, tetapi hewan segera menjadi gelisah dan memperlihatkan gejala-gejala syaraf, berjalan dengan kaku, langkah tinggi dan tidak tetap, berputar, mata terbuka tanpa melihat, dan mulut bergerak seperti sedang mengunyah. Kemudian akan kolaps dalam keadaan konvulsi dan berakhir dengan kematian. Dalam bentuk subakut dan kronik gejala-gejala tersebut nampaknya keadaanya lebih ringan.

2. Patologi
Hewan yang mati akibat bentuk perakut jarang menunjukkan perubahan pasca-mati Bentuk akut, hidropericardium tidak selalu terlihat pada domba dan sapi. Selaput lendir mengalami kongesti. oedema paru- paru selalu ditemukan. Ruang pleura dan peritoneum berisi cairan yang berlebihan dengan berbagai hemorrhagi pada lapisan serosa, viscera dan jantung. Limpa dan simpul limfe membesar, terutama pada sapi. Hati membesar dan hemorrhagi, kantong empedu menegang. Pada mukosa usus halus terlihat garis-garis zebra akibat pembendungan pembuluh kapiler.

3. Diagnosa
Diagnosa didasarkan pada gejala klinis dan perubahan makroskopik. Secara histopatologis akan ditemukan rickesttsia dalam sitoplasma sel endotel.

Diagnosa dilakukan dengan membuktikan adanya rickettsia dalam jaringan tersangka atau dengan jalan membuat postulate Koch pada domba, dengan material yang diambil 2-4 hari setelah timbul gejala klinis hewan yang diduga sakit akan memberikan diagnosa yang paling baik.

4. Diagnosa Banding
Bluetongue, anthrax, theileriosis acut, tetanus, keracunan strychnine dan hipomagnesemia.

5. Pengambilan dan Pengiriman Spesimen
C.ruminantium menyerang sel endothel pembuluh darah dan dapat ditemukan dalam sediaan yang dibuat dari hippocampus, cortex cerebri dan intima pembuluh darah yang besar. Sediaan tersebut dibuat dengan metode preparat impresi otak yang difi xasi dalam methanol di lapangan. Darah yang diambil dari hewan sakit dalam stadium demam dapat dipakai sebagai bahan penyakit dan ditularkan secara intravenus kepada hewan yang rentan. Masa tunas antara 7-14 hari. Di samping itu bila diperlukan di lapangan dapat juga dilakukan penyuntikan pada tikus dan selanjutnya dikirimkan ke laboratorium.

Referensi:
http://wiki.isikhnas.com/images/b/b9/Manual_Penyakit_Hewan_Mamalia.pdf