Apa itu penyakit Dermatophilosis?


Dermatophilosis adalah penyakit kulit yang ditandai dengan terjadinya keradangan bereksudat pada jaringan epidermis kulit diikuti terbentuknya keropeng- keropeng. Penyakit ini dapat bersifat akut maupun kronis dan dapat menyerang sapi, kambing, domba, kuda dan juga manusia.

PENGENALAN PENYAKIT

  1. Gejala Klinis

    Tanda klinis yang paling menonjol diawali dengan terjadinya peradangan bereksudat pada lapisan epidermis kulit yang kemudian berkembang menjadi papula dan pustula. Papula dan pustula ini akhirnya membentuk keropeng/kudis (scab) yang kering, tebal, keras dengan tepi yang tidak teratur. Lesi-lesi tersebut melekat sangat kuat pada permukaan dan apabila kudis/keropeng tersebut di lepas dari permukaan kulit maka akan tampak berwarna kemerahan sampai perdarahan pada permukaan kulit tersebut. Pada umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya pada musim kemarau. Tetapi tidak jarang dilaporkan penyakit ini tetap persisten selama musim kemarau.

    Kudis/keropeng pada sapi dapat bersifat lokal di bagian-bagian tertentu tubuh seperti pada daerah kepala, leher, punggung, kaki atau dapat menyebar luas di seluruh tubuh sehingga kulit akan tampak sangat kasar. Kelainan kulit ini umumnya tidak disertai rasa gatal (pruritis) seperti halnya pada kelainan kulit akibat parasit atau jamur.

    Pada kambing, kudis/keropeng umumnya bersifat lokal pada sekitar mulut, leher, punggung, tapak kaki dan pada daerah abdominal, sedangkan pada domba, kudis sering dijumpai pada telinga, hidung, kepala dan kaki (strawberry footrot).

    Kelainan kulit pada kuda sering terjadi sepanjang punggung dan sisi kanan -kiri (fl ank). Juga pada daerah sekitar ekor sampai kaki sehingga terkadang menyebabkan kepincangan.

    Apabila kelainan kulit yang terjadi sangat berat tersebar diseluruh tubuh maka hewan akan tampak depresi, tidak ada nafsu makan, kehilangan berat badan, demam dan mengalami lymphodenopathy.

  2. Patologi

    Pada kejadian kematian hewan akibat dermatophilosis, perubahan yang paling menciri adalah peradangan kulit (dermatitis) disertai keropeng/ kudis yang sangat ekstensif.

    Secara histopatologi tampak adanya penebalan lapisan dermis kulit yang dipenuhi oleh sel-sel radang terutama neutrofi l pada awal infeksi. Sedangkan jaringan atau organ lain umumnya tidak terjadi perubahan patologis yang menciri.

  3. Diagnosa

    Peneguhan diagnosa terhadap penyakit ini didasarkan pada perubahan klinis yang terjadi pada hewan, pemeriksaan mikrospkopis terhadap preparat ulas langsung (direct smear) dari keropeng/kudis dan didukung oleh temuan struktur khas bakteri D.congolensis secara mikroskopis yaitu bentuk fi lamen memanjang yang terdiri dari kokus-kokus yang tersusun berjajar dua atau lebih kokus seperti bentuk tangga dimana anak tangga diibaratkan kokus-kokus tersebut. Gambaran mikroskopis tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan preparat ulas spesimen keropeng yang kemudian diwarnai dengan Giemsa, methyelen blue atau carbol fuchsin. Meskipun demikian untuk peneguhan diagnosa lebih lanjut dapat dilakukan isolasi bakteri dengan melakukan penanaman pada media agar darah.

  4. Diagnosa Banding

    Beberapa penyakit kulit yang sering dikelirukan dengan dermatophilosis antara Iain mycotic dermatitis.

  5. Pengambilan dan Pengiriman Spesimen

    Spesimen yang diperlukan untuk peneguhan diagnosa berupa kudis/ keropeng kulit yang dapat dikirim ke laboratorium tanpa pengawet.

Referensi:
http://wiki.isikhnas.com/images/b/b9/Manual_Penyakit_Hewan_Mamalia.pdf

Dermatophilosis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Dermatophilus congolensis berbentuk filamen memanjang terdiri dari kokus- kokus yang dapat berkembang menjadi zoospore berflagella. Dermatophilosis merupakan penyakit musiman yang sering terjadi saat musim hujan. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung atau tidak langsung yang disebabkan oleh gigitan lalat penggigit, caplak atau luka terkena benda tajam. Daerah endemis penyakit ini yaitu daerah yang memiliki tingkat kelembaban yang tinggi. Contoh sapi yang terkena penyakit Dermatophilosis pada bagian atas sapi dan pada kulit punggung sapi berikut ini :

image
Keropeng Di Bagian Atas Sapi

image
Keropeng Kulit Sapi

image
Lesi Akibat Dermatophilosis Pada Sapi

Gejala penyakit dermatophilosis yaitu terdapat kudis atau keropeng, tampak depresi, tidak ada nafsu makan, kehilangan berat badan, demam dan mengalami lymphodenopathy. Cara pengobatan penyakit Dermatophilosis yaitu dapat dilakukan dengan pemberian preparat tetracycline atau kombinasi penicillin dengan streptomycine.