Apa itu penyakit Aspergillosis?

Aspergillosis atau Brooder Pneumonia adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan. Penyakit ini dapat menyerang manusia dan hewan. pada sapi biasanya berupa radang plasenta yang mengakibatkan keguguran.

PENGENALAN PENYAKIT

1. Gejala Klinis

Dalam bentuk akut, aspergillosis menyebabkan hewan tidak nafsu makan, kelihatan mengantuk, kadang membuka mulut karena kesukaran bernapas, bahkan bisa timbul kejang. Apabila cendawan menginfeksi otak, dapat menimbulkan tanda kelumpuhan dan gangguan syaraf yang lain. Jika terjadi infeksi pada mata biasanya bersebelahan (tidak selalu kedua mata terserang).

Pada hewan menyusui biasanya timbul gejala radang paru dengan temperatur tinggi, batuk, bersin, pada sapi dapat pula terjadi pada bulan ke 3-8 kebuntingan. Kurang lebih 60 % dari kasus aspergillosis menimbulkan retensi plasenta. Pada kuda kadang timbul keguguran, sedangkan pada anak kuda telah dilaporkan terjadinya diare karena aspergillosis.

Pada anjing dapat terjadi epistaksis, bersin, keluar lendir dari hidung, sakit dan bengkak pada daerah maxilla.

2. Patologi

Aspergillosis paru terjadi dalam bentuk radang paru yang tersebar, berbentuk bungkul kecil dan radang selaput paru. Secara umum pada paru dijumpai daerah yang meradang, kadang dijumpai cairan bernanah yang berwarna hijau kekuningan.

3. Diagnosa

Diagnosa dapat dilakukan dengan pemeriksaan langsung dari sediaan ulas atau kerokan untuk menemukan fragmen hifa yang bersekat dan bercabang. Pada pemeriksaan histologik terlihat radang granulomatosa bernanah dengan cendawan. Dari plasenta terlihat nekrosa yang hebat dengan infi ltrasi netrofi l, terlihat pula oedem, dan perdarahan serta radang pembuluh darah. Sering terlihat hifa yang menembus pembuluh darah.

Cendawan akan lebih terlihat dengan pewarnaan lactophenol cotton blue Pemupukan dapat dilakukan dengan Sabauroud Glucosa/Dekstrosa Agar, yang dibubuhi dengan antibiotika. Koloni yang tumbuh semula berwarna keputihan yang kemudian berubah menjadi hijau gelap, kekuningan atau coklat gelap tergantung spesiesnya, dengan permukaan yang halus seperti kapas. Secara mikroskopis terlihat miselia yang bersekat, konidiofora dengan ujung yang membesar dan bulat dengan sterigmata sebagai penunjang konidia yang berderet.

4. Diagnosa Banding

Secara klinis dapat dikelirukan dengan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Adanya bungkul kecil pada paru atau pada organ dalam lainnya dapat dikelirukan dengan TBC. keguguran yang terjadi akibat aspergillosis dapat menyerupai penyakit brucellosis, vibriosis atau leptospirosis. Diagnosa dapat dikenali dengan isolasi aspergillus.

Pada mamalia aspergilosis dapat dikelirukan dengan pneumonia yang disebabkan oleh kuman selain aspergilosis.

5. Pengambilan dan Pengiriman Spesimen

Spesimen untuk pemeriksaan terhadap aspergillosis dapat berupa cairan bronkhial, kerokan kulit jaringan biopsi/seksi, berupa nodula pada paru, bronkhi dan organ tubuh lain. Spesimen diambil seaseptik mungkin dan segera dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Referensi:

http://wiki.isikhnas.com/images/b/b9/Manual_Penyakit_Hewan_Mamalia.pdf