Apa Itu Literasi Keuangan?

image

literasi merupakan seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun bagaimana dengan literasi mengenai keuangan atau yang biasanya disebut dengan Financial Literacy?

Menurut OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) Literasi keuangan merupakan kombinasi kesadaran, pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang diperlukan untuk membuat keputusan keuangan yang baik dan pada akhirnya mencapai kesejahteraan finansial individu.

Remund (2010) mengemukakan beberapa konseptual tentang definisi dari literasi keuangan yang terbagi menjadi lima kategori sebagai berikut:

  1. Knowledge Of Financial Concepts (Pengetahuan Konsep Keuangan)

  2. Ability To Communicate About Financial Concepts (Kemampuan untuk Mengkomunikasikan Tentang Konsep Keuangan

  3. Aptitude In Managing Personal Finances (Kemampuan dalam Manajemen Keuangan Pribadi)

  4. Skill In Making Appropriate Financial Decisions (Kemampuan dalam Pembuatan Keputusan Keuangan yang Tepat)

  5. Confidence In Planning Effectively For Future Financial Needs (Keyakinan dalam merencanakan kebutuhan keuangan yang efektif untuk masa depan)

    Pemerintah Indonesia memberikan perhatian lebih pada proses edukasi keuangan atau literasi keuangan ini. Pada tahun 2013 Otoritas Jasa Keuangan membagi empat tingkatan literasi keuangan penduduk Indonesia:

  • Well Literate, merupakan keadaan dimana seseorang memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

  • Sufficient Literate, merupakan keadaan dimana seseorang memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan.

  • Less Literate, merupakan keadaan dimana seseorang hanya memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan.

  • Not Literate, merupakan keadaan dimana seseorang tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, serta tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

Sumber:
  • OJK.2017.Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (Revisit 2017). www.ojk. go.id.
  • Organisation for Economic Co-operation and Development/ International Network on Financial Education.2017. G20 / OECD INFE REPORT On ADULT FINANCIAL LITERACY IN G20 COUNTRIES. https://www.oecd.org
  • Remund, D. L. 2010. Financial Literacy Explicated : The Case for a Clearer Definition in an Increasingly Complex Economy. The Journal Of Consumer Affairs, Vol 44(2), page: 276–295.