Apa itu Jingoisme?

Istilah-istilah politik berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat, memunculkan berbagai istilah baru, salah satunya adalah Jingoisme. Apa sih Jingoisme itu ? Jingoisme ditandai dengan kesiapan untuk berperang dan dukungan terhadap kebijakan luar negeri yang sangat agresif.Jingoisme ditandai dengan kesiapan untuk berperang dan dukungan terhadap kebijakan luar negeri yang sangat agresif. Istilah ini bisa digunakan untuk menggambarkan politisi atau warga negara yang selalu menunjukkan sikap permusuhan dengan negara lain. Seseorang yang jingoistik mungkin juga disebut sebagai “elang perang” yang merupakan kebalikan dari “merpati” yang biasanya digunakan untuk melambangkan perdamaian.

Asal-usul istilah ini menarik untuk diketahui . Semua dimulai dengan istilah “oleh jingo,” yang merupakan eufemisme dari sebuah kata pada awal abad ke-17.Berada awal abad ke-17. Istilah itu telah menjadi umum pada tahun 1800an yang kemudian disusul dimasukkan dalam 1878 British music hall song yang dimaksudkan untuk membangkitkan semangat orang Inggris agar mau pergi berperang dengan Rusia. Lagu ini juga berisi pujian atas keunggulan militer Inggris dan menyatakan bahwa orang Inggris memiliki kewajiban untuk memastikan agar “Rusia tidak akan menguasai Konstantinopel.”

“Jingoisme” lantas dengan cepat dianggap mewakili sikap yang mempromosikan perang dengan bangsa lain.Di Amerika Serikat, istilah ini juga diadopsi dan digunakan untuk menggantikan istilah “spread-eaglelism.” Spread-eagleism digunakan untuk mendeskripsikan elang (simbol nasional Amerika Serikat) yang meregangkan sayap dalam upaya mendapatkan lebih banyak pengaruh dan wilayah. Jingoisme digunakan pula untuk menggambarkan politisi yang terlalu agresif atau pendukung perang yang tidak populer.Kata “perang yang tidak populer” mesti digarisbawahi karena selama Perang Dunia II, misalnya, politisi yang mempromosikan pendekatan agresif biasanya tidak dituduh jingoisme, karena perang tersebut mendapatkan dukungan besar dari publik.

Di sisi lain, Perang Falklands antara Inggris dan Argentina pada awal tahun 1980, mendapatkan banyak sentimen sebagai jingoistik.Retorika politik yang dibumbui jingoisme biasanya efektif untuk membangkitkan sentimen nasionalistis, meskipun sebenarnya tampak terlalu menyederhanakan masalah tanpa mempertimbangkan akibat yang mungkin akan dialami.

Bagaimana tanggapanmu mengenai Jingoisme ? Berikan tanggapanmu

Sumber:

  1. https://www.artikata.com/arti-331966-jingoisme.html
  2. https://www.greelane.com/id/sastra/masalah/jingoism-4691810/

baus artikelny. menurut saya dan emang sepadan kurang lebih sama kbbi bahwasannya istilah ini yaitu pandangan yang terlalu mengagungkan kebesaran dan kekuasaan negeri sendiri, atau rasa kesetiaan dan kecintaan kepada tanah air secara berlebih-lebihan (patriotisme). bisa jadi konsol sama etnos dan primordialisme terkait sosiologi politik definisinya