Apa itu Hypophrenia dan bagaimana cara mengatasinya?

image
Photo by https://id.pinterest.com/pin/686939749398195376/

Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya terkena penyakit mental seperti Hypophrenia yang menyerang di waktu-waktu tertentu, dan membuat orang tersebut menangis hingga terisak secara tiba-tiba tanpa mengetahui penyebabnya. Jadi, sebenarnya mengapa orang bisa terkena hypophrenia dan bagaimana gejala awal serta cara mengatasinya?

Ketika mengalami hal yang menyenangkan orang akan merasa bahagia, sebaliknya bila sedang mengalami kejadian yang tidak diharapkan orang akan merasa sedih. Dan menangis adalah salah satu bentuk emosi yang ditunjukkan oleh seseorang yang sedang mengalami kesedihan maupu kebahagiaan. Namun, apa jadinya bila seseorang tiba-tiba menangis dan menjadi sedih tanpa sebab? Meski kondisinya seringkali disamakan dengan bipolar, seseorang yang mengalaminya mungkin mengalami yang disebut dengan hypophrenia. Untuk mengetahui lebih dalam tentang kondisi psikologis ini, simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu hypophrenia?
Istilah hypophrenia mungkin masih sangat asing bagi Anda, bukan? Rena Masri M.Psi seorang psikolog mengatakan bahwa hypophrenia adalah kondisi gangguan mental yang dialami oleh seseorang yang sering menangis dan merasa sedih secara tiba-tiba tanpa adanya alasan jelas yang melatar belakanginya. Kondisi gangguan mental ini seringkali disalah artikan sebagai bipolar. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang sangat terlihat. Bipolar adalah kondisi gangguan mental yang dihadapi oleh seseorang yang kerap kali mengalami perubahan mood yang drastis dan terjadi dengan sangat cepat. Penderita bipolar bisa merasakan depresi yang sangat dalam, dan tiba-tiba bisa sangat bersemangat ketika episode depresi berganti menjadi episode manik atau mania. Sedangkan untuk penderita hypophrenia, seseorang lebih cenderung mengalami satu fase saja yang membuatnya bisa merasa sedih dan menangis secara tiba-tiba tanpa sebab.

Penyebab hypophrenia
Orang yang mengalami hypophrenia memang tidak mengetahui alasannya bersedih dan menangis. Namun, ada penjelasan mengenai hal-hal yang menjadi penyebab hypophrenia bagi seseorang.

Inilah beberapa penyebab hypophrenia yang bisa terjadi pada orang tertentu:

  1. Rasa khawatir yang berlebihan
    Seseorang yang memiliki rasa cemas atau khawatir secara berlebihan bisa mengalami hypophrenia. Orang-orang yang merasa terlalu cemas atau khawatir biasanya kurang nafsu makan dan sulit tidur atau insomnia.

Akibatnya, tubuh pun menjadi lemah, letih, dan lesu. Kelemahan fisik tersebut bisa mengganggu fungsi otak dan mental sehingga akan merasa sedih dan menangis secara tiba-tiba tanpa tahu alasannya.

  1. Pengaruh hormon
    Jangan heran bila sebagian besar orang yang mengalami hypophrenia adalah kaum hawa. Pasalnya, salah satu penyebab hypophrenia adalah perubahan atau gangguan hormon yang kerap dialami wanita.

Para wanita memiliki peluang untuk mengalami sindrom pramenstruasi, gangguan hormon kehamilan, gangguan hormon karena pil KB, atau gangguan hormon pasca melahirkan. Kondisi tersebut akan memengaruhi keseimbangan hormon sehingga hypophrenia pun terjadi.

Ada kemungkinan sindrom baby blue juga terkait dengan hypophrenia yang dilatarbelakangi oleh pengaruh hormon wanita. Para lelaki bisa juga mengalami hypophrenia karena gangguan hormon jika menggunakan obat hormon tertentu.

  1. Penyakit saraf atau kemunduran fungsi otak
    Beberapa masalah terkait saraf seperti Pseudobulbar Affect, Dementia, Alzheimer, dan Parkinson juga diduga menyebabkan seseorang mengalami hypophrenia. Lebih buruk lagi, penderita tersebut juga mengalami hypophrenia disertai kurangnya kontrol emosi.

Biasanya, orang-orang lanjut usia mengalami hal tersebut. Kemunduran fungsi otak karena kematian sel-sel otak bisa membuat lansia mengalami gangguan mental hypophrenia dan marah-marah ala anak-anak atau ngambek.

  1. Efek trauma yang mendalam
    Hypophrenia juga bisa disebabkan karena merasakan trauma yang mendalam. Trauma tersebut bisa terkait dengan kenangan masa lalu yang sangat pahit seperti kekerasan, bully, atau pelecehan.

Selain itu, penyebab hypophrenia juga bisa dikarenakan kehilangan mendalam seperti ditinggal mati orang yang sangat dicintai, dikhianati orang terdekat, dan lainnya. Perasaan kehilangan yang mendalam tersebut bisa memicu rasa sedih dan menangis tiba-tiba.

Gejala hypophrenia
Hypophrenia memiliki beberapa gejala yang menyertainya. Gejala hypophrenia adalah merasa sedih secara tiba-tiba dan diikuti dengan meneteskan air mata tanpa disadari. Tangisan air mata yang telah menetes baru membuat seseorang tersadar dan bertanya kepada dirinya sendiri, “kenapa saya tiba-tiba menangis”.

Tak sampai situ, hypophrenia juga digejalai dengan perubahan suasana hati, tutur kata, dan perilaku. Suasana hati orang yang sedang mengalami hypophrenia akan buruk seketika sehingga membuat orang disekitarnya merasa tidak nyaman ketika ingin mengajaknya berbicara.

Anda tidak perlu heran bila penderita hypophrenia menjadi ketus saat diajak bicara atau malah pergi menyendiri dan marah-marah bila dipaksa berinteraksi saat itu. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memberikan kesempatan sejenak kepada orang yang mengalami hypophrenia untuk memiliki waktunya lalu membantunya untuk mengatasi hypophrenia.

Bahaya hypophrenia
Gangguan hypophrenia bisa menurunkan kesehatan jiwa dan pikiran penderitanya jika dibiarkan saja. Bahaya hypophrenia bisa mengacaukan pikiran dan mental penderita jika rasa sedihnya begitu mendalam dan sering.

Berikut ini adalah beberapa bahaya hypophrenia yang mungkin terjadi bila itu dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan ahli:

-Tidak bisa berpikir jernih
-Mengambil keputusan yang keliru
-Putus asa
-Tidak bergairah menjalani hidup
-Sering sensitif
-Emosi yang meluap-luap
-Menjadi pesakitan
-Menyendiri atau mengalami masalah interaksi sosial
-Melakukan tindakan berbahaya
Dan lainnya
Itulah beberapa bahaya hypophrenia yang mungkin terjadi jika hypophrenia tidak ditangani oleh ahli kesehatan jiwa yang terkait seperti psikolog. Oleh karena itu, Anda perlu tahu bagaimana cara mengatasi hypophrenia.

Cara mengatasi hypophrenia
Cara mengatasi hypophrenia yang paling cepat dan bisa segera dilakukan adalah dengan cara mencurahkan semua isi pikiran dan perasaan yang dimiliki kepada orang terdekat yang bisa dipercaya dan ingin membantu.

Dengan cara tersebut, maka penderita hypophrenia tidak merasa sendiri dan bisa mendapatkan saran serta bantuan bilamana ia sedang membutuhkan. Ini juga menepis dari prasangka buruk orang-orang disekitarnya.

Penanganan hypophrenia yang lebih tepat adalah pergi berkonsultasi dengan psikolog yang bisa mendiagnosis gangguan mental Anda dan mencarikan solusi pengobatan yang tepat bagi penderita.
Sumber :


https://journal.sociolla.com/lifestyle/mengenal-hypophrenia
1 Like