Apa itu hipofungsi ovarium dan apa penyebabnya?

image

Di pedesaan, pada peternakan rakyat sering kali dijumpai kasus-kasus gangguan reproduksi, hal ini tentunya sangat meresahkan para peternak, karena sapi betina yang dipelihara terus membutuhkan biaya pakan dan pemeliharaan, namun tak kunjung bunting dan beranak sebagai keuntungan utama peternak. Umumnya kasus yang terjadi adalah sapi sapi indukan atau dara (belum pernah melahirkan) tidak kunjung menunjukkan gejala birahi / brai / bengah, sehingga tidak dapat dikawinkan baik menggunakan metode kawin suntik maupun kawin alam.

Hipofungsi ovarium, biasanya terjadi pada sapi perah dengan produksi tinggi, indukan yang baru pertama kali beranak, dan sapi yang masih menyusui pedetnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini:

  • Defisiensi nutrisi yang menyebabkan hipofungsi (penurunan kinerja) organ;
  • Efek musim dan suhu lingkungan yang ekstrim;
  • Masalah genetik dengan lamanya rekondisi fungsi ovarium pasca beranak;
  • Respon suckling / menyusui (endocrine feedback reaction).Aktifitas menyusui akan menstimulasi sekresi hormon prolactin, yang menyebabkan perpanjangan masa unoestrous (tidak birahi) pasca melahirkan. Prolactin dapat mengurangi sensitifitas ovarium khususnya pada tingkatan kadar hormon-hormon pemicu birahi

Dampak produksi tinggi sapi perah terhadap hipofungsi ovarium, masih menjadi perdebatan, beberapa peneliti melaporkan terjadinya efek yang signifikan dan berpengaruh langsung, akan tetapi beberapa peneliti lainnya menyatakan bahwa produksi susu yang tinggi tidak memiliki pengaruh langsung terhadap fungsi ovarium, hanya saja keadaan ini akan menyebabkan penurunan berat badan dan defisiensi nutrisi yang menyebabkan terjadinya penurunan fungsi indung telur.

Kekurangan energi merupakan hal yang penting, terutama jika menyebabkan penurunan berat badan yang drastis, hal ini biasanya terjadi pada sapi dara yang baru pertama kali melahirkan dimana fisiknya masih dalam keadaan bertumbuh. Terlebih jika sapi setiap harinya hanya menkonsumsi jerami padi, sebagai limbah pertanian dari sawah peternak, tanpa selingan pakan tinggi protein seperti konsentrat, penurunan bobot badan drastis setelah melahirkan rawan terjadi, bahkan saat kebuntingan trakhir pun hewan dalam kondisi berat badan kurang dari standar, sedang kebutuhan energi sangat besar untuk penopang kehidupan janin dan sapi itu sendiri.

Defisiensi mineral seperti pospor, copper, cobalt, magnesium, serta asupan fito-esterogen (tanaman yang memiliki kandungan kimia mirip hormon reproduksi) dapat menginisiasi terjadinya hipofungsi ovarium. Disamping itu gangguan metabolism yang parah seperti ketosis juga menyebabkan gejala serupa.

Referensi