Apa itu Fraud dalam Akuntansi?

Di setiap pengelolaan keuangan perusahaan, pasti akan selalu ada yang tindak kecurangan laporan keuangan atau potensi seseorang dalam melakukan penyalahgunaan keuangan perusahaan. Yang akan memberikan efek buruk bagi perusahaan dan hal ini bisa disebut sebagai upaya tindakan fraud (kecurangan). Nah, tau gak sih apa itu fraud di dalam dunia akuntansi ?

1 Like

Pengertian Fraud

Singkatnya, Fraud sendiri merupakan perubahan ilegal dari laporan keuangan perusahaan untuk memanipulasi kesehatan perusahaan atau untuk menyembunyikan keuntungan atau kerugian.

Dikutip dari the Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), kecurangan merupakan suatu upaya yang melanggar ketentuan hukum, yang dilakukan secara sengaja dengan berbagai tujuan tertentu, seperti untuk memanipulasi ataupun membuat laporan keuangan yang salah kepada pihak tertentu.

Biasanya, upaya ini dlakukan oleh oknum dari luar atau dari dalam perusahaan itu sendiri demi mendapatkan keuntungan pribadi ataupun kelompok yang pada akhirnya akan merugikan pihak lain, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

Jenis - Jenis Fraud

  1. Melebih-lebihkan Pendapatan

Sebuah perusahaan dapat melakukan kecurangan akuntansi jika melebih-lebihkan pendapatannya. Misalkan perusahaan ABC benar-benar beroperasi pada kerugian dan tidak menghasilkan pendapatan yang cukup. Untuk menutupi situasi ini, perusahaan mungkin mengklaim menghasilkan lebih banyak pendapatan atas laporan keuangan daripada yang sebenarnya. Pada pernyataannya, keuntungan perusahaan akan meningkat. Jika perusahaan melebih-lebihkan pendapatannya, itu akan menaikkan harga saham perusahaan dan menciptakan citra palsu tentang kesehatan keuangan.

  1. Pengeluaran Tidak Tercatat

Jenis lain dari kecurangan akuntansi terjadi ketika sebuah perusahaan tidak mencatat pengeluarannya. Laba bersih perusahaan dilebih-lebihkan, dan biayanya dikecilkan pada laporan laba rugi . Jenis kecurangan akuntansi ini menciptakan kesan palsu tentang berapa banyak laba bersih yang diterima perusahaan. Pada kenyataannya, itu mungkin kehilangan uang.

  1. Salah saji Aset dan Kewajiban
    Bentuk lain dari kecurangan akuntansi terjadi ketika perusahaan melebih-lebihkan asetnya atau mengecilkan kewajibannya. Misalnya, perusahaan mungkin melebih-lebihkan aset lancarnya dan mengecilkan kewajiban lancarnya . Jenis penipuan ini salah menggambarkan likuiditas jangka pendek perusahaan .

Misalkan sebuah perusahaan memiliki aset lancar sebesar $1 juta, dan kewajiban lancarnya adalah 5 juta. Jika perusahaan melebih-lebihkan aset lancarnya dan mengecilkan kewajiban lancarnya, itu salah menggambarkan likuiditasnya. Perusahaan dapat menyatakan bahwa ia memiliki 5 juta dalam aset lancar dan $ 500.000 dalam kewajiban lancar. Kemudian, calon investor akan percaya bahwa perusahaan memiliki aset likuid yang cukup untuk menutupi semua kewajibannya.

Faktor yang menyebabkan terjadinya Fraud

Kesempatan

Terdapat berbagai faktor yang bisa menyebabkan terjadinya fraud dalam suatu lembaga atau instansi perusahaan. Namun, faktor utamanya adalah karena adanya kesempatan yang mendukung mereka bisa melakukan kejahatan fraud. Kesempatan untuk melakukan tindakan ini bisa terjadi kapan saja dan oleh siapa saja.

Oleh karena itu, tidak heran kita bisa menemukan kabar fraud dari mereka yang justru telah mempunyai jabatan atau kedudukan tinggi pada perusahaannya.

  • Tindakan Hukum yang Lemah

Selain itu, fraud juga bisa terjadi karena penegakan hukum yang berlaku terlalu lemah, sehingga beberapa individu akan mulai menyepelekan sanksi hukum yang berlaku disana. Hukum yang lemah juga mampu membuat sesorang menyalahgunakan kedudukannya untuk melakukan berbagai tindakan kriminal seperti fraud.

Adanya Sifat Buruk

Selain itu, fraud juga bisa terjadi karena ada individu yang memiliki sifat buruk, seperti tamak, dll. Sifat tamak ini akan semakin mendorong karyawan untuk melakukan upaya fraud ketika ada kesempatan. Sifat yang buruk ini juga bisa membuat seseorang mencari kesempatan ataupun peluang dalam melakukan tindakan kriminal atau tindakan yang menyimpang lainnya.

Himpitan Ekonomi

Kebutuhan manusia yang sangat mendesak juga bisa mendorong sesorang dalam melakukan tindakan fraud. Beban tekanan hidup yang berat akan merubah seseorang untuk mengambil keputusan yang akan mengungtungkan dirinya sendiri, dan tidak memikirkan bahwa ada pihak lain yang merugi karena tindakannya.

Cara mencegah Fraud

Sosialisasi SOP Anti Korupsi

Suatu perusahaan perlu menyampaikan informasi pentingya tentang anti korupsi. Kegiatan ini perlu disosialisasikan pada semua karyawan dengan disertai sanksi yang tegas dari perusahaan jika ada karyawan yang berani melakukan korupsi. Hukuman ini harus dilakukan dengan tanpa pandang bulu, baik itu pada pelanggar hukum maupun pelaku korupsi itu sendiri.

Dengan begitu, diharapkan tindakan korupsi akan bisa diminimalisir atau tidak ada lagi di dalam perusahaan.

Sanksi untuk pelaku tindak korupsi ini sebaiknya tidak berhenti hanya pemecatan saja, namun harus dibawa hingga ranah hukum. Dengan begitu, akan memberikan pelajaran yang berkesan untuk para karyawan agar tidak melakukan tindakan fraud.

Analisa Keuangan dengan Baik

Tindak pencegahan fraud juga bisa dilakukan dengan cara lain, yaitu dengan menganalisa keuangan dengan baik. Sehingga, kesempatan ataupun peluang karyawan dalam melakukan tindakan fraud pun bisa berkurang. Tindakan ini penting untuk dilakukan sebagai bentuk antisipasi sehingga bisa meminimalisir tindakan fraud.

Contoh Kasus Nyata

The skandal Enron adalah salah satu contoh yang paling terkenal dari kecurangan akuntansi dalam sejarah. Enron menggunakan entitas off-balance-sheet untuk menyembunyikan hutang perusahaan dari investor dan kreditur. Meskipun menggunakan entitas tersebut tidak ilegal dalam dirinya sendiri, kegagalan Enron untuk mengungkapkan rincian yang diperlukan dari transaksi merupakan kecurangan akuntansi. Ketika tingkat sebenarnya dari hutang Enron diketahui publik, harga sahamnya runtuh. Pada akhir tahun 2001, Enron menyatakan kebangkrutan.

Konsekuensi dari kecurangan akuntansi yang parah dalam kasus Enron. Tuduhan pidana diajukan terhadap banyak eksekutif puncak perusahaan, dan beberapa dari mereka dikirim ke penjara. Skandal itu juga akhirnya menghancurkan raksasa akuntansi Arthur Andersen LLP, yang menangani pembukuan Enron.

1 Like