Apa hubungan antara kesehatan masyarakat (psikologi komunitas) dengan psikologis klinis ?

Kesehatan Masyarakat

Kesehatan Masyarakat merupakan ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya.

Apa hubungan antara kesehatan masyarakat (psikologi komunitas) dengan psikologis klinis ?

Hubungan psikologi komunitas dengan psikologi klinis yaitu :

  1. Asesmen Klinis
    Asesmen secara klinis merupakan ruang lingkup pertama dari ilmu psikologi klinis yang dilakukan agar bisa lebih fokus dalam proses asesmen terdiri dari observasi dan juga wawancara yang memakai psikologi komunitas dengan menggunakan alat tes, biografi dan juga catatan medis atau data tambahan atau pendukung dalam melihat keluhan klinis klien seperti peran psikologi komunitas dalam psikologi terapan. Asesmen klinis dilakukan dalam satu atau bahkan lebih dari satu pertemuan dimana asesmen klinis ini nantinya akan memberikan hasil yakni masalah atau gangguan klinis yang dialami oleh klien.

  2. Psikopatologi
    Psikopatologi merupakan ruang lingkup selanjutnya dari psikologi klinis yang didefinisikan sebagai ilmu mengenai penyakit. Jika diartikan secara harafiah, psikopatologi bisa diartikan sebagai ilmu yang membahas tentang penyakit psikologis atau ilmu mengenai gangguan mental. Psikopatologis ini lebih fokus dalam masalah masalah yang negatif dan menjadi bagian dari psikologi abnormal dalam psikologi komunitas.

  3. Mencegah Munculnya Permasalahan Klinis
    Peran psikologi klinis dengan psikologi komunitas adalah psikologi komunitas memiliki ciri upaya untuk mencegah terjadinya permasalahan klinis pada tingkatan sosial yang ada. Ini mengartikan intervensi psikologi sosial pada perkembangan permasalahan sosial yang terdapat pembagian antara tingkatan dari intervensi pencegahan yakni pencegahan primer, pencegahan sekunder dan juga pencegahan tertier.
    Pencegahan primer adalah usaha untuk mencegah sebuah masalah yang terjadi secara umum dan juga bersamaan atau permasalahan yang terjadi paling awal pada situasi yang memungkinkan terjadi. Sementara pencegahan sekunder adalah usaha untuk mengatasi masalah di situasi yang mungkin terjadi pertama kalinya sebelum hal tersebut semakin parah dan pencegahan terier adalah usaha untuk mengurangi kekuatan masalah yang terjadi dari sebuah kejadian terus menerus.

  4. Penekanan Pada Kompetensi dan Kekuatan
    Konsep dari kompetensi timbul karena psikologi komunitas yang berhubungan dengan setting ekologis atau lingkungan dan juga beberapa implikasi agar kompetensi individu dalam komunitas bisa semakin optimal. Kompetensi juga dihubungkan dengan konsep pencegahan sehingga jika individu semakin kuat di awal kehidupan individu atau kelompok pada maka permasalahan bisa dihindari dengan mudah.

  5. Menghargai Perbedaan
    Dalam sejarah psikologi komunitas ada penghargaan pada beberapa perbedaan yang ada dan setiap orang mempunyai hak dalam berbeda pendapat namun bukan berarti memperlihatkan posisi yang lemah atau inferior. Jika perbedaan ini ditangkap sebagai sebuah fakta yang tidak pernah lepas dari kehidupan sehingga akan ada usaha tentang kesamaan untuk segala perbedaan yang ada. Dari keyakinan tentang perbedaan tersebut timbul sebuah pengenalan dan juga pemahaman tentang perbedaan gaya hidup, pandangan dunia, tatanan sosial yang bukan pokok utama dari kehidupan sosial namun tetap bisa untuk diterima sebagai bagian dari karakteristik sosial yang berbeda beda.

  6. Kekuasaan dan Empowerment
    Zimmerman memberi penjelasan empowerment sebagai sebuah konstruk yang mengaitkan kekuatan individu dan juga beberapa kompetensi, sistem bantuan alami dan juga perilaku proaktif pada kebijakan dan perubahan sosial. Teori empowerment, penelitian dan juga intervensi menghubungkan antara kesejahteraan individu dengan sosial yang jauh lebih besar dan juga lingkungan politik.

  7. Perubahan Sosial
    Dengan dukungan penelitian yang kuat, maka salah satu sasaran yang ingin didapat dari psikologi komunitas adalah untuk memberikan dorongan pada perubahan sosial. Perencanaan tentang pertahanan sosial adalah bagian penting dalam psikologi komunitas. Perubahan sosial tersebut bisa terjadi dengan perencanaan atau planned social change atau juga dapat dengan tanpa perencanaan terlebih dahulu atau unplanned social change. Dalam perubahan sosial terencana maka memungkinkan pencapaian yang sangat sesuai dengan target dan psikologi komunitas ini merupakan perubahan yang direncanakan sehingga seringkali sangat inovatif dan menimbulkan gangguan kepribadian dalam psikologi klinis.

  8. Pencegahan atau Prevention
    Psikologi komunitas sudah memberikan warisan terhadap perubahan dan juga pengembangan baik didalam atau diluar bidang ilmu psikologi. Caplan berpendapat jika pencegahan lebih baik dibandingkan dengan mengobati sebab pengobatan seringkali memiliki keterlambatan dalam intervensi atau campur tangan dan kebanyakan baru akan diberikan sesudah waktu yang panjang dimana individu sudah terlanjur mengalami perkembangan masalah dan ini yang menyebabkan intervensi menjadi kurang efektif. Dengan lebih memperhatikan hal ini, maka psikologi komunitas akan dipandang lebih berperan proaktif dibandingkan dengan reaktif.

  9. Meningkatkan Kemampuan Individu
    Hubungan berikutnya dari psikologi komunitas dengan peran psikologi klinis dalam masyarakat adalah untuk memberikan kewenangan yang menjadi sebuah proses supaya bisa meningkatkan kemungkinan jika seseorang bisa lebih aktif dalam mengontrol kehidupannya sendiri. Zimmerman dan juga Rappaport memberi penegasan jika proses tersebut tidak hanya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penguasaan dan juga pengaturan diri pada hidup namun juga agar setiap individu bisa berpartisipasi dalam beberikan gagasan lingkungan atau komunitas.

  10. Memilih Diantara Beberapa Alternatif
    Psikologi komunitas dan juga psikologi klinis juga saling berhubungan untuk memilih diantara beberapa alternatif yang ada atau choice among alternative. Memberikan penghormatan di setiap keunikan individu yang nantinya bisa mengarahkan pemahaman setiap orang jika sebuah model pelayanan kemanusiaan tidak berjalan dengan optimal apabila diterapkan pada masing masing individu. Berbagai pilihan keadaan dan juga pelayanan komunitas atau masyarakat sebaiknya disajikan dalam komunitas dengan memakai latar belakang yang sangat beraneka ragam.

  11. Membantu Dalam Penelitian Ilmiah
    Apabila sebuah keragaman dari pelayanan nantinya berjalan dengan optimal dalam mensejahterakan individu atau lingkungan dan juga sudah terbentuk kesesuaian antara individu dengan pelayanan dalam teori dalam psikologi klinis, maka cara paling baik untuk memastikan jenis pelayanan apa yang paling tepat untuk individu tertentu adalah ilmu pengetahuan. Sangat penting untuk diingat jika menemukan jalan keluar dari berbagai masalah sosial bukanlah hal mudah untuk dilakukan dan penelitian serta ilmu pengetahuan yang berlandaskan pada teori akan mengarahkan pada pemecahan sosial dengan memakai cara ilmiah.

  12. Kerja Sama Dengan Disiplin Ilmu Lain
    Psikologi komunitas dan psikologi klinis sebisa mungkin juga harus bisa menganjurkan sebuah perubahan yang bisa dilakukan dengan cara mengaitkan dengan disiplin ilmu lainnya yang berhubungan dengan arti bisa menghasilkan pemikiran dan juga perubahan yang jauh lebih luas sekaligus bisa diterima oleh banyak pihak.

  13. Kebersamaan
    Sarason mengatakan jika fakta rasa kebersamaan adalah konsep terpenting dari psikologi komunitas dan secara spesifik ia mengatakan jika hal ini adalah pemahaman dimana seseorang akan merasa mempunyai persamaan dengan orang lain, saling bergantung dengan orang lain dan mempunyai kerelaan untuk saling memelihara perasaan saling ketergantungan tersebut dengan melakukan atau memberikan sesuatu bagi yang lain seperti yang diharapkan serta adanya perasaan setiap individu adalah bagian dari sebuah struktur yang tidak bisa berubah dan bisa dipercaya seperti yang ada dalam macam macam asesmen dalam psikologi klinis.

  14. MenanganiKomunitas Inkompeten
    Permasalahan untuk komunitas inkompeten dimana beberapa kasus psikologis yang dialami dan ditangani dengan keliru memakai diagnosis salah sebab ketidakmampuan secara finansial untuk mendapatkan penangan dari psikologi ahli. Dengan fenomena ini yang semakin berkembang, maka peran para psikolog dan institusi untuk mulai fokus dengan penanganan klinis untuk beberapa komunitas yang tidak mampu dan tentunya latar belakang yang dipaparkan memperlihatkan kejelasan pembedaan diantara psikologi komunitas dengan psikologi klinis.
    Hal ini bisa terlihat dari bagaimana sikap bisa timbul dimana psikologi komunitas menjadi tindakan proaktif untuk antisipasi risiko permasalahan yang jauh lebih besar dan juga meningkatkan kesehatan mental dalam sebuah komunitas. Sementara psikologi klinis cenderung lebih reaktif sebab bisa memberikan perlakuan atau treatments sesudah sebuah kasus klinis terjadi.

  15. Hubungan Dalam Terapi atau Treatment
    Kebanyakan strategi kelompok dalam psikologi klinis melakukan terapi atau treatment dengan berbagai macam teknik dan juga orientasi pada seseorang atau kelompok orang yang sedang mengalami gangguan. Dari pandangan sosiokultural, lingkungan dan interaksinya dengan subjek atau kelompok subjek yang menjadi penyebab terjadinya gangguan jiwa. Ada permasalahan yang mendorong terjadinya psikologi komunitas yakni pentingnya faktor lingkungan baik itu sosial atau non sosial yang menjadi penentu perilaku dan juga masalah manusia. Perubahan sosial yang terjadi dalam tantangan masyarakat sekarang ini yang akhirnya menjadi penyebab timbulnya kekumuhan, kemiskinan, polusi udara, bencana alam dan sebagainya yang akhirnya menyebabkan masalah psikologis dalam masyarakat khususnya emosional. Untuk itu gangguan ini lebih membutuhkan pendekatan komunitas dibandingkan dengan pendekatan tradisional psikologi klinis.