Apa efek samping laser bulu badan?

Bulu ketiak, bulu kaki bahkan bulu hidung merupakan bulu yang paling sering tumbuh di badan kita. Beberapa cara untuk merontokkan bulu badan. Salah satu cara untuk merontokkan bulu badan yaitu dengan teknologi laser. Memang metode yang satu ini tergolong efektif, tetapi akan menimbulkan efek samping. Apa efek samping melakukan laser?

Efek samping penggunaan laser dibagi menjadi tiga yaitu efek samping normal, efek samping sementara dan efek samping serius. Efek samping normal setelah menggunakan teknik laser akan menyebabkan pembengkakan mulut folikel kulit yang terpapar sinar laser. Lalu menyebabkan rasa perih dan gatal di area yang terkena sinar laser. Kulit pun akan memerah setelah penggunaan laser. Semua efek samping yang disebutkan di atas akan menghilang tiga hari setelah perawatan laser.

Kedua adalah efek samping sementara. Efek sementara ini akan menghilang dengan jangka waktu pendek. Biasanya efek samping yang satu ini akan hilang sekitar sehari, seminggu paling lama sampai satu bulan. Gejalanya adalah kulit memerah di area yang terkena perawatan laser hingga pembengkakan di area yang terkena sinar laser tersebut.

Jika penggunaan laser dengan frekuensi cukup tinggi kulit akan kering dan terasa panas. Untuk itu saat ini terdapat perangkat berteknologi mutakhir yang dapat mengurangi efek kulit yang terasa panas tersebut. Efek lainnya juga terjadi hypo-pigmentation. Hypo-pigmentation adalah penurunan pigmentasi kulit. Kondisi ini akan membuat kulit lebih terang dari pada kulit di sekitarnya.

Terakhir, efek samping secara serius. Memang terdengar mengerikan, tetapi efek samping ini akan mengakibatkan rasa perih amat sangat di area kulit. Penyebab ini disebabkan karena kesalahan perawatan.

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Ini Efek Samping Merontokkan Bulu dengan Laser, Iritasi hingga Perubahan Pigmen, http://kaltim.tribunnews.com/2015/12/22/ini-efek-samping-merontokkan-bulu-dengan-laser-iritasi-hingga-perubahan-pigmen.
Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Rita