Apa dampak dari terjadinya inflasi di suatu negara ?

image
Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar.

Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat

Referensi

http://fassarozi.blogspot.co.id/2015/09/soal-dan-jawaban-ekonomi-makro.html

Inflasi dapat diartikan sebagai meningkatnya harga secara umum dan terus menerus. Namun, kenaikan satu atau dua barang saja belum bisa disebut inflasi kecuali kenaikan tersebut meluas kepada sebagian besar harga barang lain.
Menurut Nanga (2005:247), inflasi dapat dibagi menjadi empat kategori berdasarkan besarnya laju inflasi yaitu sebagai berikut :

  1. Inflasi ringan, inflasi ini belum mengganggu keadaan ekonomi karena nilainya masih di bawah 10% per tahun.
  2. Inflasi sedang, inflasi berkisar 10%-30% ini belum membahayakan namun dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat yang mempunyai pendapatan tetap.
  3. Inflasi berat, inflasi berkisar 30%-100% per tahun ini sudah mengacaukan kondisi perekonomian. Orang cenderung menyimpan barang. Minat menabung juga rendah karena bunga bank lebih rendah dari laju inflasi.
  4. Hyperinflasi, inflasi diatas 100% per tahun ini sudah mengacaukan perekonomian dan susah dikendalikan meskipun dengan tindakan moneter maupun fiskal.

Dampak dari adanya inflasi bisa menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat karena nilai riil pada mata uang mengalami penurunan. Namun ketika inflasi berubah menjadi parah (hiperinflasi), maka bisa menyebabkan perekonomian menjadi lesu, kacau, harga barang domestik lebih mahal dari impor, kurang semangat menabung dan investasi, serta kurang semangat memproduksi karena harga meningkat dengan cepat.

Dampak positif yaitu ketika inflasi masih berada di tahap ringan yaitu bisa meningkatkan pendapatan nasional, pengusaha bisa meningkatkan produksinya hingga tersedianya lapangan kerja baru, serta meningkatkan minat masyarakat dalam menabung dan investasi.

Referensi

Yulianti, Rahmah dan Khairuna. 2019. Pengaruh Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Aceh Periode 2015-2018 dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Akuntansi Muhammadiyah, 9 (2), 113-123

Ningsih, Desrini dan Puti Andiny. 2018. Analisis Pengaruh Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Samudra Ekonomika, 2 (1), 53-61