Apa dampak baik dan buruk dari virtual home robot terhadap kehidupan sehari-hari seseorang dan untuk kedepannya menurut kalian?

Virtual Home Robot adalah salah satu bentuk kecanggihan teknologi yang akan dirilis sekitar Desember 2017. Ia merupakan Artificial Intelligence dari sebuah smart speaker bernama Gatebox buatan Vinclu. Gatebox ini ditujukan kepada orang yang memiliki minat pada karakter wanita pada anime atau untuk orang yang tidak menyukai hubungan pada wanita asli.

Lalu menurut anda, apa saja dampak baik dan buruk dari pengaruh virtual home robot ini pada si pemilik dalam kehidupan sehari-harinya dan untuk kedepannya?

Sebelum kita membahas tentang dampak dari virtual home robot, khususnya adalah Gatebox, mari kita cari tahu terlebih dahulu apa itu Gatebox.

Gatebox adalah Virtual Home Robot. Jadi robot virtual yang diproyeksikan dalam sebuah tabung. Robot ini akan membantumu menjaga rumah, menyalakan alat elektronik, layaknya home assistant dari Google. Tabungnya sendiri dilengkapi berbagai sensor yang mendeteksi kondisi lingkungan, bahkan bisa tahu saat kamu sampai di rumah. Kamu juga bisa memproyeksikan MMD Vocaloid di tabung ini melalui kabel HDMI.

Namun yang membuatnya berbeda adalah karakter dari robot tersebut. Bukannya seperti assisten virtual yang agak kaku, Gatebox ini malah memberikan perhatian seperti istri rumah tangga. Ya, ketika Google Assistant, Siri, dan Cortana selalu menolak cintamu, si Gatebox ini malah memberikan rasa itu padamu. Menantimu pulang, menanyakan kabar, mengobrol ringan bahkan tak lupa mengucapkan selamat tidur. Kamu juga bisa memilih karakter yang berbeda-beda. Namun saat ini baru tersedia satu saja, Azuma Hikari.

Selain itu, Gatebox bisa terkoneksi langsung dengan peralatan elektronik dirumahmu, contohnya AC,TV,Lampu, dan Handphone untuk sekedar chating ataupun menyuruh Gatebox untuk melakukan sesuatu. Ya, sensasi punya istri 2D bisa terwujud dengan ini, karena Gatebox juga dilengkapi sensor suara dan sensor kamera yang akan mengenalimu dengan mudah. Tidak lupa termasuk Kustomisasi karatker yang terdapat didalam gatebox sendiri, yang terdapat pada fitur pre-order dapat menambahkan seperti Azuma hikari, Miku,Unity-chan, dll

Lalu apakah dampak baik dan buruk dari virtual home tersebut?

Dampak Baiknya adalah dapat membantu memudahkan pekerjaan manusia. Khususnya pekerjaan-pekerjaan ringan di rumah yang terkadang kita tidak sempat atau tidak punya waktu untuk mengerjakannya.

Dampak Buruknya adalah karena perkerjaan kita dapat terbantu dan dimudahkan, maka akan memebuat kita menjadi malas mengerjakan perkerjaan-pekerjaan tersebut karena dianggap sudah ada yang mengerjakan.

sumber :


Virtual Home Robot atau biasa disebut “Waifu” oleh para penggemar anime Jepang. Virtual Home Robot ini bernama Gatebox. Dalam pembuatannya, tentu menimbulkan pro dan kontra.

Dampak Baiknya adalah hiburan bagi para fanatik atau komunitas yang mencintai anime
Dampak Buruknya adalah dengan berkembangnya kefanatikan tersebut, dapat menciptakan pengaruh psikologis buruk pada beberapa orang.

Dengan adanya virtual home robot, dapat membantu pemilik dari AI tersebut dari segi penyelesaian permasalahan sehari-harinya yang ringan seperti mematikan lampu saat tidur, menjadi alarm, menjadi pengingat akan momen penting tertentu dan beberapa hal lainnya. Kemudian dapat menjadi teman yang menemani si pemilik yang hidup sendirian dan memiliki kesibukan dipekerjaannya yang tidak sempat untuk bergaul lebih dalam bersama teman se-kantornya sehingga si pemilik akan lebih leluasa hatinya karena ada teman walau sebatas virtual.

Namun, virtual home robot ini dapat memberi efek buruk juga jika si pemilik terlalu terpaku dengan virtual home robot. Jika hanya merasa cukup dengan AI untuk menemani kehidupan sehari-hari tanpa memperhatikan kehidupan sosialnya, maka akan menjadi suatu gangguan dalam bersosialisasinya,

Dampak baiknya adalah bisa membantu orang-orang dengan masalah sosial, yang membuat mereka canggung atau bahkan tidak bisa beroperasi dalam situasi-situasi sosial. Selain itu, virtual home robot ini bisa membantu meringankan pekerjaan rumah kita.

Dampak buruknya adalah bisa menyebabkan ketergantungan dalam mengerjakan pekerjaan rumah, serta potensial “menggantikan” peran manusia asli, yang dapat menggangu kesehatan psikologis seseorang, terlebih dalam situasi sosial.