Antara karir dan Menikah: yang Mana Tujuanmu?

Berkarir atau menikah, mungkin pilihan cukup dilematis dalam hidup. Khususnya bagi seorang wanita. Sehingga seringkali seorang wanita memutuskan untuk memilih keduanya.

Menikah atau menjadi seorang ibu rumah tangga merupakan kodrat yang tidak bisa dihilangkan dari seorang wanita. Akan tetapi seiring berkembangnya jaman, wanita memiki perkembangan cita-cita juga dan tujuan lain selain menikah.

Banyak tuntutan untuk menikah seperti kodrat, lalu eksternal seperti keluarga, tetangga, masyarakat, bahkan pasangan.

Khususnya bagi wanita yang sedang berkuliah pasti menginginkan setidaknya berkarir terlebih dahulu untuk mencapai cita-cita dan membahagiakan orang tua. Tidak ingin menyia-nyiakan effort selama berkuliah hanya untuk menjadi ibu rumah tangga saja kan ?

Tapi bagaimana bila kalian dalam keadaan posisi harus memilih berkarir atau menikah ? Misalnya kalian sudah menemukan pasangan yang benar-benar cocok dan dia mengajakmu menikah setelah lulus kuliah. Memilih salah satu pilihan beresiko kehilangan/tertundanya salah satu kesempatannya, baik karir atau menikah.

Menurut kalian piihan mana yang baiknya seseorang, khususnya wanita pilih dalam kondisi seperti itu dan kenapa ?
Memilih berkarir sambil menikah, atau fokus dulu salah satu ?

Referensi
1 Like

Saya tentunya lebih memilih untuk berkarier terlebih dahulu sebagai fokus utama saya setelah lulus dari perguruan tinggi negeri karena saya ingin membahagiakan orang tua saya terlebih dahulu dan kemudian menikmati kehidupan dewasa saya. Saya sendiri tidak tahu apakah saya akan menikah di usia 20-an atau 30-an, mengingat menikah itu sendiri di mata saya bukanlah sebuah perkara yang main - main dan perlu persiapan yang sangat matang baik dari segi finansial maupun segi mental. Sehingga, menurut saya pribadi, karier adalah fokus utama, dan ketika karier kita istilahnya sudah terbangun dan kita sudah merasa mapan dengan misalnya sudah memiliki rumah sendiri, maka kita dapat dikatakan sudah siap untuk menikah dan membangun rumah tangga dengan pasangan masing - masing.

Banyak orang yang sering bertanya " udah ada calon belum ? " atau " kapan menikah ?
", Tetapi saya adalah tipe orang yang cukup santai dan tidak mau terburu - buru soal pernikahan. Masih banyak waktu untuk saya untuk memikirkan masalah tersebut nanti, setelah saya sudah merasa siap dan mapan untuk hal itu. Saya tidak mau dulu untuk pusing memikirkan urusan - urusan rumah tangga di saat yang sama, masih banyak ingin saya lakukan di masa muda saya dengan segala kebebasan yang saya miliki di usia dewasa.

Karena jika sudah menikah, kebebasan itu seolah - olah terengut sebagian karena ada tanggung jawab yang harus di lakukan ketika seseorang sudah memutuskan untuk berumah tangga. Jadi karena itulah saya lebih memilih membangun karier terlebih dahulu dan menikmati masa - masa muda saya sebelum pada akhirnya di suatu titik, saya berkomitmen kepada sebuah hubungan penikahan dan membina rumah tangga.

1 Like

Diskusi yang menarik. Sebagai seorang perempuan yang juga anak pertama saya diajarkan untuk tidak terburu-buru dalam menikah dan sebaiknya berkarir dulu setelah lulus kuliah. Saya pun juga menginginkan untuk bekerja dan menabung terlebih dahulu setelah lulus nanti. Saya tidak ingin menikah yang hanya sekedar menikah dengan berlandaskan cinta dan umur yang pas. Saya ingin membangun keluarga yang mapan dimana saya bisa dan pasangan saya memiliki kehidupan yang stabil terutama dari sisi ekonomi. Hal ini saya lakukan karena saya ingin anak saya kelak hidup berkecukupan dan saya juga bisa memberikan yang terbaik untuk anak saya.

Selain itu, alasan lain saya memilih untuk berkarir dahulu adalah saya ingin membantu kedua orang tua saya untuk membiayai adik saya yang masih bersekolah. Saya juga ingin memberikan kehidupan yang nyaman bagi orang tua saya untuk masa tua nanti sehingga mereka tidak perlu lagi bekerja dan bisa beristirahat.

Oh iya setelah menikah nanti saya juga berkeinginan untuk bisa tetap bekerja. Saya tidak ingin membebankan seluruh tanggung jawab finansial kepada suami saya kelak. Saya juga ingin membantu perekonomian keluarga dan ingin berperan sebagai back up dari suami saya nanti.

1 Like

Ahh berarti kalau dari kak @williamaditama dan kak @nanazz lebih baik fokus di karir dulu ya ?

Bagaimana bila kalian dihadapkan dengan kondisi

Apakah akan direlakan saja atau meminta pasangan kita untuk sabar ? Karena jika misalkan saya yang sedang pada kondisi “pasangan tersebut”, pastinya saya menginginkan kepastian. Sering kali fenomena yang terjadi bahwa kata “menunggu sukses” kebanyakan tidak jelas seberapa lama harus menunggu ? sesukses apa yang dimaksud ? Dan kenapa tidak dijalani sambil menikah saja ?. Kalau dari kak @williamaditama mungkin sudah ada contoh misalnya memiliki rumah sendiri. Saya setuju banget sama ini, menurut saya masih banyak yang menganggap remeh bahwa keperluan memiliki rumah sendiri dalam berumah tangga sangat penting.

Hal ini ada benarnya, yang jadi perhatian saya khususnya yang menikmati masa muda, mungkin ini yang agak sulit untuk didapat kembali setelah menikah. Tapi untuk kasus komitmen, saya juga pernah berbincang dengan teman saya, bagaimana jika dibuatkan semacam perjanjian atau komitmen ? dimana keduanya setuju untuk sama-sama memprioritaskan menitih karir, saling membantu dan mensupport, sambil menjalani kehidupan rumah tangganya.

Ekonomi yang ga stabil khawatir malah jadi penyebab rusaknya rumah tangga ya kak @nanazz :joy: gabisa ga setuju nih kalau ini.

Untuk kasus memiliki pasangan yang mengajak menikah setelah menikah itu Alhamdulillah dalam kenyataannya saya tidak begitu ya kak :sweat_smile:. Saya dan pasangan saya sekarang sudah memiliki komitmen untuk saling berkarir terlebih dahulu, menabung untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Saya juga berencana punya rumah sendiri dan tidak ingin tinggal dengan orang tua atau mertua saat sudah menikah. Jadi kalaupun kasusnya nanti tiba-tiba pasangan saya mengajak menikah setelah lulus pasti saya akan menanyakan beberapa hal seperti tinggal dimana setelah menikah dan lain sebagainya. Dan tentu saja saya akn meminta untuk memikirkan ulang keputusan menikah setelah lulus kuliah.

Ahh lebih ke meminta untuk memikirkan ulang keputusannya ya kak @nanazz . Kalau masuk akal dan memiliki potensi yang baik, bisa saja kan ya. Tapi kalau cuman sekedar hanya ingin cepat-cepat tanpa kejelasan juga buat apa ya.

Sebenarnya saya juga pernah menemui beberapa kasus dimana rekan saya merasa bingung, satu sisi dia hampir selesai kuliah (berkeinginan dan memiliki cita-cita setelah kuliah). Disisi lain pasangannya mengajak menikah, dan pasangannya tersebut bisa dikatakan sudah cukup sukses dan mapan, bahkan cukup mapan untuk membiayai keluarganya. Menurut saya itu kesempatan yang sayang saja kalau disia-siakan, khususnya bagi seorang wanita kan. Hanya saja saya sendiri juga merasa, apakah worth kah mengorbankan cita-cita yang belum dicoba untuk mengambil keputusan itu ?

Aku pribadi untuk saat ini lebih memilih karir terlebih dahulu dan belum kepikiran untuk menikah. Aku masih memiliki banyak cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai, dan menurutku dengan menikah itu dapat sedikit menghambat karir yang ingin aku capai.

1 Like

Jika ditanya tujuan tentu saja saya akan memilih keduanya. Saya sempat berpikir untuk tidak menikah dan akan menemani orang tua saya. Namun, saya sadar bahwa saya juga butuh seorang lelaki yang dapat saya berikan cinta dan kasih sayangnya. Belum lagi orang tua saya yang bersifat judgemental sehingga saya kesulitan setiap akan berbicara dengan mereka.
Namun, jika ditanya tujuan yang terlebih dahuli ingin diraih, tentu saja karir. Saya tidak ingin bergantung kepada suami saya ketika nanti saya akan menikah. Kita tidak bisa mengandalkan seseorang untuk terus bersama kita sekalipun itu pasangan hidup. Bagaimanapun, saya harus bersiap untuk kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Jika saya memiliki karir yang matang, setidaknya saya tidak perlu khawatir dengan kondisi keuangan saya sendiri.

1 Like

Tentu saja keduanya merupakan tujuan saya. Meniti karir dan menikah merupakan tugas perkembangan manusia. namun, untuk saat ini saya ingin fokus pada karir terlebih dahulu, tidak mau terlalu buru-buru menikah karena masih ingin mencoba banyak hal dan membangun karir sebaik mungkin.

1 Like

Untuk saat ini, pastinya karir dulu. Sebagai perempuan juga, aku tidak ingin bergantung pada suami kalau sudah menikah nanti. Memang lebih baik meniti karir dulu sebelum menikah agar nanti walaupun sudah punya kepala rumah tangga, kita masih bisa mandiri dan tidak sepenuhnya menunggu suami untuk membiayai ini dan itu. Plus, aku tipe orang yang impulsif kalau urusan membeli barang-barang yang disuka. Kalau pakai uang sendiri kan lebih enak impulsifnya, tidak menimbulkan penyesalan. Jadi, memang lebih baik meniti karir dulu baru menikah.

1 Like