Alon Alon Waton Kelakon

image

Alon-alon ( pelan-pelan)
Mengandung arti bahwa dalam melakukan suatu pekerjaan hendaknya kita lakukan dengan pelan-pelan. Pelan-pelan di sini mengandung pula pengertian hati-hati, cermat dan meminimalisir kesalahan yang bisa terjadi. Selain itu juga mengandung pengertian bahwa dalam melakukan suatu pekerjaan tidak boleh tergesa-gesa (bedakan dengan cepat dan efisien). Kalau suatu pekerjaan itu sudah terikat dengan waktu maka pengertiannya adalah melakukan dengan penuh hati-hati dan terencana sehingga dapat selesai tepat waktu.

Waton (dasar)
Waton dalam bahasa Jawa yang berarti dasar. Berasal dari kata Watu (batu) yang sering digunakan untuk membuat dasar bangunan baik rumah maupun bangunan-bangunan lain seperti jembatan, bendungan dan lain-lain.

Prinsip ini mengajarkan bahwa dalam melakukan sesuatu kita harus tahu dasarnya (dasar hukumnya). Tidak boleh melakukan sesuatu tanpa dasar yang jelas, hanya berdasarkan perkiraan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dalam perkembangan jaman sekarang dasar ini juga bisa dimaknai dengan visi, misi dan tujuan yang jelas. Sehingga seseorang menjadi lebih mantap dalam melangkah, lebih terpacu untuk bekerja lebih giat dan tahu dengan jelas arah dan hasil yang akan diperoleh.

Kelakon (terlaksana)
Hasil yang diinginkan dari melakukan suatu pekerjaan adalah terlaksananya tujuan yang ingin dicapai, seberapapun panjang proses yang harus dilalui. Prinsip ini mengajarkan bahwa tujuan utama kita melakukan sesuatu adalah tercapainya suatu hasil, karena ukuran kesuksesan dalam bekerja tidak hanya dinilai dari prosesnya tetapi juga hasil akhirnya. Oleh sebab itu tercapainya tujuan pekerjaan menjadi syarat mutlak bahwa pekerjaan itu telah diselesaikan dengan baik.