Akibat kebanyakan makan serat!


Diet tinggi serat memang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan, di antaranya untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah serta membantu menurunkan berat badan. Namun hati-hati, jika terlalu banyak mengonsumsi serat juga tidak baik, bahkan bisa menimbulkan gangguan kesehatan tertentu. Lantas, berapa batas aman makan serat dalam sehari?

Dilansir dari Buzzle, Jumat (8/10/2010), berikut 5 akibat kebanyakan mengonsumsi serat:

  1. Sembelit
    Sebenarnya bila orang makan serat dengan jumlah yang cukup dan sesuai, maka serat akan membersihkan perut dan kotoran di usus bisa menjadi lebih lunak. Tapi jika mengonsumsi serat lebih dari kebutuhan tubuh, serat justru dapat membuat sembelit (susah buang air besar).

Hal ini karena serat menyerap air ketika melalui sistem pencernaan. Jadi jika orang terlalu banyak konsumsi serat, air dalam saluran cerna pun banyak yang diserap. Akibatnya bisa menjadi susah buang air besar.

  1. Dehidrasi
    Dengan alasan yang sama yaitu serat dapat menyerap air, maka tidak mengherankan bila orang yang mengonsumsi terlalu banyak serat menjadi dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

  2. Perut kembung
    Perut kembung merupakan emisi gas produk sampingan kombinasi proses pencernaan dalam tubuh. Serat berlebih bisa menyebabkan perut kembung karena bakteri dalam usus mencerna serat secara berlebihan, sehingga membuat gas sebagai produk sampingannya.

  3. Kenaikan berat badan
    Orang biasanya makan banyak serat dengan harapan dapat menjaga berat badan. Tapi dengan makan serat berlebihan justru malah dapat menyebabkan orang mengalami kenaikan berat badan.

Hal ini terjadi karena banyak serat berarti menyerap banyak air. Jadi jumlah air yang tidak diperlukan mungkin akan disimpan dalam tubuh, yang disebut retensi air. Air yang ditahan ini akhirnya yang membuat berat badan Anda menjadi naik.

  1. Susah hamil
    Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat yang terlalu banyak bisa menurunkan kadar estrogen dan beberapa hormon reproduksi lainnya seperti progesteron, hormon luteinizing dan follicle-stimulating hormone.

Asupan serat yang tinggi terutama dari buah-buahan juga dikaitkan dengan risiko tinggi memiliki siklus menstruasi anovulatori, yaitu ovarium gagal melepaskan sel telur. Penemuan ini telah dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition.

https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/1458832/5-akibat-kebanyakan-makan-serathttps://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/1458832/5-akibat-kebanyakan-makan-serat