“Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata”

image

Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata”, sudah menjadi salam atau falsafah bagi lembaga adat Dayak Kanayatn, khususnya Dewan Adat Dayak Kanayatn di Tingkat Kecamatan, seperti Dewan Adat Dayak Kanayatn Kecamatan Sengah Temila, Dewan Adat Dayak Kanayatn Kecamatan Mempawah Hilir dan lainnya di Kabupaten Pontianak (sebelum pemekaran).

Sesudah Tahun 1985. Namun secara Formal semboyan atau falsafah Kata Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata ditetapkan pada tanggal 26 Mei 1985, pada saat Upacara Adat Naik Dango yang pertama di Anjungan, Kabupaten Pontianak. Dimana pada saat itu dirumuskan oleh beberapa orang tokoh adat dayak seperti, Bapak F. Bahudin Kay, Bapak Drs. M. Ikot Rinding, Bapak Salimun, BA, Bapak R.A. Rachmad Syahuddin, B.Sc , dan lain-lain. Kata Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata, sejak saat itu resmi digunakan secara formal dalam berbagai kegiatan upacara adat dan kegiatan Masyarakat Adat Dayak di Kabupaten Pontianak. Dimana setiap kata Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata yang di ucapkan dibalas dengan kata Auk (diucapkan Auuuuuk) yang artinya ya atau amin.

“ Adil ka Talino, Bacuramin ka saruga, Basengat ka Jubata “

Pertama “Adil ka Talino” kalimat ini berasal dari bahasa Daya’k Kanayatn. Dalam bahasa indonesia kata “Adil” berarti “Adil, Sama banyak, tidak memihak ” dan kata “Ka” berarti “ Ke, Kepada, pada, terhadap “ sedangkan kata “Talino” berarti “ Manusia”. Dari pengertian setiap kata diatas maka kalimat “ adil ka talino” dapat diartikan “ adil terhadap sesama manusia “. Ini menjelaskan bahwa orang Daya’k, khususnya Daya’k Kanayatn itu menjunjung tinggi sikap keadilan.

Kedua “ Bacuramin Ka Saruga” kalimat ini juga berasal dari bahasa daya’k Kanayatn. Sama seperti yang telah dijelaskan di atas kata-kata dalam kalimat ini, dapat diartikan ke dalam bahasa indonesia. Kata “Bacuramin berarti “ Gambaran, Pandangan, Pedoman” dan kata “ Saruga“ berarti “Surga”. Jika diartikan secara keseluruhan maka kalimat tersebut mempunyai arti “ Berpedoman pada Surga “. Ini menunjukan bahwa suku Daya’k Kanayatn takut terhadap surga atau Tuhan. Sehingga mereka bertindak sesuai gambaran orang-orang di surga atau selalu mengandalkan Sang Pencipta yaitu Tuhan dalam melakukan tindakan.

Ketiga “Basengat ka Jubata” seperti kalimat-kalimat di atas. Kalimat ini juga berasal dari bahasa Daya’k Kanayatn. Dimana dalam bahasa indonesia kata “Basengat” berarti “Bernapas” dan kata “ Jubata” berarti “ Tuhan”. Jika diartikan secara keseluruhan maka kalimat tersebut mempunyai arti “ Bernapas pada Tuhan”. Maksudnya yang memberi napas kehidupan itu adalah Tuhan. Ini menyatakan bahwa suku Daya’k Kanayatn percaya yang menentukan hidup dan matinya manusia itu adalah Tuhan.