Adakah penyebab badan kurus tanpa alasan?

Memiliki tubuh kurus adalah impian bagi sebagian besar wanita maupun pria. Banyak yang mencoba beragam cara menurunkan berat badan demi tubuh idaman. Tetapi jangan senang dulu ketika kamu mengalaminya tanpa tahu penyebab badan kurus yang jelas. Apa penyebabnya?

Kamu lebih baik waspada apabila mengalami pengurangan berat badan yang cepat. Khususnya penurunan sekitar 5 persen dari berat badan keseluruhan dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun.

Penurunan berat badan tersebut bisa menandakan adanya gangguan kesehatan yang sedang menyerangmu! Yuk, ketahui penyakit apa saja yang bisa menyebabkan badan kurus!

  1. Stres dan Depresi
    Kesehatan mental tentu berpengaruh pada fisikmu. Tidaklah aneh jika berat badanmu turun setelah mengalami kejadian sedih atau traumatis. Misalnya, kematian orang yang dicintai atau perceraian.

Berat badanmu seharusnya akan kembali normal seiring waktu. Bicarakanlah dengan keluarga dan teman dekat jika kamu mengalami stres atau depresi. Jangan menutupi atau menyimpannya sendiri.

  1. Diabetes
    Tubuh penderita diabetes tidak dapat memproduksi atau memanfaatkan hormon insulin dengan benar. Insulin akan mengubah gula darah menjadi energi.

Apabila kamu mengidap diabetes dan kekurangan energi, tubuhmu akan membakar lemak untuk menggantikan energi yang hilang. Karena itu, kamu bisa mengalami penurunan berat badan. Sering haus, lelah, lapar, dan buang air kecil juga bisa menjadi pertanda diabetes.

Periksakan diri ke dokter jika mencurigai adanya diabetes. Pengendalian kadar gula darah sangat penting bagi penderita penyakit kronis ini.

  1. Hipertiroidisme
    Gangguan ini terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Kelebihan hormon ini akan mempercepat proses metabolisme tubuh.

Apabila metabolisme lebih cepat terjadi, tubuh akan membakar lebih banyak kalori. Inilah yang menyebabkanmu bisa mengalami penurunan berat badan. Kamu juga mungkin akan merasakan kecemasan, jantung berdebar-debar, serta lebih sering buang air besar.

Mintalah bantuan dokter untuk mengatasi penyakit ini. Hipertiroidisme bisa diatasi dengan pemberian obat-obatan. Jika dibutuhkan, dokter bisa menganjurkan operasi.

  1. Kanker
    Penyebab badan kurus berikutnya adalah kanker. Sel-sel berbahaya akan berkembang biak secara tak terkendali dalam tubuhmu.

Ini berpotensi mengubah senyawa-senyawa kimia dalam tubuhmu sehingga muncul gangguan pada sistem pencernaanmu. Sistem kekebalan tubuhmu juga akan bekerja lebih keras dan memicu badanmu untuk membakar lebih banyak kalori.

  1. Penyakit Addison
    Kelainan ini terjadi ketika tubuhmu tidak bisa memproduksi hormon-hormon tertentu dalam jumlah yang cukup. Terutama hormon kortisol.

Kekurangan hormon tersebut bisa menyebabkan berbagai gangguan perut, seperti mual, muntah, sakit perut, serta diare. Kamu tentu tidak akan nafsu makan jika mengalami gangguan gangguan pencernaan ini dan akhirnya mengalami penurunan berat badan.

Sebaiknya diskusikan dengan dokter jika mengalaminya. Dokter akan membantumu untuk mengendalikan gejala-gejalamu dan memberikan obat-obatan untuk menggantikan hormon yang kurang.

  1. HIV dan AIDS
    Penyakit HIV dan AIDS akan merusak sel-sel kekebalan tubuhmu dan sangat mematikan. Tubuh tidak lagi bisa melindungi diri dari serangan berbagai infeksi dan penyakit lain.

Ketika sistem imun tubuh sudah rusak parah, penurunan berat badan termasuk salah satu gejalanya. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti infeksi-infeksi lain, gangguan penyerapan gizi oleh tubuh, maupun sariawan dalam mulut yang membuatmu susah makan.

Apabila ada dugaan kamu tertular HIV, jalanilah pemeriksaan darah secepatnya. Penanganan penyakit ini akan membantumu mengendalikan dan menghambat perkembangan virus.

  1. Penyakit Celiac
    Pada penyakit celiac, tubuh penderita tidak bisa menerima protein bernama gluten. Bila tidak sengaja mengonsumsi protein ini, sistem kekebalan tubuh penderita akan bereaksi dan justru menyerang usus halus penderita.

Hingga saat ini, penyebab penolakan tubuh terhadap gluten ini belum diketahui. Sakit perut, diare, maupun uring-uringan bisa menjadi gejala penyakit ini.

Untuk menghindari munculnya gejala, penderita harus menjauhi konsumsi makanan atau apapun yang mengandung gluten.

  1. Gagal Jantung
    Gagal jantung bisa terjadi perlahan-lahan dalam jangka panjang (kronis) maupun akut. Kondisi ini menyebabkan jantung tidak mampu memompa darah sebagaimana mestinya, sehingga tubuh akan kekurangan oksigen dan tidak bisa berfungsi normal.

Saluran pencernaan pun menjadi tidak bisa bekerja secara optimal. Sebagai akibatnya, kamu bisa merasa mual atau kembung hingga membuatmu enggan makan dan menjadi penyebab badan kurus. Penumpukan cairan juga bisa terjadi dalam usus dan menghalangi tubuh untuk menyerap gizi.

Periksakanlah dirimu ke dokter bila merasakan sesak napas, detak jantung yang cepat atau tidak beraturan, sangat lemas, serta batuk disertai dahak berbuih atau berwarna merah muda.

Dokter biasanya akan memberikan penanganan dengan obat-obatan diuretik serta memintamu mengurangi asupan sodium.

  1. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
    Inflamasi kronis pada paru-paru ini akan menghambat aliran udara untuk memasuki paru-parumu. Bila ini terjadi, kamu bisa mengalami kesulitan bernapas (terutama saat beraktivitas), batuk disertai dahak kental, dan mengi.

Kelelahan dan tidak nafsu makan juga akan mendera penderita, sehingga penurunan berat badan bisa terjadi. Kamu bisa mengurangi gejala yang kamu alami dengan menjalani penanganan yang tepat dari dokter.

Merokok merupakan pemicu utama dari penyakit PPOK. Oleh sebab itu, jauhilah rokok agar risiko penyakit ini bisa menurun.

  1. Tuberkulosis
    Di Indonesia, tuberkulosis (TB) sering dikenal dengan singkatan TBC. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan bisa menular bila kamu tidak sengaja menghirup percikan air ludah yang menyebar di udara ketika penderita bersin dan batuk.

Batuk parah selama lebih dari 3 minggu, nyeri dada, dahak atau darah yang menyertai batuk, lemas, berkeringat di malam hari, tidak nafsu makan, penurunan brat badan, demam, dan menggigil bisa menjadi indikasi dari penyakit ini.

Kombinasi dari beberapa antibiotik adalah pengobatan utama dari tuberkulosis. Kamu harus meminumnya selama 6 hingga 9 bulan agar bisa sembuh total. Jangan berhenti atau mengganti jenis obatmu tanpa izin dokter karena bakteri bisa kembali merajalela dalam tubuhmu.

  1. Obat-obatan
    Ada sejumlah obat-obatan yang bisa menyebabkan penurunan berat badan. Contohnya, Obat kemoterapi, antidepresan, obat untuk diabetes tipe 2, serta stimulan.

Obat tersebut akan membuatmu jarang merasa lapar atau memicu tubuhmu untuk membakar lebih banyak kalori. Diskusikan dengan dokter apabila kamu merasakan penurunan nasfu makan setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu.