Ada harga ada kualitas, apakah benar?

tarif-konsultan-bisnis-1024x1024

Kita kerap mendengar kalau ada harga ya ada kualitasnya. Hal tersebut dapat kita temui ketika kita ingin membeli barang ataupun makanan. Sebagai contoh, harga celana jeans di toko tertentu yang sudah memiliki nama cenderung menawarkan harga yang lumayan tinggi. Di satu sisi, terdapat toko lain yang belum memiliki nama menawarkan jeans yang sama dengan harga yang cenderung sedang. Namun, perlu untuk dilihat mengenai bahan apa yang digunakan, apakah jeans tersebut nyaman atau tidak ketika dipakai, apakah tahan lama atau tidak jeans tersebut, dan berbagai pertimbangan lainnya. Di lain sisi, terkadang harga juga tidak menunjukkan kualitasnya. Harga yang cenderung tinggi tetapi kualitas yang diberikan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Terkadang kita juga langsung mengecap harga rendah pasti kualitasnya rendah juga dan harga tinggi kualitasnya tinggi juga.

Menurut Youdics, gimana nih tentang pernyataan tersebut?

Referensi

Sumber foto: https://glcworld.co.id/kualitas-yang-ditawarkan-konsultan-bisnis/

1 Like

Sederhananya emang bener seperti itu. Di pasaran, umumnya suatu merek produk yang memiliki harga lebih tinggi dari produk sejenis merek lain cenderung memiliki kualitas yang lebih baik. Kondisi seperti itu dapat terjadi karena berbagai hal, seperti bahan baku yang lebih berkualitas, desain yang lebih menarik, kualitas branding dan packaging yang lebih baik, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, aku percaya kalo mau main aman pas mau beli suatu produk tapi gatau mau ambil merek yang mana, maka sering kali aku memilih merek yang sedikit lebih mahal dengan harapan kualitasnya lebih baik. Karena lebih baik kita mengeluarkan uang sedikit lebih banyak namun mendapatkan kualitas yang lebih baik, terutama barang yang sifatnya berjangka panjang seperti produk elektronik.

Namun, stereotip “ada harga ada kualitas” ga bisa kita pegang setiap saat. Terdapat kasus luar biasa seperti salah satunya yang sering dilakukan oleh merek Supreme. Supreme sering kali mengeluarkan produk yang fungsinya sangat biasa tapi harganya ga wajar, seperti batu bata yang harga per bijinya 400 ribuan hingga yang terbaru yaitu biskuit Oreo Supreme yang harga per bungkusnya dapat dijual ulang seharga 1,5 juta untuk tiga keping biskuitnya.

Kasus produk Supreme tersebut dapat terjadi karena adanya pengaruh yang luar biasa dari kekuatan branding atau merek. Supreme merupakan merek fashion mewah yang telah ada sejak 1994 dan memiliki berbagai posisi yang istimewa di mata konsumennya, yaitu hanya mengeluarkan produk dengan jumlah terbatas, sering berkolaborasi dengan berbagai merek mewah di dunia, sering meng- endorse selebritis top dunia, dan sebagainya. Sehingga uniknya, Supreme memanfaatkan ketenaran dan kepercayaan konsumen akan merek mereka untuk mengeluarkan berbagai barang yang biasa saja namun memiliki harga yang ga wajar dan terbukti tetap laku keras di pasar. Oleh karena itu, Supreme merupakan salah satu bukti bahwa kekuatan merek (bersama dengan kualitas) merupakan kunci dari kesuksesan penjualan.

Sumber

6 Rahasia Marketing Sukses Ala Produk Supreme - MyLife

1 Like

menurut saya tidak semua barang ada harga ada kualitas. masih banyak barang dengan harga terjangkau dengan kualitas yang super. harga yang mahal pun belum tentu menjamin kualitas yang bagus. ada beberapa kasus penipuan dimana harga barang mahal tetapi ternyata kualtasnya buruk atau kw. karena memang barang tersebut kw atau tidak asli. belinya karena tergiur dengan brand produk yang terlihat asli padahal tidak. yang terpenting adalah pintar-pintar dalam menilai kualitas barang. sukur-sukur dapet barang murah kualitas bagus.

1 Like

Kalau menurut saya, belum tentu harga yang tinggi memberikan kualitas terbaik, begitu juga sebaliknya belum tentu harga yang rendah memberikan kualitas yang rendah. Banyak produk dengan harga yang rendah tapi memberikan kualitas produk yang tinggi. Tetapi mindset masyarakat Indonesia sudah tertanam kalau produk yang harganya tinggi pasti memberikan kualitas terbaik. Sebagai contohnya banyak masyarakat menganggap brand-brand ternama sudah pasti lebih baik dari pada brand lokal. Padahal banyak produk lokal yang sudah mengimbangi kualitas brand ternama dari luar.

1 Like